Search + histats

Sunday, 28 June 2015

" NEPENTHES ," MEJIBRAY Lyrics [ Indonesian Translation, Romaji, Kanji ]

Lyrics : Tsuzuku
Music : MiA
Single : NEPENTHES
Year : 2015



おちて…おちておちて
Ochite... ochite... ochite...
—jatuh... jatuh... jatuh...

塗り固められた過去の罪と鋏が僕を摘む
Nurikatamerareta kako no tsumi to hasami ga boku wo tsumu
—bersama dosa masa lalu yang dibungkus dengan ketat, gunting memotongku

無数のぬいぐるみ表情を変えず笑わず見つめていた
Musuu no nuigurumi hyoujou wo kaezu warawazu mitsumeteita
—boneka berbulu yang tak terhitung banyaknya, tanpa mengubah ekspresi, mereka menatapmu tanpa tawa

君の唾液で熔解する舌先のマーク
kimi no daeki de youkai suru shita saki no MA-KU
—meleleh dalam salivamu, tanda di ujung lidah

置き”待たされた”ピンクのインフォメーション口角が動いた
oki "matasareta" PINKU no INFOME-SHON, koukaku ga ugoita
—penempatan informasi pink "harus menunggu", sudut mulutku bergerak

痛みや苦しみのない世界にただ残されるなら
itami ya kurushimi no nai sekai ni tada nokosareru nara
—Jika dunia tanpa kesedihan dan rasa sakit hanya akan meninggalkan kita

僕は君の手を引きこう言うだろう
boku wa kimi no te wo hikikou iu darou
—ku katakan aku akan menarik tanganmu kan?

「喉が渇いたのなら、この喉切り裂き
"nodo ga kawaita no nara, kono nodo kirisaki 
—jika tenggorokanmu kering, kusayat tenggorokan ini

君の為の水になろう」と。
kimi no tame no mizu ni narou" to.
—hingga (darahnya) menjadi air untukmu

花が咲くガーデンに
hana ga saku GA-DEN ni 
—di taman dimana bunga mekar

薔薇が嗤わないのならば飼い殺されたいと
bara ga warawanai no naraba kaigorosaretai to
—jika bunga mawar tak mentertawakan, ingin ku menjagamu seumur hidup

君が待つテーブルに彩られるのなら
kimi ga matsu TE-BURU ni irodorareru no nara
—jika ku diberi warna di meja dimana kau menunggu

溶けて説けて融けて…
tokete tokete tokete...
—mencair, larut, mengurai...

嗚呼…アナタまだ泣いていた?
aa...POLYA* mada naiteita?
—aa...sayang, kau masih menangis?

嗚呼…アナタ二人の根は?
aa...POLYA* futari no ne wa?
—aa...sayang, kita berdua berakar?

悲しみや不幸を打ち消す事
kanashimi ya fukou wo uchikesu koto
—sesuatu yang meniadakan kesedihan juga ketidakberuntungan

それが世界の過ちだろうと
sore ga sekai no ayamachi darou to
—itu hanyalah kesalahan dunia bukan?

掲げられた陰と陽の定めならば
kakagerareta kage to hi* no sadame naraba
—jika ini hukum bayangan dan cahaya yang telah ditentukan

無理にでも手を引くだろう
muri ni demo te o hiku darou
—meski mustahil, kan kutarik tanganmu

存在をも否定する
sonzai wo mo hitei suru
—ku sangkal keberadaannya

それが定められた現実ならば
sore ga sadamerareta shinjitsu naraba
—jika itu adalah kenyataan yang telah ditakdirkan

己の光は君の軀の還元へ繋がろうと
onore no hikari wa kimi no karada* no kangen e tsunagarou to
—ku biarkan cahayaku menggapai tubuhmu yang melebur

花が咲くガーデンに
hana ga saku GA-DEN ni 
—di taman dimana bunga mekar

薔薇が嗤わないのならば飼い殺されたいと
bara ga warawanai no naraba kaigorosaretai to
—jika bunga mawar tak mentertawakan, ingin ku menjagamu seumur hidup

君が待つテーブルに彩られるのなら
kimi ga matsu TE-BURU ni irodorareru no nara
—jika ku diberi warna di meja dimana kau menunggu

溶けて説けて融けて…とけてトケテ解けて
tokete tokete tokete...tokete tokete tokete
—meleleh, larut, mengurai... meleleh, meleleh, pecah

おちて…おちておちて
ochite... ochite ochite
—jatuh... jatuh jatuh.



◆◆◆◆◆◆◆◆◆◇◇◇◇◇◇◇◇◇

*Nepenthes : genus tanaman berbunga yang memiliki dua kotiledon (daun embrio) dalam benih yang biasanya muncul di perkecambahan . Nepenthes juga berarti kantong semar (pitcher-plant) tumbuhan karnivora, dimana ia memangsa hewan (serangga, pacet, anak kodok) dengan cara memerangkapnya dengan kantong semar mereka. Contohnya kita punya nepenthes rafflesiana di Indonesia.

Tsuzuku banyak menggunakan istilah biologi dan kimia di sini x_x
Dia mengumpamakan dirinya sebagai tumbuhan nepenthes, atau memang ini kisah cinta tumbuhan nepenthes xD wkwk ya kalo kata the GazettE mah hanakotoba, di sini juga liriknya kata-kata bunga (nepenthes).

*Tsuzuku menyanyikan "kage to hi-bayangan dan cahaya" tapi kanji yang ia gunakan adalah "yin yang"

*Tsuzuku bilang "Karada-tubuh" tapi kanji yang ia gunakan lebih ke... tubuh tumbuh-tumbuhan (tangkai ya?)

*Tsuzuku menulis "anata-sayang" dengan kana di buklet, tapi coba denger! Itu tidak terdengar seperti Tzk menyanyikan "anata" . Karena Nepenthe sendiri yang berarti "anti-kesedihan" atau yang menenangkan diambil dari bahasa Yunani. Karena itu saia coba cari tahu bahasa yunani nya "sayang" ada beberapa hasil, tapi saia nemu kata yang mirip dengan apa yang diucapkan Tzk. "πολυαγαπημένος" dibaca Polyagapimenos atau pendeknya polya xD tapi jangan percaya dulu! Ini belum tentu kebenarannya.


Romaji+Kanji : @Hiphopvomit
Indonesian Translation : By me (RuKira Matsunori)

Give credit if you repost this!!
http://gazerukira.blogspot.com

Friday, 26 June 2015

Natural Sense ★32

Author : Rukira Matsunori
Rated : T
Genre : AU/ gajeromance/ BL (MaleXMale)
Fandom(s) : the GazettE, alicenine, A(ACE), ViViD, Versailles, dkk?
Pairing(s) : Uruha x Ruki? Ruki x Uruha?, Tora x Saga.
Chapter(s) : 32
Warning : DRAMA~ LEBE~ XD ! gak!baca!ulang!typos!
Length : 14 Pages (3747 words)
Note : Maaf .....!!! Kemaren sempat kepotong di 3/4 cerita karena mood saia terlanjur hilang xD


Chap 32 : ☆~Explode~☆

Natural Sense ★~♪
☆ナチュラルセンス☆

“Ada apa?” Uruha menjawab panggilan ke ponselnya dengan nada sedikit malas, tanpa melepaskan matanya dari jam tangan digitalnya.

'Aku hanya sedang bosan. Di sini pagi-pagi sudah hujan,' suara di line telepon Uruha diakhiri dengan helaan nafas pelan.

“Apa kau ingin pamer padaku?” Uruha menaikan satu alisnya.

'Haha... lucu. Aku kedinginan dan kau bilang aku sedang pamer?'

Uruha mendengus melirik seseorang yang sejak beberapa menit lalu ia tunggu akhirnya masuk dan duduk di samping jok kemudi mobilnya.

“Apa?” tanya Ruki inosen, menyadari Uruha menatapnya dengan pandangan jengkel sejak ia masuk ke mobil laki-laki brunette itu.

“Apa, kau bilang? Apa saja yang kau lakukan di dalam hah?”

“Aku mengambil buku yang ketinggalan, kan sudah kubilang,” jawab Ruki santai sambil memasang seatbeltnya.

“Kau pikir berapa lama aku duduk di sini hanya untuk menunggumu mengambil sebuah buku, hah?”

“Paling 5 menit?” Ruki menaikan satu alisnya, makhluk minis itu juga tidak tahu pasti berapa lama ia membuat Uruha menunggu.

“502 DETIK!!” Uruha nepsong.

Ruki membulatkan mulutnya sambil menganggukan kepala pelan. Apa Uruha lupa kalau rumahnya itu besarnya minta ampun, bahkan Ruki sudah berlari-lari kembali ke kamarnya karena tidak ingin membuat Uruha menunggunya lebih lama. Lagipula dia juga harus mencari bukunya. Dalam hati, Ruki tidak bisa menerima protes Uruha tapi makhluk minis itu sedang tidak mood untuk cekcok dengannya. “Kau kan bisa berangkat duluan.” Ruki menyandarkan punggungnya ke sandaran jok, “Aku kan bisa berangkat diantar sopir.”

“Hah? Merasa jadi tuan besar kau sekarang? Sudah kubilang kakek ingin kita berangkat sekolah sama-sama itu untuk menghemat tenaga sopir dan bensin!”

Ruki menggulir bola matanya malas, mendengar alasan yang keluar dari mulut Uruha sedikit tidak masuk akal.

'Ruki?'

Uruha menyalakan mesin mobil dan menjalankannya, masih merasa jengkel dengan makhluk minis di sampingnya. “Ya,” Uruha kembali konsentrasi menjawab seseorang di line teleponnya yang sempat ia abaikan beberapa saat.

'Dia di sana bersamamu?' suara di line telepon Uruha sedikit bersemangat.

Uruha mendengus pelan, “Ya! Bukankah kau selalu memintaku untuk menyeretnya kembali ke rumah?!”

Uruha mendengar suara tawa kecil di line teleponnya, 'karena aku ingin kau dan Ruki rukun. Dia anak yang baik dan sosok adik yang menyenangkan, kau tahu? Aku senang dia berada di sekitarku, kenapa kau tidak? Lagipula Kamijo-jiichan—'

“Aku bosan dengan omong kosongmu,” potong Uruha dengan wajah datar. Makhluk brunette itu sudah beberapa kali mendengar kalimat yang sama dari mulut sepupunya itu setiap beralasan meminta agar ia merayu Ruki untuk kembali ke rumahnya. “Kapan kau kembali?” tanya Uruha malas.

'Hh? Baru satu hari aku meninggalkan Tokyo, Kau sudah merindukanku?'

“Apa semua berjalan lancar?” tanya Uruha mengabaikan candaan sepupunya.

'Ya? kalau saja tidak hujan, seharusnya aku sudah berada di proyek lagi sekarang. Oh, apa Kamijo-jiichan sudah kembali?'

“Belum, mungkin besok? atau besok lusa? atau besoknya lagi?” Jawab Uruha malas. Ruki melirik laki-laki brunette itu di sampingnya, sedikit penasaran dengan siapa dia bicara di telepon.

'aah~ ada yang ingin kudiskusikan dengannya! Ayahku tidak bisa dihubungi, ck!'

Uruha menggulir bola matanya malas, “sayang sekali... dan jika tidak ada hal penting yang ingin kau bicarakan, aku tutup teleponnya! aku sedang mengemudi!”

'Haha, baiklah. err...'

Uruha mengernyitkan dahinya.

'Baik-baik dengan Ruki, ok? Jangan membuatnya keluar dari rumah lagi. Aku sayang kau Uruha.'

Wajah Uruha berubah horor, dan ia mendengar sepupunya tertawa iseng sebelum sambungan teleponnya akhirnya terputus dan Uruha menatap ponselnya dengan ekspresi jijik mendengar lelucon yang baru saja dilontarkan laki-laki raven itu.

“Siapa?” tanya Ruki masih penasaran, terlebih lagi melihat ekspresi Uruha yang aneh saat mereka mengakhiri pembicaraannya.

Uruha melirik makhluk minis itu sedikit jengkel, “kenapa kau selalu mau tahu saja, hah?”

“Aku hanya penasaran, apa itu Sharon? tapi kau tanya kapan dia pulang, berarti bukan?”

Uruha mendengus, “Bukan!”

“Kalau begitu siapa?” tanya Ruki polos, mengabaikan wajah jengkel Uruha karena ke-bawel-annya.

“Kulempar keluar? atau tutup mulutmu!” Uruha mulai lagi dengan kebiasaannya mengancam.

Ruki mendengus menyilangkan kedua tangannya di dada kembali menatap ke jalanan depan, “apa susahnya menjawab?” gerutu Ruki pelan namun Uruha dapat mendengarnya dengan cukup jelas.

“Bukan masalah susah mudah menjawab! Aku hanya tidak suka kau banyak tanya! Aku tidak suka orang bawel! mau tau saja urusan orang.” Uruha ngedumel sambil tetap konsentrasi menyetir mobilnya.

“Kau tidak bisa ya bersikap santai sedikit? emosi mulu.” Ruki kembali menggerutu.

“TIDAK!! aku tidak bisa santai!”

Ruki sedikit mengembungkan pipinya mendelik makhluk brunette itu selama beberapa lama, dan tanpa diduga-duga sudut makhluk minis itu kemudian mengembang tipis dan ia berusaha menyembunyikan entah perasaan apa yang menggelitik di dadanya. Ruki memalingkan wajahnya ke arah kaca pintu mobil di sampingnya hingga ia bisa tersenyum dengan leluasa. Ruki tahu mungkin orang akan menganggapnya aneh, tapi ia merasa Uruha sangat menggemaskan sekarang. Mungkin dia sering melontarkan kata-kata pedas yang membuat orang sakit hati saat marah-marah tapi ada saat dimana Uruha yang emosi kadang menggemaskan di mata Ruki. Kadang Ruki suka mereka beradu mulut untuk hal yang tidak penting dan Ruki suka Uruha yang sedang emosi di saat seperti itu. Bagaimana dia misuh-misuh, bibir keritingnya sedikit mengerucut dan bagaimana dia bersikap seperti anak kecil dan mengatakan hal yang kekanak-kanakan saat sedang marah-marah yang kadang Ruki merasa sebenarnya dia tidak benar-benar marah.

“Kenapa kau senyam-senyum?” Tanya Uruha mengernyitkan dahinya melirik Ruki.

“Apa? Siapa yang senyam-senyum?” Ruki balik tanya, sedikit terkejut Uruha menangkap keabnormalannya. Ya, Ruki sendiri juga merasa aneh dengan kelakuannya. Makhluk minis itu berusaha membuat bibirnya cemberut namun perasaan menggelitik itu masih ada dan makhluk minis itu berusaha agar ia tidak tersenyum lagi membuat bibirnya sedikit bergetar karena tidak tahu harus tersenyum atau cemberut, hingga akhirnya Ruki berakhir dengan menutupi mulutnya dengan sebelah tangan, membuat Uruha semakin mengernyitkan dahinya, sampai laki-laki berambut hazel itu sampai pada kesimpulannya sendiri.

“Kau mengingat-ingat itu?”

“He?” Ruki menoleh pada Uruha tak mengerti, masih tetap menutupi mulutnya.

“JANGAN TUTUP MULUTMU BEGITU! Atau kau sengaja mengundangku untuk melakukannya lagi?!”

Dan akhirnya Ruki mengerti apa yang ada di pikiran makhluk brunette itu.

“APA MAKSUDMU?!!”

☆ナチュラルセンス☆  (◕‿◕✿)

Ruki sedikit mempercepat langkahnya saat menyadari banyak mata siswa siswi BHS yang menatapnya sejak ia turun dari mobil Uruha di tempat parkir tadi. Ruki merasa tidak nyaman melihat siswa-siswi itu saling berbisik ketika melihatnya. Ruki tidak mengerti ! Ruki tidak tahu berita tentangnya dan Uruha di Tropical Land itu masih jadi perbincangan hangat siswa-siswi BHS. Ruki tidak tahu ada yang diam-diam mengabadikan momennya dan Uruha saat itu.

“Aku tidak bisa.”

Ruki memelankan langkahnya saat ia sudah tiba di depan kelasnya, dan melihat seorang perempuan yang ia yakin bukan berasal dari kelasnya tengah bicara dengan Saga di depan pintu kelas. Sengaja tak sengaja Ruki jadi menguping apa yang mereka bicarakan, ditambah Ruki juga sedikit penasaran.

“Apa minggu ini Saga-kun ada acara? kalau begitu minggu depannya lagi?” tanya perempuan itu dengan nada dan raut wajah berharap.

“Tidak, aku hanya tidak mau pergi.”

“Apa Saga-kun sedang jalan dengan seorang perempuan jadi takut dia marah?”

Saga sedikit menggaruk keningnya, “aku tidak mengenalmu. aku tidak pergi nonton dengan orang yang tak ku kenal.”

“Kita bisa lebih saling mengenal nanti, kalau kau setuju untuk pergi,” Ruki merasa perempuan itu tak mudah menyerah dan tak ingin menyerah dengan penolakan Saga.

“Aku tidak tertarik untuk mengenalmu.”

Tapi laki-laki berambut hazel itu tampak sama sekali tak berniat mengubah keputusannya.

“Tapi Saga-kun ...”

“Aku tidak tertarik denganmu.”

Dan Ruki mengutuknya untuk itu. Ruki merasa perempuan di depan Saga saat ini tidak buruk... Bukan! Bahkan Ruki merasa dia sangat manis dengan rambut hitam sebahunya. Tapi mungkin yang begitu bukan tipe Saga, Ruki pikir.

“Oi !” Saga menyadari kehadiran Ruki dan segera berseru padanya, membuat makhluk minis itu melepaskan pandangannya dari gadis yang berlalu pergi dengan wajah sangat kecewa bahkan Ruki bisa katakan dia hampir menangis karena penolakan Saga, “sedang apa kau?” tanya Saga dengan wajah seakan dia tidak baru saja membuat anak orang hampir menangis.

“Tidak, aku... ah! kau menolak perempuan semanis itu!” dan Ruki tak bisa menahan diri untuk berkomentar.

Saga mengernyitkan dahinya,“kau sudah sembuh?”

Ruki menghela nafas pelan sedikit jengkel karena diabaikan, tapi Ruki mengerti berarti Saga tidak ingin membahasnya, mungkin makhluk berambut hazel itu tidak terlalu senang dengan kejadian barusan. “Aku sudah tidak apa-apa,” jawab Ruki sembari melanjutkan langkahnya memasuki kelas.

“Uruha menculikmu?”

“Ha?” Ruki menghentikan langkahnya hanya untuk kembali menoleh pada Saga yang baru saja ia lewati di ambang pintu kelas.

“Kau sampai lupa memberiku kabar karena kau bersenang-senang dengannya?”

“Oh,” Ruki kembali berjalan menuju bangkunya yang kini diikuti Saga. Ruki tidak bermaksud melupakan Saga tapi kemarin dia memang lupa dan makhluk minis baru sadar sekarang,“kemarin Sharon pulang, aku mengantarnya ke bandara,” Ruki menggantungkan tasnya di hanger.

“Hn... pengganggu sudah pergi,” Saga menganggukan kepalanya pelan sambil duduk di bangkunya.

Ruki mengabaikan gumaman laki-laki berambut hazel itu, “Uruha tidak memberitahuku terlebih dulu atau meminta persetujuanku untuk membawa barang-barangku dari tempatmu dan kembali tinggal di rumahnya, dia bahkan membuatku dipecat dari tempat kerja! Aku tak tahu ada apa dengan orang itu,” Ruki menyilangkan kedua tangannya di dada dengan wajah sedikit kesal.

“Bukankah itu bagus? kau kembali tinggal di rumah besar itu dan tidak perlu lagi bekerja,” ucap Saga santai.

“Apa kau tidak berpikir, mungkin dia stress ditinggal Sharon jadi otaknya terganggu sampai dia berubah drastis begitu,” Ruki tampak berpikir keras, “dia bahkan sampai men—” Ruki me-rem mulutnya untuk terus berbicara. Ok, Ruki bukan gadis remaja yang harus mencurahkan segala sesuatu yang dialaminya pada seorang teman.

“Dia men- apa?” Saga menaikan sebelah alisnya.

“Lupakan!” Ruki mendengus.

“Mencoblosmu?”

“HA?!”

Hampir semua murid yang ada di kelas menoleh pada makhluk minis itu karena suara nyaringnya.

“Bicara apa kau? kau pikir pemilu, mencoblos?” Kali ini Ruki bicara lebih pelan bahkan hampir berbisik-bisik, tak ingin mengundang perhatian orang lagi.

“Ya, siapa tahu kan kau sudah jadi presiden di hatinya,” Saga menyeringai iseng.

Ruki menatap makhluk berambut hazel itu datar dan kemudian memutuskan untuk mengabaikan candaan garing temannya itu, “oh ya Saga, soal uang—”

“Kalau kau ingin bicara tentang uang sewa, kau tidak usah khawatir,” sela Saga.

“He?” Ruki mengernyitkan dahinya, “maksudmu aku tinggal di tempatmu secara gratis?”

Saga menggulir bola matanya malas ke arah makhluk minis itu, “aku bukan orang sebaik plus sebodoh itu, ok?”

Ruki mendengus, “aku juga tidak yakin kau akan melakukan itu, Lalu?”

“Seseorang sudah membayarnya,” Saga menarik keluar dasi seragamnya dari saku celana.

Ruki menaikan sebelah alisnya sambil menoleh ke arah teman rada gendengnya itu yang kini sedang sibuk melilit-lilitkan dasi di pergelangan tangannya, “Uruha melakukannya?”

“Bukan.”

“Siapa?”

Saga menoleh ke arah Ruki dengan tampang datar, “ra.ha.si.a!” Ucapnya lalu kembali melanjutkan aktivitasnya dengan dasi di pergelangan tangannya.

“Pasti Tora.”

Saga kembali menoleh pada Ruki, “bagaimana kau tahu?” tanyanya, pura-pura terkejut.

Ruki menggulir bola matanya malas, “siapa lagi orang yang baik padaku dan dekat denganmu,” Ruki bergumam. Benar, lagipula Ruki sedikitnya tahu ketua Osis BHS itu punya alasannya sendiri melakukan itu. Tadi juga Ruki mendengar saat Uruha bicara denganya di telepon, kalau ketua Osis BHS itu terus membujuk Uruha untuk membuatnya kembali ke rumah Kamijo dan mengetahui Tora juga sudah membayarkan uang sewanya, berarti ketua Osis BHS itu memang sangat mendukung ia keluar dari apartment Saga. Baiklah, Ruki tahu Tora baik, dia ingin Uruha rukun dengannya, tapi Ruki yakin alasan utamanya bukan itu.

“Kau pikir dia dekat denganku?” Saga menaikan sebelah alisnya.

Ruki menyangga dagunya dengan telapak tangan di atas meja, melirik Saga dengan ekor matanya, “aku mungkin hanya menebak-nebak, aku tahu kau menyukainya dan yang aku lihat dia juga menyukaimu, tapi aku ingin mendengarnya langsung darimu. sekarang kau jujur padaku! Kau punya hubungan khusus dengan Tora kan? maksudku... seperti hubungan laki-laki dan perempuan!”

Saga menghentikan aktivitas tangannya dengan dasi yang meliliti pergelangan tangannya, “kau mau membayarku berapa kalau aku jujur?”

Ruki tersenyum iseng, “aku mengerti.”

Berarti jawaban Saga adalah 'iya'. Jika 'tidak', dia akan mengatakan tidak, tapi jika 'ya', dia tidak akan mengatakannya ya. Ruki tahu sifat teman baiknya itu, yang kadang mengingatkannya pada Uruha? Ruki pikir kedua orang itu sama-sama jaim dan gengsian.

“Oh ya, tadi Tora menelpon Uruha, katanya dia sedang berada di Osaka?”

Awalnya Uruha memang bersikeras tidak mau memberitahu Ruki siapa yang menelponnya tapi akhirnya dia mengatakannya juga.

“Dia menelpon Uruha?”

“He'em,” Ruki menganggukan kepalanya dan makhluk minis itu melihat Saga memalingkan wajahnya, tersenyum kecut, “mereka sepupu, kau tidak usah cemburu!”

Saga mendesis pelan, sedikit jengkel dengan kesimpulan makhluk minis itu tentang gerak tubuhnya, “Ruki, kau menyukai Uruha?” tanya pemuda berambut hazel itu tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya, asik memainkan dasi yang melilit di pergelangan tangannya.

“Huh? Kenapa tiba-tiba?”

“Kau pasti merasakan, perasaan takut, khawatir dan ragu adalah santapan sehari-harimu,” Saga menyunggingkan senyum kecutnya sementara Ruki tampak sedang mencerna apa yang baru saja didengarnya, “banyak hal membuatmu takut dan khawatir, membuat yakin dan ragu. mengartikan setiap gerak tubuh dan perkataan yang keluar dari mulutnya adalah hal yang paling membingungkan! suatu hal kecil saja bisa membuatmu percaya diri dan hal yang sama juga bisa membuatmu jatuh ke bumi.” Saga menoleh ke arah teman 'kecil'nya yang tampak masih tenggelam dalam pikiran mencerna setiap perkataannya, “saat ini mungkin aku masih bisa mengaku-ngaku sebagai.... kekasihnya? Tapi aku tidak tahu besok.” Saga kembali memainkan dasi di pergelangan tangannya.

“Apa maksudmu?” Ruki mengernyitkan dahinya, “kalian bertengkar?”

Saga menghela nafasnya, melepaskan lilitan dasi di pergelangan tangannya, “hanya... banyak hal yang kutakutkan?” Saga mengernyitkan dahinya.

“Apa itu? Yang kau takutkan?”

“Banyak.”

“Salah satunya?”

“Dia tidak benar-benar menyukaiku?”

Ruki membulatkan mulutnya sedikit mengangguk, “aku mengerti, tapi apa yang membuatmu berpikir begitu?”

“Apa ini sesi curhat?”

Ruki sedikit mengembungkan pipinya, “baiklah, aku tidak akan tanya lagi !”

“Bagus,” Saga menggantungkan dasinya di pundaknya.

“Ck!” Ruki berdiri dari bangkunya dan menarik dasi dari pundak Saga lalu memasangkan benda itu di leher temannya. Ruki melihat Saga mengernyitkan dahinya saat ia sedang memasang benda itu di lehernya namun pemuda berambut hazel itu tidak protes atau mengatakan apapun. “Apa kau tidak bisa memasang sebuah dasi?” tanya Ruki malas setelah ia menyelesaikan pekerjaannya dan kembali duduk di bangkunya.

“Bisa.”

“Mau pasang dasi aja kok lama,” dengus Ruki.

“Aku sedang berusaha membiasakan diri!”

Ruki melirik temannya, “hoo... karena sekarang kau adalah pacar seorang ketua Osis?” makhluk minis itu menyeringai iseng yang kemudian langsung mendapat geplakan di ubun-ubunnya. “Tapi Saga, kalau boleh aku berpendapat.... ”

“Apa?”

“Jangan sampai ketakutan-ketakutanmu mengalahkan perasaanmu sendiri. Jika kau benar-benar menyukainya, jika kau ingin bersamanya, percayalah pada perasaanmu! Cobalah untuk mempercayainya!”

Saga melirik malas teman kecilnya, “aku tidak mendengarkan pendapat dari orang tak berpengalaman.”

“Apa kau bilang?”

Saga memalingkan wajahnya mengabaikan protes Ruki sambil memain-mainkan dasi di dadanya. Meski sedikit, sebenarnya Saga cukup terkejut dengan kata-kata yang keluar dari mulut makhluk minis itu. Dia hanya tidak ingin menerima saja kalau kata-kata Ruki benar.

Jam pelajaran berjalan dengan lambat bagi sebagian siswa-siswi di BHS, salah satunya Saga. Setelah beberapa kali menguap dan berusaha menahan rasa pulas sejak jam pelajaran pertama, akhirnya bel istirahat berbunyi juga. Ruki memberes-bereskan alat tulis dan buku-bukunya ke dalam tas dengan semangat, beda halnya dengan Saga yang dengan lemes memasukan alat-alat tulisnya ke dalam tas, padahal ia yang paling menunggu-nunggu jam istirahat itu datang.

“Gak ke kantin, Ga?”

“Males.” Saga melirik makhluk minis di sampingnya, “memangnya kau mau? hmm... udah punya banyak uang kau ya? Udah jadi cucu Kamijo-sama lagi sih.” Sindir Saga iseng.

“Bukan begi—”

“Uruha-sama!!”

Ruki menoleh ke arah pintu kelas dimana ia melihat sosok seseorang yang sangat ia kenal masuk dari sana, alasan yang membuat siswi-siswi yang hendak keluar kelas mendadak berhenti dan berkerumun di sana.

“Mau apa dia?” gumam Ruki sedikit terkejut.

“Wow, dijemput yayang tuh,” Saga asal ceplos.

“Oi !!” Uruha menunjuk Ruki yang masih melongo. Sontak semua mata yang tadinya menatap pangeran nomor satu BHS itu beralih pada Ruki.

“Apa?” Ruki menaikan satu alisnya sedikit tidak nyaman dengan banyak mata mengarah padanya.

“Ikut aku!” Suruh Uruha dengan nada arogannya.

“Untuk?” Ruki mengernyitkan dahinya bingung. Dan sontak makhluk minis itu mendapat pelototan atas pertanyaannya.

“Sudah ikut saja, paling dia ingin mengajakmu kencan di kantin,” Saga memainkan dasinya.

“Bicara apa kau?!” Ruki protes dengan celetukan Saga. Mana mungkin Uruha mengajaknya ke kantin bareng. Memang sikap makhluk itu sedikit aneh akhir-akhir ini tapi hal yang tidak mungkin Uruha akan mengajaknya makan bareng dimana hampir seluruh siswa-siswi BHS akan menyaksikannya. Itu hanya akan mempermalukan dan menjatuhkan harga diri seorang Uruha.

“Kubilang ikut, berarti kau harus ikut!”

Ruki dibuat cengok lagi. Entah kapan Uruha berjalan ke arahnya, tiba-tiba saja makhluk cantik itu sudah ada di samping bangku Ruki dan menarik lengan makhluk minis itu.

“Yo!” Saga tersenyum memberi tanda 'peace' saat Uruha mendeliknya, namun sang brunette mengabaikan 'say hey' adik kelasnya itu dan pergi sambil menarik paksa lengan Ruki dengan mengabaikan protesan-protesannya.

Ruki masih ingat pandangan-pandangan tidak percaya siswa-siswi di kelasnya yang melihat Uruha menyeretnya dari kelas. Entah apa yang mereka pikiran, yang pasti kesimpulan mereka atas sikap Uruha terhadap adik kelas minisnya itu bermacam-macam. dan Ruki harap Saga tidak menyebar gosip yang tidak-tidak.

“Katakan pada kakek kalau kita makan bersama di kantin! Aku mengajakmu!”

Ruki mendengus sambil menyeruput jusnya. Sejak ia pertama datang ke kantin bersama Uruha, banyak sepasang mata menatapnya. Memang tidak mungkin Uruha mengajaknya makan bersama di kantin sekolah yang terbuka itu tanpa alasan. Pasti ada maunya.

“Woi! Kau dengar?”

“Iya-iya!”

“Awas kalau kau tidak mengatakannya!” Ancam Uruha.

“Itu hanya modus,” gumam Reita menggulir bola mata sambil memainkan sedotan di gelas jusnya.

“Jaga mulutmu tuan Akira!” Uruha menunjuk sahabat bernosebandnya itu dengan garpu.

“Aku selesai. Aku kembali ke kelas ya,” Ruki berdiri dari bangku duduknya, bermaksud segera melepaskan diri dari tatapan-tatapan mata yang mengarah padanya dengan penuh penasaran dan keirian.

"Tidak sopan sekali kau! Sudah ditraktir maen melengos aja!" Protes Uruha tidak suka dengan sikap Ruki.

“Bukan begitu! Tapi— argh kau tidak akan mengerti !”

“Aku mengerti, pergilah,” Reita tersenyum mempersilahkan adik kelas minisnya itu. Memang sepertinya hanya Reita yang selalu mengerti, pikir Ruki.

“Apa? Aku yang mentraktirnya! Aku yang menyeretnya kemari, aku juga yang berhak memperbolehkannya pergi !”

“Pergilah, pergilah!” Reita mendorong pelan pinggang Ruki sambil tersenyum dan mengedipinya, mengabaikan protes Uruha yang semakin meninggikan suaranya melihat apa yang dilakukan tuan bernoseband itu. Ruki tersenyum sambil menganggukan sedikit kepalanya kemudian sedikit berlari meninggalkan meja tempatnya dan Uruha juga Reita makan tadi.

“Woi !!”

“Biarkan Ruki pergi. Kau tidak lihat? Sejak tadi dia tidak nyaman di sini.”

“Kenapa dia harus tidak nyaman? Bagaimana mungkin dia tidak nyaman bersamaku?”

“Jangan terlalu percaya diri Uruha. Kau benar-benar tidak pernah dewasa,” Reita menggeleng-geleng kepalanya bertampang prihatin.

“Kau juga jangan sok tahu Akira!”

“Aku mengerti. Bukan sok tahu.”

“Kau sok mengerti. Padahal kau hanya iri denganku,” Uruha menyunggingkan senyum sinisnya.

“Whatever lah!” Reita mendengus menggulir bola matanya sedikit terpancing dengan kata-kata sahabat cantiknya itu. Padahal seorang Reita jarang-jarang terpancing emosinya, apalagi oleh Uruha. Dan yang paling menyebalkan adalah, dia tidak tahu harus merasa iri pada siapa? Mungkin untuk keduanya? Ya, sepertinya begitu.


☆ナチュラルセンス☆  (◕‿◕✿)


Saga tersenyum mengetuk-ngetuk jari telunjuknya di atas mouse dengan kedua bola matanya terlihat menikmati apa yang ia lihat. Mendadak member di wesitenya semakin bertambah dan banyak requestan yang masuk dengan meminta foto Uruha dan Ruki, tidak sedikit juga yang bertanya tentang kebenaran hubungan mereka. Ya, kebenaran. Karena Saga sudah lebih dulu menyebarkan gosip hubungan kedua makhluk itu di sekolah. Saat banyak teman-teman di kelasnya mengerumuninya menanyakan "apa sebenarnya hubungan mereka?" Saga hanya perlu mengatakan dua kata, "mereka homo" dan itu sudah cukup untuk membuat teman-teman sekelasnya itu meninggalkannya.

“Calon uang...” gumam makhluk berambut hazel itu sambil menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa.

Sudut bibirnya mengembang tipis sambil memejamkan mata. Entah kenapa tapi ia sedikit merasa senang melihat akhir-akhir ini Uruha seperti overprotektif terhadap Ruki. Sudah 3 hari ini Uruha menyeret teman minisnya itu ke kantin untuk makan bersama, bahkan Uruha sampai menjemput Ruki ke kelas saat jam pulang. Sedikit demi sedikit pangeran nomor satu BHS itu mulai membuang kegengsiannya yang tinggi dan sepertinya Ruki mulai terbiasa meski awalnya dia terlihat tidak nyaman.

TEEETT!!

Saga membuka matanya sontak melirik jam di dinding.

TEEEETTT!!!
TEEETT!!!

Hampir tengah malam.
Siapa orang yang lancang bertamu ke apartemen orang malam-malam begini?

TEEEEETTT!!!!

Merasa terganggu dengan suara bel yang seakan ditekan semakin kuat, Saga segera beranjak dari sofa menuju pintu apartemennya.

TEEEEETTTT!!!

“Berisik!” gerutu makhluk berambut hazel itu jengkel. Ia membuka kunci pintunya sedikit was-was kalau-kalau orang dibalik pintunya mungkin seorang perampok atau psikopat yang sudah banyak mengemon(?) yang ramai diberitakan di tv akhir-akhir ini.

“Hei...”

Dan sepertinya yang Saga temukan lebih buruk dari si emon.



☆T.B.C☆  (◕‿◕✿)

Wednesday, 17 June 2015

" Eiki ," MEJIBRAY Lyrics [ Indonesian Translation, Romaji, Kanji ]

Lyrics: Tsuzuku
Music : Tsuzuku
Single : 盈虧
Year : 2015



闇に消え朔の傘
Yami ni kie saku no kasa 
—payung awal tahun yang lenyap di kegelapan

声無き錘を抱いて
Koe naki omori wo daite
—tanpa suara, aku memeluk batangnya

手繰り寄せる 先無き糸は
Taguri yoseru saki naki ito wa 
—kutarik dan kukumpulkan benang tanpa ujung

「僕を隠せ」
"boku wo kakuse"
— "sembunyikan aku!"

左手に見えない手を取り
Hidari te ni mienai te o tori
—mengambil tangan tak kasat mata di tangan kiriku

心にはぼくの僕を…
kokoro ni wa boku no boku wo...
—dalam hati, dirikunya diriku (yang sesungguhnya)

「構想 裂傷 抹消」
"kousou  resshou  masshou"
—inisiatif, luka gores, pengikisan

「手にした “ビラクガンショウ”」
"te ni shita 'BIRAKUGANSHOU' "
—"pertunjukan pistol kesenangan cantik yang kudapatkan"

「最後に音をなくし 過去に泣くなら…」
"saigo ni oto wo nakushi kako ni naku nara..."
—"jika di akhir nanti ku menangisi masa lalu, kan kulenyapkan suaranya"

最初に見つけ出した甘いデザートでしょ?
saisho ni mitsuke dashita amai DEZA-TO desho?
—yang diawal mulai kutemukan, hidangan penutup yang manis, bukan?

愛想笑い「嘘ばかり」少し聴いてみて?
aisou warai "uso bakari" sukoshi kiite mite?
—senyuman ramah "hanyalah kebohongan" cobalah dengarkan aku sedikit?

満ちるたび吐き出す欲で欠けるばかり
michiru tabi hakidasu yoku de kakeru bakari
—saat kenyang ku hanya kekurangan hasrat tuk mulai meludah

「構想 裂傷 抹消 回想」
"kousou  resshou  masshou  kaisou"
—inisiatif, luka gores, pengikisan, ingatan"

見えてる?「ここが」
mieteru?  "koko ga"
—bisa kau lihat? "di sini"

「最後に夢をなくし 先を絶つなら…」
"saigo ni yume wo nakushi saki wo tatsu nara..."
—"jika di akhir nanti kupotong ujungnya*, melenyapkan mimpiku"

最初に求めていた眠るようなあたたかさ
saisho ni motometeita nemuru you na atatakasa
—yang diawal kuinginkan, kehangatan yang seperti tertidur

描いていた景色がまた何かに食い千切られ
egaiteita keshiki ga mata nanika ni kui chigirare
—pemandangan yang telah kugambar habis diiris oleh sesuatu lagi

求めた安らぎには大きな石が落ちて
motometeta yasuragi ni wa ooki na ishi ga ochite...
—kedamaian yang kuinginkan dijatuhi batu besar

「最後に音をなくし 過去に泣くなら…」
"saigo ni oto wo nakushi kako ni naku nara..."
—"jika di akhir nanti ku menangisi masa lalu, kan kulenyapkan suaranya"

最初に見つけ出したぼくの罪でしょ
saisho ni mitsuke dashita boku no tsumi desho?
—yang diawal mulai kutemukan, adalah dosaku kan?

「最後に夢をなくし 先を絶つなら…」
"saigo ni yume wo nakushi saki wo tatsu nara..."
—"jika di akhir nanti kupotong ujungnya*, melenyapkan mimpiku"

最初に求めていたぼくの罪でしょ「最後に」
saisho ni motometeita boku no tsumi desho "saigo ni "
—yang di awal kutemukan adalah dosaku bukan? "di akhir"



◆◆◆◆◆◆◆◆◆◆◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇

*Eiki (盈虧) : Konjugasi (Kedudukan pada fase bulan)
yaitu kedudukan bulan searah dengan matahari. Pada saat itu bagian bulan yang menghadap ke bumi gelap atau tidak tampak. Pada aspek ini dapat terjadi gerhana matahari, karena cahaya matahari yang menuju bumi terhalang bulan. Hingga kita tidak akan melihat bulan bercahaya.

Ini hanya seperti perumpamaan dalam suatu keadaan (^∇^)
*"Jika di akhir nanti kupotong ujungnya" , ujungnya di sini maksudnya nadi.

Tsuzuku mah da gelo pan? xD  ya begitulah~ begitulah~

Oh ya teman saia tanya, Mejibray artinya apa sih?
Duluu sih saia pikir Mejibray  "Magic Brain" xD ditulis pake kana. Tapi kemudian saia nemu pencerahan nih haha... yang saia tahu bahasa Jepangnya telinga kan "mimi - 耳" pas saia baca kamus kanji, 耳 ternyata bisa dibaca "Ji" xD dan saia sadar , di logo Mejibray kan ada "mata, telinga, otak." ME (目) - JI (耳) - BRAY (ブレイ)!!
Yatta!! (*^▽^*) jadi arti Mejibray itu ada di logonya.
Dan maksud dari "Mata, telinga, otak" ini minna pasti mengerti kan? Untuk menjadi sebuah band, harus bagus untuk dilihat, enak untuk didengar, dan lagu-lagunya harus masuk ke otak fans, liriknya harus cerdas xD mejibray band yang lagu-lagunya perlu banyak pengetahuan. Untuk saia sendiri karena translate lirik meji, jadi banyak nyari2 info tentang satu atau dua kata di lirik yang tidak saia ngerti dan hasilnya jadi menambah pengetahuan saia hho...


Kanji : rocklyric
Romaji : Peffy @Hiphopvomit
Indo Trans : by me (RuKira Matsunori)

Give credit if you repost this!

Monday, 15 June 2015

" Nostalgie ," Jupiter Lyrics [ Indonesian Translation , Romaji, Kanji ]

Lyrics : Hizaki
Music : Hizaki
Album : Classical Element
Year : 2013


胸を刺す痛みと 苦しみを抱えた日々
Mune wo sasu itami to kurushimi wo kakaeta hibi
—hari-hari memeluk kesedihan dan rasa sakit menusuk dada

時代に流された運命 真実を求め続け
(Toki) ni nagasareta (sadame) shinjitsu wo motome tsuzuke
—nasib yang mengalir oleh waktu, terus mengharapkan kebenaran

いつかの涙 溢れ出す
Itsuka no namida afuredasu
—air mata suatu hari akan mulai meluap

嘆きの声に欺きながら
Nageki no koe ni azamuki nagara
—sementara tipuan oleh suara ratapanmu

夢の中変わらぬ願いを信じて
Yume no naka kawaranu negai wo shinjite
—dalam mimpi, aku percaya keinginan yang tak kan berubah

今は 明日へ向かい旅たつ
Ima wa asu e mukai tabidatsu
—sekarang, akan kumulai perjalanan menghadapi hari esok

ミライ...消える事のない 
Mirai… kieru koto no nai 
—Masa depan... dimana tak ada yang kan hilang

この輝きが繰り返し闇を裂いて
Kono kagayaki ga kurikaeshi yami wo saite
—gemerlapan ini berulang kali memecah kegelapan

凛として 高らかな この精神よ 
Rinto shite takaraka na kono (kokoro) yo 
—hati yang keras bermartabat ini

辿り着く果てはノスタルジア
tadoritsuku hate wa ... Nostalgie
—akhir perjuangannya adalah... nostalgia

人と人が憎しみ合って 愛さえ憂い忘れた
Hito to hito ga nikushimi atte ai sae urei wasureteta
—seseorang dengan seseorang saling membenci, melupakan kesedihan bahkan cinta

色づく樹木の情景と
Irozuku (kigi) no joukei to
—bersama pemandangan pepohonan yang berganti warna

季節に 揺らめく風を感じ
Kisetsu ni yurameku kaze wo kanji
—aku merasakan angin bergoyang dalam musim

新しく 目覚えた祈りを叶えて
Atarashiku mezameta inori wo kanaete
—mengabulkan doa yang baru terbangun

いつか この場所へと 帰るよ
Itsuka kono basho e to kaeru yo
—suatu saat aku akan pulang kembali ke tempat ini

イマハ...二人離れても この生命が
Ima wa… futari hanaretemo kono (inochi) ga
—Saat ini meski kita berdua terpisah, hidup ini...

もう一度 夜を越える
Mou ichido yoru wo koeru
—sekali lagi kan lintasi malam

鮮やかに 輝いて あの宇宙へと 
Azayaka ni kagayaite ano (sora) e to ...
—ke langit itu yang bersinar dengan terang dan...

辿り着く果てはノスタルジア
Tadoritsuku hate wa... Nostalgie
—akhir dari perjuangannya adalah ... Nostalgia

未来を描く 白い粉雪に
Mirai wo egaku shiroi konayuki ni
—menggambarkan masa depan di serbuk salju putih

降り積もる想いに今 夢見て
Furitsumoru omoi ni ima yume mite
—dalam perasaan yang jatuh menumpuk, sekarang bermimpilah!




◆◆◆◆◆◆◆◇◇◇◇◇◇◇
*Nostalgie = Nostalgia (bahasa Prancis)

Lirik romaji yang berada dalam tanda () berarti kanji yang tertulis di buklet lirik berbeda dengan yang Zin ucapkan.
1. Di booklet tertulis (Jidai- jaman) tapi Zin mengucapkan (Toki-waktu)
2. Di booklet tertulis (Unmei-takdir) tapi Zin mengucapkan (Sadame-nasib)
3. Di booklet tertulis (Seishin-semangat) tapi Zin mengucapkan (Kokoro-hati)
4. Di booklet tertulis (Jumoku-kayu) tapi Zin mengucapkan (Kigi-pepohonan)
5. Di booklet tertulis (Seimei-hidup) tapi Zin mengucapkan (Inochi-kehidupan/hidup)
6. Di booklet tertulis (Uchuu-alam semesta) tapi Zin mengucapkan (Sora-langit)

Saia suka sekali lagu ini... xD
Awalnya karena ekhm.. ehe , itu ... ada yang suka ,terus saia coba dengerin dan dengerin dan ketularan laaahh...


Kanji : @rocklyrics
Romaji : @Nautiljon
Indonesian Translation : by me (RuKira Matsunori)

Give credit if you repost this!

Sunday, 14 June 2015

" Forever With You ," Jupiter Lyrics [ Indonesian Translation, Romaji, Kanji ] 

Lyrics : Teru
Music : Teru
Album : Classical Element
Year : 2013



僕の瞳に 映る君の横顔
Boku no hitomi ni utsuru kimi no yokogao.
—di bola mataku terpantul paras  wajahmu

あたたかな陽の光浴びて
Atataka na hi no hikari abite.
—hari yang hangat bermandikan cahaya

Ah 想いを巡らせている
Ah... Omoi wo megurasete iru.
—Ah, aku dikelilingi perasaan

戸惑う日々に 会えないせつなさ ごめんね
Tomadou hibi ni aenai setsuna sa gomen ne...
—hari-hari kebingungan, penderitaan karena tak bisa bertemu, maaf ya...

「ずっとそばにいて」涙で濡れた君 抱きしめ
"Zutto soba ni ite", namida de nureta kimi dakishime.
—"teruslah disampingku" kan kupeluk dirimu yang basah oleh air mata

いつも 手探りで愛の形を 求め合って
Itsumo tesaguri de ai no katachi wo motome atte
—kita selalu mengharapkan bentuk cinta dengan meraba-raba

そして 全てを乗り越えていこう 君と二人で
Soshite, subete wo norikoete ikou kimi to futari de.
—dan marilah kita mengatasi semuanya, berdua denganmu

共に喜び悲しみ わけ合おう笑顔も涙も
Tomo ni yorokobi kanashimi wakeaou, Egao mo namida mo.
—mari saling berbagi kesedihan dan kegembiraan bersama, juga air mata dan senyuman (wajah tersenyum)

ありがとう ささやかな幸せを
Arigatou sasayaka na shiawase wo
—terimakasih untuk kebahagiaan sederhana ini

君といつまでも
Kimi to itsu made mo.
—selamanya bersamamu

もう遠く長い道に迷ったとしても
Mou tooku nagai michi ni mayotta to shite mo
—meski kita tersesat di jalan panjang nan jauh lagi

振り返れば 確かに歩んだ二人の軌跡
Furikaereba tashika ni ayunda futari no kiseki.
—melangkahlah dengan pasti, jika kita menoleh (disana) keajaiban kita berdua

どこまでもいつまでもこの想い忘れはしない
Doko made mo, itsu made mo kono omoi, wasure wa shinai.
—sampai dimanapun, sampai kapanpun, perasaan ini tak kan kulupakan.

生まれ変わる君と僕共に誓い生きよう
Umarekawaru kimi to boku, tomo ni chikai ikiyou.
—terlahir kembali kau dan aku, mari kita hidup berdekatan bersama

大切な事は 目の前にいつもある君を抱きしめて
Taisetsuna koto wa me no mae ni itsumo aru kimi wo dakishimete.
—sesuatu yang penting selalu ada di depan mata, memelukmu

愛してる 全て守り続ける時を超えて
Aishiteru subete mamori tsuzukeru, toki wo koete.
—aku mencintaimu, kan terus kulindungi segalanya, melintasi waktu.

共に喜び悲しみ わけ合おう笑顔も涙も
Tomo ni yorokobi kanashimi wakeaou, Egao mo namida mo.
—mari saling berbagi kesedihan dan kegembiraan bersama, juga air mata dan senyuman (wajah tersenyum)

ありがとう ささやかな幸せを
Arigatou sasayaka na shiawase wo
—terimakasih untuk kebahagiaan sederhana ini

君といつまでも
Kimi to itsu made mo.
—selamanya bersamamu



☆☆☆☆☆☆☆★★★★★★★

Hmm... haduuhh sakit gigi !!! amis teuing aduh aduh xD wkwk *gigit paha Teru*


Kanji : rocklyrics
Romaji : Nautiljon
Indo Trans : by me ( RuKira Matsunori )


Give credit if you repost this!!

" MONEY ," DADAROMA Lyrics [ Indonesian Translation, Romaji, Kanji ]

Lyrics : Yoshiatsu
Music : Takashi
Single : 溺れる魚
Year : 2014


抜け殻スーツ山の手
Nukegara SU-TSU yamanote
—bercangkangkan jas kota

道に倒れた老人 見ないフリ
Michi ni taoreta roujin minai FURI 
—pura-pura tak melihat tua bangka jatuh di jalan

カビだらけイデオロギーここは大都会東京
KABI darake IDEOROGII koko wa daitokai Tokyo
—ideologi berlumuran lumut, di sinilah kota besar Tokyo

諭吉一枚 JK 午前二時過ぎ渋谷ハチ公前
Yukichi ichimai JK gozen niji sugi shibuya HACHIKOU mae
—JK* demi selembar Yukichi* lewat jam 2 pagi (berdiri) di depan Hachiko* Shibuya

青くなった鶏肉上出来な皮肉だね「ハッピーセット」
aoku natta toriniku joudeki na hiniku da ne (HAPPI- SETTO)
—daging ayamnya sangat bagus ironisnya ia sudah membiru "Happy Meal"*

it's simple MONEY GAME (4x)
— Ini adalah permainan uang sederhana

右肩上がり税金温泉旅行政治家泣き落とし
Migikata agari zeikin onsen ryokou seijika nakiotoshi
—Pajak onsen* melonjak naik, penurunan tangisan para politisi wisata

バイト全員ボイコットここはお,も,て,な,し日本
BAITO zen'in BOIKOTTO koko wa o,mo,te,na,shi nihon
—pemboikotan semua byte, di sinilah Jepang tan, pa, mu, ka

(Nice Funny Joke!)
— Lelucon lucu yang menyenangkan

It's simple MONEY GAME (4x)
—ini adalah permainan uang sederhana

Are your one? (For the MONEY!) 3x
—apakah satu-mu ? "untuk uang!"

Two, for the SEX? Three, for the LOVE?
—dua, untuk sex? tiga, untuk cinta?

Are your one? ( For the MONEY!) 3x
—apakah satu-mu? "untuk uang!"

Two, for the SEX? Three, for the LOVE?
—dua, untuk sex? tiga, untuk cinta?

Please let honest opinion.
—Silahkan berpendapat yang jujur

(Fuck You!)

金で買えない物ってなんだったんだろう
Kane de kaenai mono tte nan datta n'darou
—Apakah sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang?

僕たちはただ 欲望のまま
Bokutachi wa tada yokubou no mama
—Tetaplah hanya keinginan kita saja

子供のころ抱えてた 宝物も
Kodomo no koro kakaeteta takaramono mo
—Bahkan sesuatu berharga yang kita peluk semasa kecil

今じゃガラクタに見えて
Ima ja GARAKUTA ni miete
—Sekarang terlihat seperti kotoran

(Back to ☆)



◆◆◆◆◆◆◇◇◇◇◇◇
*JK : singkatan dari Joshi Kosei (Siswi pelajar SMA) bukan Jusuf Kalla xD *oi* yang biasanya digunakan untuk menyebut kegiatan komersil siswi-siswi di bawah umur.
*Yukichi (諭吉) : sebutan untuk Fukuzawa Yukichi (福澤 諭吉) adalah seorang penulis, ahli rangaku sekaligus samurai domain Nakatsu, penerjemah, pengusaha, pengajar yang mendirikan Universitas Keio. Orang bersejarah di Jepang. Sosoknya bisa ditemukan di uang 10.000 yen xD (jadi satu lembar Yukichi disini maksudnya satu lembar uang 10rb yen)
*Hachikou : patung anjing di pusat Shibuya (tahu lah ya Hachiko xD si anjing setia)
*Happy Meal : paket makan dari McDonald, orang Jepang nyebutnya Happisetto.
*Onsen : Tempat pemandian air panas.


Karena uang seseorang jadi sombong dan acuh terhadap sesama, demi uang siswi-siswi sekolah menjual diri, demi uang penjual makanan menghalalkan segala cara agar lebih untung. Semua karena dan demi uang...
Dan dijaman sekarang ini, tak ada yang tak bisa dibeli dengan uang. Yah yahh kira-kira begitu maksud Yoshiatsu hho xD




Kanji+Romaji : @Hiphopvomit
Indonesian Translation : By me (RuKira Matsunori)

Give credit if you repost this!
http://gazerukira.blogspot.com

" Oboreru Sakana " DADAROMA Lyrics [ Indonesian Translation, Romaji, Kanji ]

Lyrics : Yoshiatsu
Music : Takashi
Single : 溺れる魚
Year : 2014


(Farewell)
—Selamat tinggal

透き通った水槽の世界
Sukitootta suisou no sekai
—Dunia akuarium yang jernih

零した墨はもう掬えない
Koboshita sumi wa mou sukuenai
—tinta tumpah maka sudah tak bisa tersaring lagi

魚たちはくちを広げて それに浸かっているんだ
Sakana tachi wa kuchi o hirogete, sore ni tsukatteiru n'da
—ikan-ikan membuka mulutnya dan tenggelam di dalamnya

金で買える事実並べられた模型
Kane de kaeru jijitsu naraberareta mokei
—kebenaran bisa dibeli dengan uang, (barang) bajakan dijejer

馴れ合いの踏み台痛くないくせに
Nareai no fumidai itakunai kuse ni
—alas pijakan persekongkolan, kebiasaan yang tak sakit

(The definition of the freedom to force
People who cannot notice manipulated stop talks! 
No, I am.)
—Definisi kebebasan memaksa orang-orang yang tak bisa dimanipulasi pemberitahuan berhenti bicara. Aku mah tidak!

溺れる魚 水槽の中
Oboreru sakana suisou no naka
—Ikan tenggelam dalam akuarium

鳥かごの鳥 窮屈な空
Torikago no tori kyuukutsu na sora
—burung dalam sangkarnya, langitnya sempit

いつしか僕ら 気づかないまま愛も憎しみも
Itsu shika bokura kizukanai mama ai mo nikushimi mo 
—Kita tetap tak juga sadar, cinta dan juga benci

消えて 消えて暗い ただ ただ ただ
Kiete kiete kurai tada tada tada
—lenyap, lenyap, hanya gelap... hanya...hanya...

テレビに映る 綺麗な物が
TEREBI ni utsuru kirei na mono ga
—Terpantul dalam televisi, hal-hal yang cantik

僕たちの目を 悪く するんだ
Bokutachi no me o waruku suru n'da
—yang memperburuk (mencemari) mata kita

僅かに残る温もりにさえ値をつけるのだろう
Wazuka ni nokoru nukumori ni sae ne o tsukeru no darou
—bahkan untuk kehangatan yang sedikit tertinggal, mereka menaruh harga kan?

消えて 消えて暗い ただ ただ ただ
kiete kiete kurai  tada  tada  tada
—lenyap, lenyap, hanya gelap, hanya ... hanya...

(The definition of the freedom to force
People who cannot notice manipulated stop talks! 
No, I am.)
—Definisi kebebasan memaksa orang-orang yang tak bisa dimanipulasi pemberitahuan berhenti bicara. Aku mah tidak!

溺れる魚 水槽の中
Oboreru sakana suisou no naka
—Ikan tenggelam dalam akuarium

ライトの上に 積もった埃
RAITO no ue ni tsumotta hokori
—debu yang menggunduk di atas cahaya

スーツのそれは 偉そうにして
SU-TSU no sore wa erasou ni shite
—Dengan berjas mereka melakukan kepentingan pribadi

英雄を名乗りここが ここがすべて?
Eiyuu o nanori koko ga koko ga subete?
—memperkenalkan diri sebagai pahlawan, di sini, di sini, semua?

飛行機が落ちて たくさん死んで
Hikouki ga ochite takusan shinde
—pesawat jatuh, banyak yang meninggal

テレビの数字 明日には忘れ
TEREBI no suuji asu ni wa wasure
—siaran televisi yang esoknya terlupakan

幼なじみの よく遊んだ子自殺したってさ
Osananajimi no yoku asonda kojisatsu shita tte sa 
—orang yang sering bermain semasa kecil, melakukan bunuh diri

可哀想 そうね名前も思い出せない
Kawaisou sou ne? Namae mo omoidasenai
—sangat menyedihkan ya? bahkan namanya sudah tak ingat

さあ 夜には 眠ろう明かり消して
Saa yoru ni wa nemurou akari keshite
—jadi, marilah kita tidur dalam malam, padamkan cahaya

本当の人は 欲望は 世界は
Hontou no hito wa yokubou wa sekai wa 
—orang yang sungguh-sungguh , keinginannya, dunianya

夜、蠢く「おやすみ」
Yoru ugomeku "oyasumi"
—Malam menggerakkan kita "selamat malam (istirahat)"




♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
*Oboreru Sakana ( 溺れる魚 ) = Ikan tenggelam

Hoho~ Saia jatuh cinta pada band Dada(bang)roma(irama) ini sejak pertama denger lagu ini!!! Maklum, karena saia penyuka musik-musik gelap dan berat semacam ini, lagipula suasana yang dirasakan juga beda, judulnya unik lagi... xD saia denger-denger liriknya juga keren, ya tentang realita. Meski awal denger-denger saia cuma nangkap dikit-dikit tapi udah kebaca, kebayang ini tentang apa xD dan menurut saia pv-nya keren! pas baru pertama keluar juga langsung dapet views banyak dalam waktu yang cukup singkat.

minna juga pasti sudah bisa menangkapnya kan?
Ini tentang dunia kita yang sudah kotor. Mockingbird atau campur tangan penguasa/oknum tertentu atas infornasi yang kita terima untuk kepentingannya sendiri, pemberitaan yang dipalsukan, disaring, untuk pihak2 yang berkuasa bila ada kasus besar maka dengan memberikan sejumlah uang ke media maka media akan menghentikan pemberitaan dan akhirnya mengecoh masyarakat dengan membesar-besarkan berita lain yang tak penting (pernikahan artis aja digede-gedein :v #ups) hingga isu yang seharusnya penting jadi terlupakan. Contohnya saja kasus bank Century, kasus yang melibatkan petinggi-petinggi negara itu bagaimana penyelesaiannya? dan masih banyak juga kasus-kasus yang lain. Itu contoh di negara kita dan di Jepang juga mungkin banyak hal yang serupa , bahwa "kane de kaeru jijitsu" kebenaran bisa dibeli dengan uang.

Oh ya! Takashi milik saia!!!!ヾ(*´∀`*)ノ


Kanji + Romaji : @Hiphopvomit
Indonesian Translation : By me (RuKira Matsunori)

Give credit if you repost this!!
http://gazerukira.blogspot.com