Search + histats

Wednesday, 7 April 2010

ai no kusari

Title : Ai no Kusari

author : bininya Sasuke

Disclaimer : paman saia?

Rated : M Whehe. . .XD (padahal 'T')

genre : romance/friendship

warning : OOC (dikit mungkin),abal dan aneh . . . .Fufufu~

~*~ (pindah latar)
-*- (flashback : on)
=*= (flashback : off)
'. . .' (batin)
". . ." (dialog)


Tatapannya

Ucapannya

sikapnya


Dingin.


Tapi,aku tak bisa mengalihkan pandanganku darinya.

~*~

Pagi yang cerah.

Dipagi hari semua anak sekolah berangkat sekolah ada yang memang serius untuk belajar,ada yang memang senang berangkat sekolah karena mau bertemu teman-temannya ataupun pacar.Ada pula yang hanya untuk mendapatkan uang jajan dari orang tuanya terpaksa berangkat sekolah.Lh0o. . . .??

Berbeda dengan gadis berambut pink yang satu ini,ia tampak tak bersemangat.Ia berjalan gontai menyusuri koridor sekolah,mata emeraldnya tampak layu seperti sehabis menangis semalaman.

Sebenarnya tadi pagi ia bermaksud untuk tak masuk sekolah hari ini,karena ia tak Ingin teman-temannya melihat keadaannya yang kusut saat ini karena 'kejadian kemarin'.Namun Ibunya tetap memaksanya masuk sekolah.'Untuk apa bayar Spp kalau kau malas sekolah',itulah kata-kata bunda sang gadis sebelum menendang anaknya keluar rumah.

Gadis rambut pink itu menghela nafas panjang,apa boleh buat kalau sudah ditendang begitu.Kalau tetap memaksa tak masuk sekolah juga bisa-bisa ibunya mengusirnya dari rumah.

BRUK!

"aduduh!"

"eh gomeeen,daijoubu ka?"

merasa mengenal suara orang yang baru saja bertubrukan dengannya,gadis itu mengangkat wajahnya,"Naruto?"

"hhe"

Pagi gadis pink itu disambut dengan cengiran khas si rambut Nanas yang menampilkan sederetan gigi (super) putihnya."ohayou Sakura chan"

Sakura menatap Naruto dengan malas,"Ohayou gozaimasu",Lalu Sakura melangkahkan kakinya untuk melanjutkan perjalanannya menuju kelas.Bahkan cengiran si rambut nanaspun tak sanggup membuat Sakura tersenyum saat ini.

Sakura berjalan melewati Naruto,namun tiba-tiba tangan Naruto menarik tangan kanan Sakura hingga Sakura menghentikan langkahnya.Mengarahkan pandangannya ke arah Naruto dan menatap laki-laki itu heran,"ada apa Naruto?"

Naruto menatap gadis yang pergelangan tangan kanannya ia genggam,"Kelihatannya cewek cinta pertamaku ini sedang ada masalah,Ceritakanlah padaku?",ujar Naruto tersenyum sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Sakura.

Sakura membelalakan matanya lalu meninju perut Naruto pelan,"NARUTO!! Apa-apaan kau? Kalau Hinata dengar. . ."

"hoho. . .Kenapa Hinata? Dia baik kok tidak akan marah padaku,lagipula dia tau kan",cengiran Naruto semakin mengembang membuat Sakura mendengus kesal."kemarin Sakura menyatakan perasaan pada Sasuke?",Sakura membelalakan matanya terkejut,bagaiman Naruto bisa tau?"aku mendengarnya dari Hinata,Bagaimana?",tanya Naruto penasaran

Sakura menghela nafas panjang,seharusnya ia tak heran Naruto mengetahuinya.Hinata paling tak bisa menyembunyikan sesuatu dari Naruto.

"sakura?"

"kau tak lihat,aku lagi patah hati sekarang?"

Naruto yang menatapnya penasaran cukup lama mencerna kata-kata Sakura sampai akhirnya dia mengerti.kini tatapannya berubah jadi rasa iba pada gadis yang pernah dicintainya itu.

Merasa ada tatapan iba yang menjurus padanya Sakura memelototi Naruto.Ia tak suka dikasihani,apalagi kalau itu oleh si jail Naruto."jangan menatapku begitu BODOH!! Aku tak apa-apa.Aku ke kelas ya",Lalu Sakura menepuk bahu Naruto dan melempar sedikit senyum pada laki-laki yang selalu mengkhawatirkannya itu.Kemudian ia melangkahkan kakinya menuju kelas.

Naruto hanya menatap punggung gadis bersweater pink itu melenggang pergi semakin jauh darinya.

"bohong! Tidak apa-apa bagaimana?",guman Naruto tersenyum kecut.Ia mengerti sekali perasaan gadis itu saat ini,karena ia juga pernah merasakannya.

-*-

"AKU MENYUKAI SASUKE"

". . . . ."

Gadis berambut pink itu tampak berusaha menatap sang pemilik mata onyx dihadapannya,Padahal wajahnya sudah merah padam.

Namun tak ada perubahan ekspresi dari wajah sang pemilik mata hitam pekat itu.Tidak ada ekspresi wajah heran,aneh,apalagi terkejut memancar dari wajahnya.Ekspresinya tetap sama seperti saat si gadis belum menyatakan perasaannya,sama seperti saat sang gadis memaksa mengajaknya untuk bicara berdua di belakang sekolah,sama seperti saat sang gadis selalu memperhatikannya diam-diam,sama seperti saat sang gadis pertama kali bertemu dengannya.Ya,memang selalu seperti itu,seakan dia tak mempunyai ekspresi wajah yang lain.

"kau memaksaku hanya untuk mengatakan itu?",ujarnya malas,sambil melangkahkan kakinya bermaksud untuk pergi.

"tu-tunggu Sasuke,aku menyukaimu!",kata-kata Sakura membuat laki-laki bernama Sasuke itu menghentikan langkahnya dan ia menoleh pada Sakura,menatap mata emerald Sakura lekat.

"terus kau mau apa kalau menyukaiku?",ujarnya dengan nada dingin.

"A-AKU INGIN SASUKE JADI PACARKU!!",Sakura memejamkan matanya,mengantisipasi kemungkinan Sasuke akan memelototinya(hha tapi itu tidak mungkin)

"Pacaran?Kau bilang ingin aku jadi pacarmu?"

"a-aku. . ."

"egois sekali"

"a-apa?".Sasuke melangkahkan kakinya mendekati Sakura.Dan mendekatkan wajahnya ke wajah Sakura,sampai Sakura bisa merasakan nafas Sasuke diwajahnya.

"maksudmu berkencan,berpelukan,berciuaman dan bermesraan?Itukan yang biasa dilakukan orang pacaran?Heh?",Lagi-lagi pandangan kosong itu mengarah pada Sakura.Rasanya Sakura ingin menghilangnya saja saat mata emeraldnya bertemu dengan sang onyx yang disana sama sekali tak terpantul bayangan dirinya.Kalau dimatanya saja tak ada dirinya,apalagi dihatinya.Sakura takut untuk menerima kenyataan itu.

"aku bisa melakuan semua itu tanpa kita harus pacaran.Aku benci dengan ikatan egois yang kau namakan pacaran itu.Menjijikan!"Sakura tertegun dengan apa yang dikatakan Sasuke,laki-laki yang selalu ia kagumi sejak dulu.Sejak ia sekelas dengan laki-laki itu setahun yang lalu." Aku benci harus dimiliki siapapun! ",Sakura mematung ditempatnya berdiri,ia tak percaya mendengar kata-kata dingin dari orang yang selama ini diperhatikannya.

Sakura tau Sasuke berbeda dari laki-laki kebanyakan.Ia tak pernah melihat Sasuke memperhatikan anak perempuan padahal banyak anak perempuan yang tergila-gila padanya.Namun itulah yang membuat Sakura selalu mengaguminya.

Hari ini ia memberanikan diri untuk mengungkapkan semua yang selalu ia rasakan pada laki-laki emo itu.Ditolak sekalipun ia sudah siap,tapi ia tak pernah menyangka kalau Sasuke sedingin ini.Ia sampai membeku rasanya berhadapan dengan Sasuke,laki-laki itu seperti tak punya perasaan sama sekali.

"sasuke. . . ."

Sasuke tak menggubris kata-kata yang hendak Sakura ucapkan.Ia melangkahkan kakinya beranjak pergi dari tempat itu.Namun Sakura menghentikannya dan menghalangi Langkah laki-laki itu dengan berdiri di depannya.

Sasuke menatapnya malas,"ada apa?"

Sakura meremas ujung seragamnya khawatir dengan apa yang hendak ia katakan,"Sa-sasuke,aku. . .Aku ingin punya kenangan indah denganmu sekalipun kita tidak pacaran",ujar Sakura yang tampaknya mulai gemetar.Ia sendiri tak mengerti apa yang baru saja ia katakan,Sakura hanya bicara sesuai apa yang dikatakan hatinya.

"cih! Kau gampang sekali ditebak!"

". . . ."

"aku tak berminat padamu! Pergilah!"

Sakura hanya bisa meteskan air matanya yang sudah tak terbendung lagi dan berdiri membeku.Sakura menyesali semua kata-katanya yang mungkin membuat Sasuke membencinya.

Ia,Sasuke benar-benar membencinya sekarang.

=*=

"kenapa kau tak menghubungiku ataupun Hinata kemarin,aku kan penasaran dan khawatir!",rengek gadis bercepol itu pada Sakura,teman sepermainannya sejak masuk SMU."HEEEEEEEEEIIIIIII!!"

Hinata terkikik memperhatikan Tenten yang sedari tadi nyerocos tapi Sakura tak mendengarkannya,ia malah asik melamun.

"SAKURAAA!!"

"ah,iya?"

"-ah iya- katamu?Dari tadi aku ngomong kau anggap apa?",Tenten mulai naik darah.Sakura hanya bengong seakan bilang -kapan kau ngomong padaku?-

"Sakura,jadi bagaimana dengan Sasuke?",tanya Hinata dengan senyum lembut menghiasi wajah putihnya.

Pertanyaan Hinata mengingatkan Sakura akan kejadian kemarin.Kejadian yang membuatnya tak bersemangat untuk melakukan apapun,bahkan mungkin tak bersemangat untuk hidup.Berlebihankah? Tapi perasaannya pada Sasuke mungkin memang sebesar itu.

Sakura menggeleng kepalanya pelan.

Satu gelengan saja rupanya sudah cukup membuat Kedua temannya mengerti.Mereka yang menatapnya dengan penuh rasa penasaran kini berubah mimik jadi penuh rasa kasihan.

Sakura memaksakan diri untuk tersenyum,"hei,jangan kasihani aku! Aku tak apa-apa",ujarnya sambil menepuk bahu kedua temannya,Tenten dan Hinata.

"bodoh!Jangan memaksakan diri begitu! Kami tau sebesar apa perasaanmu pada Sasuke!",Hinata mengangguk-angguk mengiyakan perkataan Tenten.Sakura terharu dengan perhatian kedua teman baiknya itu.

"aku tau kau sedang terluka saat ini,kalau mau menangis-menangislah,hiks",ujar Tenten sambil mengambil sapu tangan dari tasnya,"hiks. . .Mungkin Sasuke menolakmu karena jidatmu kelebaran Sakura,hiks. . .hiks Srooott!"

"a-apa kau bilang?",rasa haru pun berubah jadi kejengkelan dalam diri Sakura.

Tak!

"aww! Kenapa kau menjitakku?",rintih Tenten pada Sakura dihadapannya yang sudah memasang tampang membunuh.

"dasar cepol cepot!"

"apa? Jidatmu urus dulu tuh,biar Sasuke berubah pikiran gyahaha"

"tenteeeeeeeeeeeeeeeeen!"

Hinata hanya bisa melihat kedua sahabatnya yang tampaknya akan memulai perang jambak menjambaknya sebentar lagi.

Teman.

Ya,hanya saat bersama kedua temannya inilah Sakura bisa melupakan semua masalah yang membebaninya.Termasuk perasaannya pada Laki-laki mantan teman sekelasnya dulu.

~*~

"Sasuke,kau menolak Sakura?"

"Hn"

"woi,aku gak butuh jawaban -Hn- mu!!"

Sasuke mendelik ke arah teman sebangkunya yang berisik.Beberapa saat,kemudian ia kembali mengalihkan pandangannya ke buku yang sedari tadi ia baca.Pertanyaan penuh nafsu Naruto adalah pengganggu waktu membacanya hari ini.

Merasa diacuhkan,Naruto merebut buku yang dipegang dan dibaca Sasuke.Sasuke benar-benar merasa terganggu saat ini,"DOBE BODOH!! Apa-apaan sih kau ini?"

"JAWAB PERTANYAANKU TEME!!Atau buku ini kusita",mata onyx Sasuke bertemu mata safir Naruto.Mereka betatapan cukup lama sampai tampak keluar aliran-aliran listrik dari mata mereka masing-masing.

Teman-teman sekelas mereka yang melihatnnya hanya bisa mengernyitkan dahi.Sudah biasa rasanya mereka melihat pertengkaran si berisik dan pangeran es itu.

Sasuke mengalihkan pandangannya ke jendela dan mendengus kesal.Perang tatapan yang berlangsung beberapa menit itu akhirnya dimenangkan si berisik Naruto.

Naruto mengembungkan pipinya,kesal dengan sikap teman sejak kecilnya yang kelewat acuh tak acuh."teme! Kenapa kau menolak Sakura?Kau tau sendirikan perasaan Sakura padamu adalah sungguh-sungguh"

"Hn",Sasuke masih asik menerawang jauh keluar jendela dengan kedua tangan menyangga dagunya

"Aaaaaaaaaaaaarrgh Teme! Lama-lama aku bisa mati kejengkelan kebanyakan denger -Hn- an mu itu!!",gerutu Naruto jengkel.

Sasuke menghela nafas untuk kesekian kalinya hari ini akibat kelakuan teman sebangkunya,"perempuan itu yang menolakmu dulu kan?Kenapa terus-terusan kau belain dia?",ujar Sasuke tanpa mengalihkan pandangannya.

"i-itu masa lalu teme! Aku sudah punya Hinata sekarang",ujar Naruto malu-malu.

"cih! Sudah pernah aku bilang kan,aku benci perempuan! Jangan libatkan aku dengan apapun yang berhubungan dengan perempuan!!",Ucap Sasuke.Ia beranjak dari duduknya,merebut bukunya dari tangan Naruto dan bermaksud untuk pergi.

"Teme! Tidak semua perempuan itu seperti yang kau pikirkan!",seru Naruto.suara berisik Naruto membuat Sasuke mendelik padanya.

"pada kenyataannya,semua perempuan yang berhubungan denganku pasti sama! Menjijikan! Sama seperti wanita itu",Mata Sasuke memancarkan kemarahan.Naruto tak bisa lagi berkata apa-apa,mengingat apa yang pernah dialami Sasuke,wajar ia trauma.Sasuke melenggang berjalan keluar kelas dan meninggalkan Naruto dibangkunya sendirian.

"teme bodoh! Sakura benar-benar menyayangimu"

~*~

Kriing~
kriing~
kriiiing~

Bel pulang telah berbunyi,semua anak sekolah SMU Konoha diperbolehkan untuk pulang.Terdengar suara berisik dari setiap kelas tanda kegembiraan siswa-siswi yang akhirnya bisa bebas dari tekanan yang namanya pelajaran.

Hari ini Kelas Sakura dkk mendapat tugas dari Kakashi sensei sang guru matematika untuk mengerjakan soal sebanyak 50 soal.Tentu saja semua anak dikelas Sakura pada Shocking berat dan saling bergerutu dalam hati.

Kakashi sensei adalah guru yang murah senyum sebenarnya,dan agak sedikit hentai wikikik.Dan dia cukup tampan(kalau dilihat dari pluto) untuk ukuran lelaki yang sudah beruban(?).Dia baik pada setiap murid yang baik.Tapi monster bagi anak-anak yang nakal dan suka mengeluh kalau dikasih tugas.Jadinya,anak-anak dikelas Sakura hanya bisa menggerutu dalam hati saat kakashi sensei memberi mereka tugas.

"haduuuh! Masa soal sebanyak ini harus sudah dikumpulin besok,gila tu guru! Aww!"

Sakura dan Hinata menatap tenten heran,"kenapa kau?",tanya Sakura.

"rasanya tadi ada yang melemparku dengan batu kerikil,dikepalaku",jawab Tenten sambil mengusap-usap kepala bagian belakangnya.

Sakura dan Hinata saling bertatapan satu sama lain.Mereka merasa tak melihat apapun.

Sekarang 3 cewek sekawan itu berjalan di koridor hendak untuk pulang ke rumah Hinata,mereka berencana untuk kerja kelompok di rumah Hinata.Sebenarnya ini adalah keputusan sepihak dari Tenten yang memang sengaja agar ia bisa bertemu dengan Neji si cowok rambut sunsi*k kakak sepupu Hinata yang menumpang dirumahnya.

Saat mereka sedang asik bercanda,Tiba-tiba pandangan mata Sakura menangkap 2 sosok laki-laki yang amat dia kenal berjalan berlawanan arah dengannya.

Tidak! Yang menarik perhatian Sakura adalah 1 sosok laki-laki disamping laki-laki berambut nanas.Laki-laki berambut emo dengan tatapan super dinginnya.Laki-laki yang selalu ia rindukan namun tak ingin ia temui saat ini.

"Hinata!",Seru Naruto sambil melambai-lambaikan tangannya.Sedangkan Yang jadi sasaran seruan Naruto malah menundukan wajahnya malu-malu.

Naruto dan Sasuke semakin mendekat kearah Sakura dkk.Sakura berusaha mengalihkan pandangannya pada Sasuke kearah lain.Ia masih belum siap untuk melihat mata onyx Sasuke saat ini.Ingin rasanya Sakura berlari saat ini,Naruto tengah ngobrol asik dengan Hinata.Di sebelah Naruto lebih tepatnya dihadapan Sakura,Sasuke berdiri saat ini.

'tak ada rasa bersalah atau apapun'

Padahal Sakura begitu gugup bertemu dengannya setelah kejadian penolakan itu.Tapi Sasuke tampak santai bertemu dengannya,bahkan seakan tak pernah terjadi apa-apa diantara mereka.

'kau licik Sasuke!'

~*~

Sudah hampir 2 jam Sakura,Tenten dan Naruto menghabiskan waktu mereka di rumah Hinata yang super megah.Hinata memang anak orang yang terpandang di Konoha.Sang pemilik perusahaan terkemuka di Konoha Hyuuga corp.Namun Hinata tetap rendah hati bahkan mencintai Naruto yang hanya anak seorang pegawai negeri kecil.

"fiuh~baru selesai 15 soal,bagaimana bisa selesai besok? Dasar guru itu memang an,aduh!"

"ada apa lagi Tenten?",tanya Sakura heran,melihat Tenten yang tiba-tiba meringis.Begitupun Naruto dan Hinata.

"rasanya tadi ada yang melemparku dengan sandal",jawab Tenten yakin.Sakura hanya menggenggeleng-gelengkan kepalanya,tentu saja tidak ada yang seperti itu.Sakura mulai merasa Tenten sering berhalusinasi.

Tenten tampak celingak-celinguk,seakan mencari sesuatu.Lalu ia perlahan mendekatkan dirinya dengan Hinata.Naruto yang asik mengobrol dengan Hinata,melihat Tenten mendekati Hinata,Narutopun merasakan hawa pengganggu mendekat.Naruto memelototi Tenten namun orang yang dipelototin malah tak menggubris.

"Hinata,Neji kok belum pulang juga sih?Emang dia pulangnya suka jam berapa?",tanya Tenten pada si mata lavender.Naruto mendengus melihat Tenten berbisik-bisik dengan pacarnya.

Hinata tersenyum pada Tenten yang tampaknya sedari tadi selalu gelisah menunggu kepulangan Neji,kakak sepupu Hinata,"pulangnya Neji niisan tak tentu,lagipula sekarangkan kelas 3 sedang sibuk-sibuknya untuk mempesiapkan UAN 2 bulan lagi",jelas Hinata pada Tenten yang sudah cemberut.Naruto terkikik.

Sakura tampak asik mengerjakan sisa soal matematika dari Kakashi sensei.Sakura adalah orang terpintar kedua diantara dia dan 2 kawannya.Bila Hinata mendapat juara 1 di kelas,maka Sakura adalah sang juara ke-3.Maka ia lumayan bisa mengerjakan soal Mtk itu.

Naruto kali ini asik menyantap kue yang disuguhkan Hinata,sesekali melirik sedikit ke arah Sakura yang serius berusaha memecahkan soal.Kemudian tersimpul senyum di wajah Naruto.Lalu ia berpindah duduk dari samping Hinata dan duduk di samping Sakura.

Hinata menyadari pacarnya kini tak disampingnya lagi,melainkan duduk bersebrangan dengannya,di samping sahabat sekaligus cinta pertama kekasihnya.Hinata tau Naruto selalu meyakinkan dirinya bahwa dia sudah tak mencintai gadis bermata emerald itu.Namun bohong rasanya kalau dia tak cemburu melihat Naruto dan Sakura berdekatan dan berbincang bersama.Namun ia berusaha tak terlalu memikirkannya dan lebih memilih untuk ngobrol tentang Neji bersama Tenten.

"kau sedih Sasuke tak ikut?Kau lihat sendirikan,tadi aku sudah memaksanya,tapi dasar si teme itu",Naruto nyerocos sambil mencibir.

"sudahlah Naruto,aku tidak apa.Dan kalau bisa jangan membicarakan Sasuke sekarang,ok!",ujar Sakura panjang lebar.Memang benar,saat ini ia tak tertarik untuk membicarakan laki-laki yang telah menolaknya itu.Lebih tepatnya ia tak bisa untuk saat ini.

Naruto mengerti perasaan Sakura,"Aku tau kau sangat terluka,tapi aku mohon maafkan dia Sakura"

untuk beberapa saat Sakura menatap Naruto,"sudah ku bilang,tolong jangan bicarakan Sasuke sekarang!",Sakura mengatakannya dengan suara agak bergetar.Tampaknya sedikit lagi air matanya tumpah.

"Sakura,percayalah Sasuke orang yang baik,aku sudah berteman dengannya sejak kecil,makanya aku selalu mendukungmu",ujar Naruto.Sakura hanya menunduk,"hanya saja ia memang membenci wanita karena suatu alasan",Kali ini Naruto menundukan wajahnya dan Sakura mengangkat wajahnya,memandang Naruto yang tertunduk disampingnya.Mata Sakura memancarkan penuh rasa penasaran akan kata-kata Naruto barusan.

"apa maksudnya Naruto?"

~*~

BRAK!

Sasuke melempar tas yang ia bawa ke atas ranjang queen size tempat tidurnya.Lalu ia rebahkan dirinya disana,untuk mengilangkan rasa lelah karena tuntutan aktifitas setiap harinya.

"kau baru pulang Sasuke?"

DEG!

Sasuke membuka matanya dan mencoba bangkit dari tempat tidurnya karena suara wanita yang amat ia kenal,yang seharusnya ia tak ada di apatonya saat ini.

Sasuke membulatkan mata onyxnya,menatap wanita yang tengah berdiri diambang pintu kamar dihadapannya sambil tersenyum.

"kau? Mau apa kau kemari?"


~To Be Continued~

@.@ ehm? No kumen,saia ngantuk

zZZZZ. . . .=.=

No comments:

Post a Comment