Search + histats

Showing posts with label my seme is my uke. Show all posts
Showing posts with label my seme is my uke. Show all posts

Tuesday, 7 June 2011

I'm Straight :: My Seme is My Uke 04

Author :: masih ore! => Rukira Matsunori

Rated :: T----?? + => 16+lah hehe

Genre :: Gajeromance dll(?)

Fandom :: the GazettE

Pairing :: Reituki / KiRei(?) *AoUru mah slight*

Chapter :: 4

Warning :: rada ANEH! ABAL! ngecapruk teu pararuguh, rek dibawa kamana ieu carita teh? *ridaa : ?????*

Note :: ^_^ karena sepertinya mulai membosankan, saia sudah membuat keputusan untuk melarikan diri *kabur naek bajaj*






Step 4 :: Boxer *wth?*

(-.( -.-)-.-)


"Ruki, gak mau berenang?", tanya Kai melihat Ruki masih memakai kemeja+celana pendek lengkap dengan kaca mata hitamnya, mirip-mirip bocah sok keren.

"wuatchiii~ !!! Brrr...", Ruki menggesek-gesek hidungnya. "gak ah Kai"

Reita datang-datang langsung merangkul Ruki, "lu tau apa yang nyokapnya pesen ke gue waktu gue minta izin culik dia kemari?", Reita bisik-bisik gaje ke Kai, "Taka lagi sakit, mainnya jangan angin-anginan, panas-panasan, ujan-ujanan wuakakakakak dikate gue mau ngajak anaknya indihe-indihean?"

"sepet lu pesek!", Ruki nabok pantat Reita pake sandal jepit dapet nemu dipinggir pantai. "kaasan gue cuma khawatir!"

"nyu~ nyu~", Reita monyong-monyongin bibirnya minta ditabok, "Kai... Lu punya teman nih, anak mami..", seru Reita pada Kai yang entah sejak kapan asik ngebangun istana pasir bareng kucrit-kucrit setempat.

"cih!", Ruki mendengus.

Reita nyopotin kaca mata hitam yang dipake Ruki, lalu dia pake seenak jidat. mengabaikan protes sang mpunya. "wah mendadak mendung nih"

"sialan Reita! Kembaliin kaca mata gue!"

Mereka a.k.a Ruki, Reita, Kai, Aoi dan Uruha lagi refreshing ceritanya. Ke pantai buat berenang masa buat disunat *author edan*. Dan Uruha adalah sang pelopor, maklum anak engkong-lomerat.

Namun sebenarnya ada niat busuk dibalik kebaikan hatinya ngajak Reita, Ruki dan Kai main ke pantai. Itu cuma kamuflase supaya dia bisa liburan bareng Aoi dengan menjadikan konco-konconya itu sebagai korban niat bejadnya. Kalau cuma dia dan Aoi saja yang pergi, itu bisa menimbulkan kecurigaan banyak pihak, khususnya sang ayahanda a.k.a Hizaki-sama ayah tercantik di dunia. Walau dia sepenuhnya setuju hubungan anaknya dengan Aoi, tapi dia tetap tidak mau kalau sampai anaknya hamil(?) di luar nikah wokwokwok sinting desu!

Walau cantik ( =.=) Hizaki tetaplah seorang ayah dan seorang ayah haruslah bertanggung jawab terhadap anaknya. Apalagi ibu Uruha lagi merantau ke Arab meneliti unta. Hizaki jadi bertanggung jawab penuh atas Uruha. Sebagaimana Kyo-sama berpesan, "paha Uruha adalah aset berharga" karena itu jangan sampai tergores karena keganasan(?) Aoi, dan Hizaki sangat menjaga amanat istri tercintanya itu. Beliau tidak tau justru Aoi-lah yang dalam bahaya saat bersama anaknya.


"Hei Uru, Ao..", seru Kai melihat dua pemuda (sok) keren memasuki pantai selesai ganti baju, membuat cewek-cewek yang nangkring di sekitar sana jelalatan.

"Yo~", Uruha melambaikan tangannya berasa miss paha universe. "lho! Ruk, lu kok pake kemeja?", tanya Uruha heran.

"gue kena flu nih"

"ah, gak asik dong!", bibir Uruha mengkriting agak kecewa gak bisa ngeliat boncelnya mengapung di atas air asin =.=a

mood Ruki mendadak jelek. Berasa bocah dengan 4 cowok bertelanjang dada disekelilingnya. Tapi Yang paling bikin Ruki ilpil(?) tuh obrolan kagak mutu di sampingnya.

"tubuhmu bagus ya Rei", Kai nepuk-nepuk lengan Reita.

"hn? Iya dong wakwakwak", Reita pose-pose ade ray dengan bangga.

"latihan fisik tiap hari?0.0"

"menurut lu?"

"hahaha... Iya ya. Aku juga mau tubuhku kaya gini"

"iya lho! Lu harus sering sering latihan Kai ! Nih..", Reita ngangkat-ngangkat lengan menunjukan ototnya yang pas-pasan.

"wueee~"

"sini gue peluk!"

"he?"

TAK!!

Tiba-tiba Ruki jitak Kai. "a-ano~ Ruki, kenapa aku dijitak?0.0"

"sori, salah jitak", Ruki kemudian beralih menjitak Reita. Obrolan kagak mutu Kai dan Reita membuat Ruki sedikit emosi XDa.

Pipi Ruki sedikit mengembung melihat Uruha, Aoi, Kai dan Reita asik berenang di laut. Sementara dia memilih diam di pinggiran pantai sambil duduk-duduk dengan topi gede bertengger di atas kepalanya. Reita yang memakaikannya, dia cuma inget pesan ibu Ruki agar anaknya jangan sampai kepanasan. Sebenarnya Ruki ingin ikut berenang kalau saja tubuhnya dalam keadaan sehat. Sedikit iri, dia ke pantai cuma buat nonton orang berenang.

Ruki melihat Reita keluar dari air naik ke pantai menuju ke arahnya. Tapi kemudian dua orang perempuan menghampirinya membuat Reita harus berhenti dulu melayani kecentilan cewek-cewek itu. Ruki mengernyitkan dahinya melihat Reita malu-malu bicara dengan 2 cewek itu. Ruki tau, makhluk bernoseband itu memang pemalu kalau berhadapan sama cewek, tapi entah kenapa sekarang Ruki tidak menyukai itu.

"hei.."

Ruki mendelik, merasa diganggu. Padahal lagi badmood. Dan perasaan itu cepat ditepisnya melihat tiga orang cewek berbikini yang menegurnya. "kau sendirian saja?", tanya salah satu cewek.

"wah manisnya~"

Ruki melirik ke arah Reita yang tampaknya juga telah melihat ke arahnya. Ruki menyeringai tipis, 'lihat saja noseband! Gue juga bisa' Ruki terkikik sendiri.

"i-iya aku sendiri^-^"

"haaa~ kasian sekali, orang tuanya dimana?"

"T_T"


(-.(-.- )-.-)


"Huatchiw!", Ruki menggesek-gesek hidungnya yang mulai kelihatan merah. Dia berguling-guling di kamar penginapan sendirian, sementara yang lainnya pada asik berendam di pemandian air panas. Ruki benar benar tidak beruntung!

Karena Uruha keasikan ngubek di laut, jadi kesorean. Terpaksa mereka harus menginap selama semalam di penginapan setempat. Padahal itu bagian dari rencana busuk Uruha.

Kreet.

"Huwaah.. Segarnya~"

"menyenangkan sekali, ah Ruki sayang sekali tidak ikut", ujar Kai

"hem? Ah kalian sudah kembali", Ruki bangkit duduk di tepi tempat tidur. "Uruha sama Aoi mana?"

"sebentar lagi katanya", jawab Kai, "eh Ruki, tadi menyenangkan lho! Kita saling gosok menggosok punggung^-^ sudah lama tidak melakukan itu ya"

"oh", Ruki nanggapinnya males-malesan.

"aku yang menggosok punggung Reichan^-^"

"........"

"tapi tubuhmu benar-benar bagus ya Rei"

"......."

"hoho.. Tentu saja", Reita menjitak Kai, "Siapa yang tadi lu panggil REICHAN hah?"

Kai mengusap ubun-ubunnya, "eh, Ruki.. Sakitmu tambah parah? Demam? 0.0", tanya Kai khawatir

"eh ? A-apa?! Nggak kok"

"kok wajahnya merah begitu?0.0"

"he?! Eh?? Tidak... ini-", Ruki gelagapan.

"cih! Mikir apa sih? Dasar mata keranjang!", celetuk Reita sambil meluk dirinya sendiri, melindungi tubuhnya.

BLETAKH!!!!

(-.- )

( -.-)


Crik

"eeh? Apa nih?", Reita melongo

"kunci kamar lah, apalagi", Uruha bergaya dengan sok-nya.

"kenapa dikasih ke gue? Yang tanggung jawab kan elu paha!"

Uruha membekap Reita karena suaranya terlalu nyaring sementara mereka berdua sedang melakukan pembicaraan rahasia di luar kamar. "heh! Lu pikir gue mau ngabisin semalam berharga ini buat kumpul kebo sama lu semua! Ogah gua. Kalau cuma sama Ruki sih gak apa-apa"

"jadi...?"

" 'jadi' lu bilang?", Uruha jitak Reita greget, apa sampai yang begini pun harus dia jelaskan.

"hm~ kikikikik", Reita terkikik, baru 'ngeh' dengan rencana busuk Uruha. "oke... gua ngerti haha hihi hoho...", Reita tertawa bangga dengan berbagai macam ekspresi dan itu membuat Uruha jengkel dan spontan menjambak jambak jambulnya.

"inget! Cuma semalam ini aja ya! Awas lu kalau berani kasar-kasar ama Rukichuw gue!"

"dasar emak-emak", Reita mencibir

"sialan! Ngajak smack-down ama gue lu?"

Reita melotot ngeliat Uru nyingsingin bathtowel bagian bawahnya, "lu ngajak sumo apa minta di rape? Gue gak minat ama lu paha! Gue bukan pagar makan bencong!"

"KAMPRETTO!! ngomong sekali lagi!!", Uruha nepsong jedot-jedotin kepala Reita ke tembok.

"Apa-apaan kalian?", Ruki menengok keluar kamar merasa di luar berisik.

"ehehe... Ruki, tidak apa-apa kok. gak ada apa-apa", Uruha pasang tampang semanis-manisnya di hadapan Ruki ampe semut berduyun-duyun buat ngerubungin *jiaakh!*

"mi.. mii.. mii.. miiii.. mi.. mi.. miiii", suara semut-semut pada recok berebut sembako. Lhaaa...

"ano~", Uruha mendorong Reita dan Ruki masuk ke kamarnya. Lalu menarik Aoi dan Kai buat keluar kamar. "oyasumiii Rukichuw ♥"

"he? Kok? Bukannya kita semua tidur dalam satu kamar ya?", tanya Ruki heran.

"ee itu...", Uruha melirik Aoi lalu merangkulnya. "ada sesuatu yang harus gue omongin sama si gurame ini, hehe kita perlu mendiskusikannya berdua aja hoho... Kita di kamar sebelah kok"

Ruki menatap Uruha curiga.

"kalau gitu aku di sini aja sama Ruki", Kai hendak masuk lagi ke kamar, namun...

JBRUD!!

Cklek.

"selamat malaaamm~", Reita menutup pintu kamar dan segera menguncinya.

"........", Kai cemberut. Akhirnya mau tak mau dia ikut Uruha dan Aoi sampai Uruha memberinya sebuah kunci dan menyuruhnya tidur sendiri di kamar lain.

"........", Kai membatu selama beberapa menit di depan pintu kamar AoUru.

JDUK!!

Kai menendang pintu kamar Aoi dan Uruha sebagai bentuk pelampiasan kekesalan hatinya pada teman-temannya yang gak punya perasaan itu.

cklek!

Uruha celingukan menengok-nengok keluar kamar, "apaan tadi?"

"ada apa?", suara Aoi dari dalam.

"ck! Mengganggu saja!", Uruha mendengus, "gak ada apa-apa", Uruha kembali menutup dan mengunci kamarnya diiringi dengan seringaian bejad. "Aoi~ ~ lu sekushii sekali hari ini"

"hah? Cara bicara lu bikin gue merinding paha"

"........."

dan terdengarlah suara-suara aneh dari dalam kamar. Yang lebih kedengaran seperti suara KDRT lebih tepatnya.


(-.(-.- )-.-)


"cih! Si paha itu... bilang saja kalau ingin berdua dengan Aoi", Ruki duduk di tepi tempat tidur sambil menggerutu-gerutu gak jelas.

Twew!

Twew!

Reita mencolek-colek pinggang Ruki dari belakang, membuat urat-urat dijidat Ruki bermunculan kepermukaan, sontak dia menoleh, "LU APA-APAAN SIH NOSE---", dan Ruki membatu melihat Reita yang entah sejak kapan udah siap-siap berpose indah(?) di atas tempat tidur. Ruki kayak liat dedemitnya puteri duyung.

Reita menggerak-gerakan jarinya mengajak Ruki mendekat, "come here babe..", dia juga mengedip-ngedipkan matanya membuat Ruki mual, "aku milikmu malam ini... hahay~", Reita berguling-guling.


GUBRAK!!!!

"kunyuuk!! cangkeng aiiiiing siah" *(reita pake bahasa alien) translate : aduh! pinggangku(?) XD*, Reita meringis sambil bangkit dari lantai memegangi pingganggnya yang keseleo. Tanpa aba-aba Ruki menendangnya dari atas tempat tidur. "Lu gak asik ah! Boncel bedebah!"

"awas kalau lu ngelakuin hal-hal yang menjijikan macam itu lagi!!", ancam Ruki.

Reita merengut. "lu gak cinta gue ya?"

"hee? Lu kok tiba-tiba..."

"habisnya gue gak pernah dengar lu bilang sekaliiii aja 'Reita i love you' begitu"

"amit-amit!", Ruki melemparkan guling ke wajah Reita. Lalu dia membalik tubuhnya berlawanan arah dengan sisi dimana Reita berada, sedikit menggerutu karena kebebalan Reita. Si noseband itu pikir Ruki menolak Reila wanita yang sejak dulu ia puja-puja dan melilih jalan sesat datang padanya itu karena apa? Apa itu belum cukup membuatnya mengerti tentang perasaan Ruki padanya?

"Ruki, buka celana!"

"NANIII??", Ruki shocking menoleh ke arah Reita, "lu bilang ap----HIEEEEEEEEEE!!!!apa-apaan lu hah?", Ruki setengah tereak melihat Reita udah siap-siap buka boxernya.

"kenapa? Coba lu juga buka! Gue pengen liat punya lu!"

"pu-punya gue?!", Ruki dapat serangan mendadak, kata-kata Reita itu sungguh tidak pantas di dengar oleh anak kecil. "stress lu noseband!!", sementara Reita asik(?) pelorotin boxernya, Ruki tiarap menenggelamkan wajahnya yang udah matang kayak dipanggang dengan bantal.

"oi.. oi..", Reita menarik bantal yang dipake Ruki.

"argh! Lu----", Ruki kembali membatu.

"gimana? Baguskan? Huahahahahahahah..", Reita berkacak pinggang bangga. Ternyata makhluk bernoseband itu memakai boxer lain didalam boxernya.

"kenapa bengong? Gue pengen liat boxer pemberian gue itu, mana?", Reita maksa pelorotin celana pendek Ruki.

"argh!!", Ruki ngamuk nyekik-nyekik Reita. Makhluk bernoseband itu udah buat Ruki kaget dan berpikiran hal hal yang seharusnya tidak dipikirkan seorang bocah.

Boxer?! Ya...

Ruki sungguh tak mengerti jalan pikiran makhluk bernoseband yang terlanjur dicintainya itu *aiiaah*. Apakah tidak ada barang lain yang ada dalam otaknya untuk dijadikan sebagai hadiah?

Ruki ingat betul saat hari valentine di atap sekolah itu. Saat ia menarik tubuh Reita untuk kesekian kali memaksanya pulang. Pemuda bernoseband itu tiba-tiba memeluknya dari belakang dan mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah kotak berbalut kertas kuning dengan motif 'love love' memenuhi bungkusan itu. Ruki bisa merasakan pipinya memanas saat dengan lembut Reita berbisik, "selamat hari valentine", tepat ditelinganya.

Untuk sesaat Ruki terhanyut dengan bagaimana Reita memperlakukannya. Sesaat Ruki terbawa suasana. Dan untuk beberapa saat Ruki melupakan tinggi badannya, bersusah payah jinjit untuk mengecup kening Reita namun akhirnya tetep kena idung juga. Itu adalah hari yang mendebarkan bagi Ruki, dan Reita terlihat begitu keren di matanya saat itu, walau tentu saja tidak lebih keren darinya.

Sampai Ruki tiba di rumahnya dan dengan rasa penasaran menggebu-gebu, makhluk minis itu menghancurkan kotak kadonya untuk melihat apakah gerangan isi dalam kotak speSIAL itu.


BRET!!! Kai kentut *Kai : 0.0?*

Dan hancurlah sudah perasaaan bangga dan kagumnya. Ruki membatu memandangi boxer pink di kedua tangannya yang ia angkat ke udara untuk lebih meyakinkannya kalau itu adalah sebuah boxer. Ditambah dengan sablonan tulisan 'REITA ♥ REITA ♥ REITA ♥' dengan ukuran big bertebaran dimana-mana memenuhi permukaan kainnya. Dan Ruki membanting hapenya saat menerima pesan, 'bagaimana hadiahnya? ^^ lu suka Rukichuw? Hehehehehehe...', dari Reita.

Semalaman Ruki menghabiskan waktu untuk merenung, menyesali perasaannya sendiri. Bagaimana bisa hatinya nyangkut pada orang berwajah madesu dan hidupnya dipenuhi kekonyolan seperti itu (-.-")

Dan sekarang Reita memakai boxer yang sama seperti yang ia hadiahkan pada Ruki, bedanya hanya boxer yang ia pakai bertuliskan 'RUKI ♥ RUKI <' dimana-mana.

"baka!", Ruki menggerutu.

Reita megangin lehernya yang baru kena cekikan maut Ruki, "lu.. pake boxer itu kan? Jadi kita kembaran hoho"

"ngapain gue pake boxer kutukan macam itu!!"

"BOXER KUTUKAN?!" *jeng jeng jeng!*, mata Reita melebar 1 mili meter.

"suara apaan tuh? Berisik!", Ruki nutupin telinganya.

"LU PIKIR BERAPA HARGA BOXER YANG KHUSUS GUE DESAIN SENDIRI HAH?? Lu bilang itu..... BOXER KUTUKAN??!"

"berapa emangnya?", Ruki bertanya dengan serius.

"berapa aja, gak kan gue kasih tau ke lu"

"jiakh!", Ruki ngepang jambul Reita.

"NAPA JAMBUL GUA DIKEPANG?"

"bosen gue jambak-jambak mulu"

Reita kembali merengut. Dia duduk di tepi tempat tidur membelakangi Ruki sambil melepaskan kepangan jambulnya. Dia kecewa berat, padahal dia pikir bisa melihat Ruki pake boxer pemberiannya biar mereka bisa kembaran kayak upin ipin. Namun ternyata kenyataan berkata lain...

"Gue ke luar dulu, cari angin", Reita bangkit dari duduknya menuju pintu keluar.

"Rei.."

"apa?"

"masa keluar pake boxer?"

"........"

Ruki mengambilkan celana jeans Reita dan mantel miliknya, lalu membawanya pada Reita. "jangan lama-lama cari anginnya. Lu pikir jam berapa ini?"

"Ruki..."

"he?"

"gue sayang lu lho!"

"........"

Reita menggaruk-garuk kepalanya, "ah sudahlah!", Reita mengambil celana jeansnya dari tangan Ruki lalu segera memakainya. Tiba-tiba Reita melihat Ruki berjongkok sambil memegangi keningnya.

"eh? lu kenapa Ruk?", Reita ikut berjongkok, menempelkan punggung telapak tangannya di kening Ruki, "panas. Lu benar-benar demam?"

Ruki melepaskan tangan Reita dan mengangkat wajahnya, "uhuk... Mau gue tularin gak?"

"heh?", Reita cengok, belum sempat dia bereaksi dengan kata-kata Ruki, makhluk minis itu bergerak lebih cepat(?)






(-.(-.- )ToBeContinued( -.-).-)


akhirnyaaaaa~~ bisa saia post setelah mengalami beberapa kali perombakan XD dan ini berbeda sekali dari versi sebelumnya wkwkwk melenceng jauh. Maaf lama update...

T_T makin sini makin aneh. Apa saia harus melanjutkan kegilaan ini? Atau sai hentikan saja! *plak*
dipikir, banyak fic saia yang mandet. Baik yang udah di post maupun belum wkwkwk *ah gaje, lupakan saja!*
m(_ _)m teremakashii yang udah mau baca.

Tuesday, 12 April 2011

i`m straight : my seme is my uke 03

Author : Rukira Matsunori

rated : T aja (15+)

genre : gajeromance/ school/ B.L

fandom : the GazettE

pairing : Reituki / KiRei wuekekek

chapter : 03

warning : ABAL!!!

note : T___T DELUHIIIIIIIIII.....



Step 3 : 2nd Kiss

(-.(-.- )-.-)


"Ohayouuuuuuuu!^0^", Seperti biasa Reita datang ke kelas langsung berisik. Namun kali ini gak ada lemparan buku ataupun sepatu melayang ke arahnya, lebih tepatnya dia dicuekin ama anak-anak sekelas. "OHAYOUUUUUUUUUU!!!!"

masih gak ditanggepin.

"OHAOHAOHAOHAAAAAAYOUUUUUUUUUU!!!!"

anak-anak sekelas masih sibuk dengan urusan mereka masing-masing.

"T_T", Reita tutup mulut dan berjalan ke bangkunya dengan mengemban rasa terhina di dada. Dia gak suka diacuhkan. Apakah ada hal yang lebih menarik dari hidung dibalik noseband itu? Sampai anak anak sekelas mengacuhkan Reita.

"eh, Rei kapan datang?", tanya Kai innocent

Reita melirik dengan malas ke arah Kai di sampingnya, "lu juga ikut-ikutan"

"hah?"

"mereka pada ngomongin apa sih? Khusyuk amat", gerutu Reita

"oh, bentar lagi kan hari Valentine, biasa... Mereka lagi pada ngeributin soal dapet coklat dari anak cewek"

"hee??"

Ya... Hari valentine tinggal menghitung hari, dan semua anak murid sekolah PSC lagi heboh-hebohnya ngomongin hari kasih sayang setahun sekali itu. Setiap tahun 1 hari di hari valentine, sekolah memberikan kesempatan pada anak anak siswi untuk menyerahkan coklat mereka pada siswa-siswa yang mereka sukai saat pulang sekolah. Ini adalah kebijakan melambai Hyde-sama. Dan sudah menjadi tradisi, hal ini dijadikan taruhan oleh siswa-siswa, siapa yang mendapatkan coklat terbanyak, maka ditetapkan dia adalah pangeran sekolah tahun itu. Dan sekarang pun anak anak di kelas Reita sedang meributkannya.

"GAK TERTARIK!!", Ujar Reita lantang

"hmmm~ eh, tapi kamu tau gak Rei?"

"APA LAGI??"

"ada mitos, kalau kita kisu-kisu di atap sekolah sama pasangan kita di hari valentine. Cinta kita berdua bakal abaaadi selamanya^-^"

"........"

"tapi gak banyak yang percaya sih=3=katanya itu kaya buat ngebodoh bodohin anak kecil"

"........"

"Tapi aku percaya. Aku pengen ngajak Nao ke sana>.< tapi kita pacaran aja kagak", Kai ribut sendiri. Reita cuma melongo. "bagaimana ya? Mana bisa langsung kisu-kisu>.<"

BLETAK!

"aduuh!", Reita geplak Kai yang kelihatan mulai kehilangan kontrol XD

"dasar Bocah! Apa maksudnya cerita begituan ke gue? Lagian yang begitu dipercaya. Orang orang aja kagak percaya"

"tapi... Beneran kok"

"alaaaahh.. Berisik!! Gue colok colok ni kempotnya"

"eh? Ohayou Ruk!", Sapa Kai melihat Ruki baru masuk kelas.

"Ohayou"

Reita melirik Ruki yang berjalan ke bangkunya. Mata Reita mengikuti setiap gerak makhluk mini itu. "gue cuma butuh 1 coklat, dan gue benar benar jadi pangeran", gumam Reita sebelum akhirnya ia melesat ke arah bangku Ruki. Kai yang mendengarnya cuma bengong lalu angguk-angguk sok ngerti.

"ohayou^^"

"ohayou Uke-chan"

)@0@( <- reita

"sori kemarin..."

"........", Reita diam sejenak kemudian ia tertawa, "haha... Gak apa, gue ngerti lu gak bisa nolak. Ya.. Walaupun gue ngerasa sedikit terluka sih :<"

"heh?", Ruki mengernyitkan dahi.

"wheheheheheh...", Reita senyam senyum gaje, Ruki langsung menjitaknya.

Reita masih ingat bagaimana perasaannya ketika melihat Ruki dan perempuan itu berjalan berdampingan di hadapannya karena perempuan itu tiba-tiba muncul lalu mengajak Ruki pulang bersama. Rasanya seperti.... Ingin tertawa? Sungguh menggelikan melihat perbedaan tinggi badan mereka yang sampai mencapai 10cm lebih itu dari belakang wkwkwk. Makanya Reita hanya cekikikan di belakang dua makhluk itu bersama Kai. Si noseband bukannya tidak punya perasaan atau apa, dia hanya berusaha bersikap wajar dengan mempercayai Ruki. Walau malah jdi kelihatan gak wajar.

Tapi yaa walau bagaimanapun Reita juga manusia normal toh, meski rada sinting+autis. Perasaanya jadi terasa aneh gara gara kemarin. Apa itu bisa dikatakan sebagai cemburu? Haha seorang Reitong cemburu? Tentu bukan. Ya, seperti itulah dia mengelak perasaannya sendiri.

"Ruk, lu tau bulan apa ini?"

"Februari"

"betuuuul... Pinter hehe... Valentine bentar lagi ya", Reita berlagak menerawang. "gue tunggu coklatnya nih hehehehehe"

Ruki mendelik, "coklat apaan?"

"coklat valentine lah!"

Ruki tersenyum sinis, "gue atau lu yang pantes ngasih coklat?"

GUBRAK!!!!

Dan Reita kembali ditarik oleh kejam(?)nya realita, ia langsung menciut segede marmut. Yang biasa ngasih coklat itu kan cewek, kalau dalam hubungan ho** (yang penuh aib XD) ya si Ukenya yang ngasih. Dan pupus sudah harapan Reita mendapatkan 1 coklat dari Ruki.

(-.(-.- )-.-)


"Kagak mau ah gue ngasih coklat. Cewek banget kan itu?", Reita ngedumel, curhat sama Kai

Kai angguk angguk, "tapi itu tugas uke khamphb-", Reita buru buru bekep mulut Kai. "jangan ngomong ngomong Uke ya! Awas lu!", ancam Reita.

"ya udah, kalau gitu kasih Ruki apa kek? Gak perlu coklat kan?"

"hmmmmmmm~~ iya juga ya, kira-kira apa ya?", Reita tempelin telunjung di hidungnya tampak berpikir, "jam tangan? Mahal ah~. Boneka? Emm~ bisa bisa gue ditendang ngasih hadiah gituan, apa dong Kai, kasih saran!"

"apa ya?"

"Iya Apa??? Buruan kasih gue saraaaann!", Reita guncang guncang tubuh Kai kuat ampe Kai mual serasa naik ontang anting di dufan.

"ah, boxer aja gimana? Murah dan biar dipake terus^^"

"........"

"Oeeeeeeeeekkkkkkkkk"


(-.(-.- )-.-)

"hoaaaaaaahhm"

Pagi Reita ia sambut dengan nguap(?)an. Makhluk bernoseband satu satunya di dunia itu ngucek ngucek matanya masih ngantuk sambil jalan menuju ke sekolahnya sempoyongan(?) kayak orang mabok, padalah cuma masih ngantuk aja kok.

"Ohayou Reikun"

"eh?"

Lagi lagi Reita menemukan perempuan jangkung itu aka Reila-chan[cuuuuute]*bletak!* berdiri di depan gerbang sekolah gedung putera seperti kemarin, "oh Reila-chan ohayou, nunggu Ruki?^^", Reita garuk garuk tengkuknya agak gugup. Walau bagaimanapun yang ada di hadapannya adalah gadis manis yang tinggi semampai kayak model model AV Idol gitu*digorok* wajar kalau Reita sebagai laki-laki seperempat normal jadi agak gugup saat bicara dengannya. Lagipula Reita emang aslinya pemalu banget kalau berhadapan ama cewek XD

"Iie... Aku menunggu Reikun"


(-.(-.- )-.-)

PLEK.

"Eh? Apa ini?", tanya Ruki nunjuk bento di atas mejanya.

"memangnya apa?"

"Waaah Reita buatin Ruki bento!!!"

"Hyahahahahahah Uke-chan yang baik!!"

"suit... Suittt!!"

"wiwiwiwiwiwiw.... wikwiw!"

Seisi kelas jadi ribut dengan sindiran sindiran anak anak sekelas pada Reita. Orang yang bersangkutan hanya nempel-nempelin telunjuknya di bibir sambil monyong-monyong, menandakan berisik dan menyuruh mereka diam. Namun sama sekali gak ditanggepin.

"set dah! Kelas apa Kandang bebek?", gerutu Reita sambil menarik sebuah bangku memposisikannya di sebelah Ruki.

"Lu beneran buat bento? Lu kan gak bisa masak", wajah Ruki mengisyaratkan ketakutan, membayangkan kalau kalau ia harus dipaksa memakan bento buatan Reita yang gak pernah dan gak bisa masak itu. Ia udah bisa ngebayangin rasa bento di hadapannya. Yang berputar-putar di kepala Ruki adalah rasa aspal?

"........"

"serius?"

Reita tersenyum, "lu ngarep gue buatin bento?"

"hah? Ini..."

"itu dari Reila. Tadi dia nitip ke gue"

"heh? Reila?", Ruki melongin(?) bento di hadapannya merasa bersalah karena telah menganggapnya buntelan aspal. "kok?.......", makhluk mini itu agak shock juga. Dibuatin bento sama seorang cewek adalah impiannya selama ini, apalagi kalau sama cewek yang disuka? Tapi ia gak pernah mendapatkannya selama ini. Dan tiba-tiba saja hal itu terjadi.... sekarang.

"buka dong! Gue lapar nih...", Reita usap-usap perutnya sambil toel-toel bento buatan perempuan bernama Reila itu. Ruki segera menepuk tangannya pelan.

"wez!!! Gak mau bagi-bagi ni?"


Ruki hanya mendengus. Tiba tiba hape Ruki bergetar dan ia segera merogoh handphone dalam tasnya. Wajahnya terlihat sedikit merona saat Reita mencuri pandang meliriknya. Reita mengernyitkan dahi memperhatikan mimik wajah Ruki saat membaca pesan yang kelihatan jelas sekali berubah dari saat tadi bicara dengannya. Dan Reita tau siapa orang yang mengiriminya pesan itu.

BUK.

"aduh!", Ruki meringis megangin pipinya yang tiba-tiba ditabok pake buku, "Reita! Lu apa-apaan sih?", protesnya.

"eh, tiba-tiba tangan gue gerak sendiri 0.0", Reita berlagak cengok.

"jah! Lu sengaja! Gue tau. Dasar Pesek!", gerutu Ruki.

"hehehe tiba-tiba pengen nabok pipi merah jambu itu wekwekwek XD"

Ruki terdiam beberapa saat sambil megangin pipinya, "sialan"

Tanpa sengaja Ruki telah mengusik perasaan Reita. Dan sepertinya Reita pun mulai merasa gak nyaman dengan semua ini. Ia mulai risih dengan setiap rona merah yang muncul di pipi Ruki saat ia menyinggung tentang perempuan itu. Cemburu? Iya Reita cemburu huhuhu XD

Dan kecemburuan Reita terus diuji(?) setiap harinya, dengan semakin dekatanya Ruki dan Reila. Reita mengutuk sikap Ruki yang terlalu baik hati tak bisa menolak, membuatnya jadi sosok yang tidak tegas. Namun Reita juga gak bisa berbuat apa apa. Reita gak mau membuat Ruki terbebani dengan perasaan sesaatnya yang merugikan itu. Aiiiaaaaaaaaaahh~~~
(-.(-.- )-.-)

Reita membereskan barang-barang yang akan dibawanya ke sekolah, memasukanya ke dalam tas.

Bersila sejenak di atas tempat tidurnya. Reita tampak melamunkan hal yang mudah sekali ditebak.

Hari valentine yang telah ditunggu-tunggu itu akhirnya datang. Reita sudah mempersiapkan sesuatu untuk semenya itu. Dengan tekad : Dapat ciuman kedua dari Ruki XD di atap. Walau sok gak percaya, tapi sebenarnya Reita selalu kepikiran soal mitos yang ia dengar dari Kai itu dan ia berniat membuktikannya hari ini. Dilanjut dengan nonton film horror romantis malam harinya hoho... Pokoknya Hari ini Reita akan membooking Ruki seharian. Gak akan biarin siapapun mengganggu harinya bersama Ruki.

"YOSHOOO~ GanbattE!!!", ia mengepal sebelah tangannya, menyeret tas Lalu buru buru cabut keluar kamar.


(-.- )

( -.-)

"Ohayouuuuu!!", Reita masuk kelas langsung melesat ke bangku Ruki, melihat boncelnya udah stand by di sana.

"Happy valentine's da-", Reita syok gak ngelanjutin kata katanya.

Ruki melirikan matanya ke arah Reita sambil gigit coklat berbentuk hati ditangannya, "um~ ya"

"Tunggu! Coklat darimana itu?", Reita sewot nunjuk-nunjuk coklat di tangan Ruki.

"oh, ini? Dari Uruha. Lu gak dapet? Dia kan bagi bagi coklat tuh", ujar Ruki terus ngemut coklatnya.

"oh dari si Paha toh wkwkwkwkwk", Reita duduk di atas meja Ruki membuat mpunya memberikan deathglare super lalu mendorong tubuh Reita turun dari atas mejanya karena menghalangi pemandangan. "Ruk, pulang sekolah ada waktu?"

"kenapa?"

"gue gak mau tau! Pokoknya harus ada waktu!", Reita menyeringai dan mengacak acak rambut Ruki lalu melengos ke bangkunya.

Ruki mendadak merinding merasakan perasaannya kagak enak sepertinya ia akan mendapatkan bahaya pulang sekolah nanti. Ekspresi wajah Reita mudah sekali ditebak khalayak(?) XD


(-.(-.- )-.-)


KRIIIIING...

KRIIIIIIIIIING...

Semua siswa PSC berbondong bondong keluar kelas, begitu mendengar suara bel dibunyikan. Mereka udah nepsong pengen dapet coklat dari siswi-siswi yang udah pada ngantri di gerbang. Kecuali beberapa makhluk gak normal yang masih enjoy diem di kelas a.k.a Reita, Ruki dan Kai. Eh! Tidak cuma mereka, sebelumnya ada beberapa orang lagi, namun Reita mengusirnya dengan tidak terhormat hingga yang tersisa cuma mereka bertiga dalam kelas.

Kelas terasa begitu sepi, cuma suara Reita yang nepuk-nepuk dadanya yang terdengar, "doain gue Kai", bisik Reita pelan

"eh, oh iya iya^-^", Kai cuma nepuk nepuk bahu Reita memberi semangat walau ia gak tau Reita minta doanya buat apaan.

Reita berdiri dari bangkunya, berjalan ke arah bangku Ruki, "Ruk..."

GREK.

Tiba-tiba Reita melihat Ruki berdiri tergesa gesa dengan handphone digenggamnya erat di tangan. "ano~ gue....."

"........"

"ke bawah dulu ya", Ruki tersenyum lalu menepuk nepuk lengan Reita sebelum akhirnya berlari ke luar kelas.

"........"

"........"

"........"

"eh, Ruki mau kemana tuh?", tanya Kai.

"tau!", jawab Reita ketus. Ia berjalan ke arah bangkunya dan Kai dengan lesu. Mendudukan dirinya dengan kasar di bangku. Reita tau Ruki berlari menjauh darinya setelah mendapatkan pesan dari seseorang. "argh!", Reita mengacak acak rambutnya sendiri. Pikirannya jadi kacau sekarang.

Grek.

"eh, Rei?"
(-.(-.- )-.-)


Ruki berusaha mengatur nafasnya habis berlari-lari. Ia melihat seorang gadis manis tengah menunggunya di tempat yang dia janjikan, rambutnya terurai tertiup hembusan angin siang membuat Ruki sedikit berdebar. Membawanya kembali mengingat hari dimana dia lah yang berdiri di sana menunggu sang gadis dengan perasaan berdebar 3x lipat dari yang ia rasakan sekarang. Perlahan gadis itu menoleh ke arah Ruki dan tersenyum lembut. "Konnichiwa Ruki-kun"

"ah, ahaha Ko-Konnichiwa. Maaf. Lama menunggu?", tanya Ruki gugup

"iie... Daijoubu^^ apa aku mengganggu Ruki-kun?"

"eh? Tidak, sama sekali tidak"

"ah, yokatta^^"

Ruki tersenyum menggaruk garuk kepalanya gak tau mau ngomong apa.

"ano~ sudah hampir 2 tahun ya. Aku tidak pernah lupa^^a"

"he? Eh? Ehehehe... Apa?"

Reila sedikit menunduk malu, "aku senang sekali Ruki-kun masih mau menerimaku. Sebelumnya aku sangat takut Ruki kun membenciku karena itu"

"oh, haha tidak mungkin. Aku tidak pernah membenci Reila-chan^^"

"maaf! Aku benar benar minta maaf><", Reila membungkuk dalam, "waktu itu pikiranku masih dangkal"

"aah tidak apa-apa, jangan begini", Ruki agak panik, berusaha membuat Reila berhenti untuk membungkuk karena merasa tak enak. Tiba-tiba sebuah bungkusan pink kecil disodorkan ke wajah Ruki membuat Ruki melongo.

>///<

0.0

"aku berusaha membuatnya, mudah mudahan sesuai dengan lidah Ruki-kun>////<", Reila tampak berusaha keras.

Ruki memperhatikan bungkusan kecil di hadapannya. Dibungkus dengan sangat rapi sedemikian rupa, dengan hiasan pita di atasnya. Ruki bisa membayangkan bagaimana Reila membuatnya semalaman dan Ruki tersenyum. Saat tangannya hendak menerima bungkusan kecil itu tiba tiba tangan Ruki seperti ditarik seseorang.

"Reita?", Ruki sedikit kaget Reita tiba tiba ada di sini.

"Ah, Konnichiwa Rei--", Reila membulatkan mata tak menyelesaikan kata sapaannya untuk Reita ketika melihat Reita tiba-tiba menempelkan bibirnya dibibir Ruki dengan sedikit memaksa.
0///0

Reita memegang kedua pipi Ruki kuat, menciuminya dengan kasar. Seakan Setan yang dinamakan cemburu berhasil menguasainya. Ia ingin membuktikan pada gadis itu bahwa Ruki adalah miliknya, "Hmpbh!!!!!!"

Ruki mendorong tubuh Reita dengan sekuat tenaga.

BUAGH!!!!


Reila masih membulatkan matanya sambil membekap mulutnya sendiri melihat Reita memegangi sudut bibirnya karena tinjuan Ruki. "ano~ Reikun, daijoubu ka?", tanya Reila takut takut.

"........"

"........"

"Hahahaha...."

Reila dan Ruki serempak mengernyitkan dahinya, Reita tiba tiba tertawa. "hahahah... Gak asik ah, lu terlalu serius Ruk!", Reita nyentrungin jidat Ruki. Lalu menoleh ke arah Reila, "oh, Reila-chan^0^ maaf ya, yang tadi jangan diambil hati.. Hohoho... Cuma bercanda"

"bercanda?0.0"

"yaku hanya ingin mengejutkannya...", Reita menarik tubuh Ruki, lalu merangkulnya, "kami sudah biasa melakukan itu^0^"

"biasa?0.0"

"yayaya cuma bercanda XD", Reita menepuk nepuk bahu Ruki. Ruki hanya menatap Reita dengan pandangan curiga. "wah Reila-chan, kau cantik sekali hari ini"

"0///0 eh?"

"Kau juga Ruk^^", Reita cubit cubit pipi Ruki. "kalian memang pasangan serasi hahaha.."

"........"

"oke, ganbatte ne! Gue tinggal ya jaa~", Reita melambaikan tangannya lalu berlari lari kecil meninggalkan Ruki dan Reila dalam keadaan keheranan.

"eh apa itu? Haha Reikun lucu sekali ya", Reila berusaha tertawa walau sebenarnya masih kepikiran soal tadi. Gimana nggak? Melihat langsung cowok ciuman di depan matanya langsung *mau XD*, "ah ano~ ini", Reila kembali menyodorkan coklat buatannya pada Ruki.

"arigatou", ucap Ruki sambil tersenyum.

"hai", Reila kembali menundukan kepalanya, "ano~ masih adakah rasa suka Ruki-kun padaku?"

0.0

"eee~ maksudku... err~", Reila meremas-remas jari jari tangannya.

"iya"

"he?0.0"

"perasaanku tidak semudah itu bisa hilang^^"


(-.(-.- )-.-)


SREG.

"oh, Hei... Darimana lu? Mana Ruki"

Reita masuk kelas langsung menyeret tasnya gak menggubris pertanyaan Uruha.

"woi...!! Mau kemana lagi?", tanya Uru yang masih juga kagak digubris ama Reita. "Woi pesek?"

Reita menoleh ke arah Uruha dan Kai. Makhluk bernoseband itu berjalan ke arah Uruha, tiba-tiba menarik kerah baju Uru. "lu mau ciuman ama gue di atap?"

"HEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!! Anak kurang ajar!", Uruha langsung nabok idung Reita pake tasnya.


"sialan! Lu kok nabok nabok seenaknya! Gak tau gue lagi patah hati apa?!"

"he?", Uruha cengok, "elu? Patah hati?", tanya Uru dengan wajah meragukan sambil nunjuk wajah Reita. Lalu ia menoleh ke arah Kai dan bertatapan cukup lama dengan sang pemilik lesung pipit itu dengan penuh arti. "weeeeeekwekwekwekwekwek", tiba-tiba Uruha dan Kai tertawa bebek bersamaan. Membuat Reita semakin terluka XD

"Lu patah hati kenapa? Diputusin Ruki?0.0 ya ampuun~ bagus dong weeeekkwekwekwek XD", Uruha kembali lanjutin ahiru no warau-nya.

Pipi Reita udah kayak ikan kembung menanggapi ejekan ejekan Uruha yang gak berperasaan. Makhluk berpaha itu gak bisa bedain mana yang bercanda dan mana yang serius. Tampang Reita emang ngajak bercanda mulu dari sonohnya. "awas lu paha! Gue santet si Aoi biar bibirnya makin dower", Ujar Reita nepsong

"Hee?? Kok bawa-bawa gurame gue?!", Uruha udah menyingsingkan kedua lengan bajunya.

Reita ngacungin(?) jari tengahnya ke arah Uruha, "Cowok jadi-jadian dasar!", teriak Reita

"BRENGSEEEEEEEEEEKKK!!", Uruha udah siapa-siap ngangkat meja, namun Reita keburu ngacir keluar kelas. "kenapa sih tuh anak?", gumam Uruha sambil meletakan kembali meja yang ia angkat ke tempatnya.

"sepertinya Reita lagi khawatir. Akhir-akhir ini kan Ruki dekat lagi dengan Reila", jelas Kai

Uruha menoleh, "Reila? Cewek jangkung itu?". Kai menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan Uruha. "hmm~ jadi dia serius"

"eh, mana Aoi? Apa kalian gak ada rencana buat melewatkan hari valentine bareng?", tanya Kai mengalihkan pembicaraan.

"jah, tentu aja! Lu sendiri, ngelewatin sama siapa ayo?"

"^^a hehe pengennya sih sama Nao tapi...", Kai nunduk.

"Nao? Wah! Tadi aku liat dia jalan berduaan tuh sama cowok bibir tebel. Mesra banget kayaknya"

"0.0 hah?"

Uruha menepuk nepuk punggung Kai, "sabar ya Kai. Kalau gue jadi lu... Gue mau ngokok(?) aja di kamar hehe...", Uruha jail

0.0

0.0

0.0

(Kai shock)
(-.(-.- )-.-)

Tembok.

Apa enaknya nemplok di tembok?
Tapi itulah yang dilakukan Reita saat ini. Buatnya itu bisa menenangkan dan memberi inspirasi. Reita benar benar lagi frustasi sekarang. Ia gak tau kalau begini sakitnya, ia baru menyadari sebesar apa ia menginginkan Ruki. Dulu kan dia cuma nganggep Ruki makhluk tuhan yang paling lucu lalu ingin memilikinya dan menjadikannya piaraan yang bisa ia perlakukan semena-mena. Tapi seiring berjalannya waktu, Ruki ternyata punya tempat yang lebih berharga di hati Reita selain sebagai binatang piaraan yang lucu dan menggemaskan. "Aduuhh sakitttt~"

"maaf!"

"........", Reita buru buru menoleh ke arah suara yang sangat ia kenal di belakangnya, "Ruki?!", ujar Reita kaget. Ia cepat cepat melepaskan kontak fisiknya(?) dengan tembok. "Lu.. Kok di sini?"

"nyari lu lah"

"kok tau gue disini?"

"gue tadi ketemu Uru di bawah", Ruki berjalan mendekat ke arah Reita, "Lu punya hobi bersetubuh dengan tembok?....."

"HAAH?? A-apa?!"

Ruki memeluk dirinya sendiri, "merinding gue liatnya brrr~"

"BUKAN!! Itu-err", Reita melihat bungkusan pink kecil itu di tangan Ruki. Dan wajahnya mendadak kembali suram. "Sori...", ucap Ruki

"tidak!", Reita memotong, "gak usah bilang! Gue udah tau", ujar Reita. Ruki hanya mengernyitkan dahinya heran. "gak usah minta maaf, gue gak apa-apa"

"eh, bener gak apa?"

"nggak, walau sedikit sakit tapi gue rela", Reita memalingkan wajahnya, "pergilah dengan orang yang lu suka. Gue gak apa-apa"

BLETAK!

*Ruki slap Reita pake sepatu*

"kok dipukul?"

"lu Lebay sih, jijik gue", gerutu Ruki sambil make sepatunya, "lagian lu ngomong apaan sih? Lagi nembang bu?"

"apa? Gue udah berusaha nerima kalau lu mau putusin gue, tapi kok-"

"Putusin? Siapa yang mau mutusin?"

"Lu minta maaf karena udah jadian sama Reila dan gak bisa sama gue lagi?0.0 kan?"

Ruki mendengus, "gue minta maaf karena udah nonjok lu tadi. Sakit?", perlahan tangan Ruki mengelus elus pipi Reita. "nggak sih, yang lebih dari ini pun gue udah sering kan dapet dari lu", jawab Reita

"ya tapi gue gak enak tadi. Lu sih! Gue kan udah bilang gue SEMEnya! Kenapa lu selalu nyerobot aja sih?>.< harga diri gue sebagai seme jadi merasa terhina"

"0.0 karena itu? Bukannya lu gak mau gue kisu?"

"T_T yaa~ gue maunya ya gue lah yang mulai duluan. Lagian lu gak tau malu ya di depan cewek"

"eeehh??0.0 Hahahahah XD begitu ya?? Hahahahahahahah", Reita tertawa. Tiba tiba tubuhnya ambruk terduduk di lantai sambil bersandar ke tembok. "hahahah begitu? Ah syukurlah", Reita mengacak acak rambutnya sendiri. "gue pikir lu masih suka cewek itu hahah"

Ruki berjongkok di depan Reita, "gue emang masih suka Reila kok, lu kan tau sendiri sebesar apa perasaan gue"

"heeee?? Jadi--"

"tapi ada yang lebih gue sukai sekarang, yang bisa nerima gue apa adanya, yang selalu ada buat gue, yang selalu bisa ngehibur gue", Ruki tersenyum sambil menerawang.

"........"

"yang bisa bikin gue keluar jalur, tapi cuma buat dia gue gak normal. Gue--0_0", Ruki shock tiba-tiba udah ada bibir dimonyong monyongin di depan wajahnya. Spontan Ruki nabok Reita, "tuh kaaann Lu mah gituuu!!!"

"eh? Sori, gue gak sadar hehe^0^>"

"cis!", Ruki mendengus. "ini", Ruki menyodorkan bungkusan kecil di tangannya pada Reita.

"lho? Ini dari Reila kan?"

"iya, gue gak tega nolak pemberian orang"

"jiahahahah bilang aja lu rakus", ujar Reita. Ruki langsung nyumpel dia pake coklat pemberian Reila. "uheeek... Ohok Tega lu ya, dasar boncel"

"........", Ruki memalingkan wajah

"hmm~ kebetulan lagi laper nih hehe", Reita nyengir ngehe usap usap perutnya sambil buka bungkusan coklat, "thanks ya Ruk", ucap Reita sambil melahap coklatnya.

Ruki hanya memandang Reita yang kelihatan banget rakusnya, "tadi pagi lu nanya gue ada waktu mau apaan?"

"hm? Oh gue mau ajak lu ke suatu tempat^^"

"kemana?"

"ke sini"

"ke sini?"

Reita mengangguk kuat, "gue denger mitos kalau sepasang kekasih berciuman di sini pas hari valentine. Cinta mereka bakal abadi^0^ begitu.. makanya gue pengen kita melakukan ciuman ke dua kita dengan indah(?) di sini hoho"

"0///0"

"eh, tapi gue udah ngerusaknya/>.<\ aduuh", Reita jengut jengut rambutnya sendiri, mengingat apa yang telah ia lakukan pada Ruki tadi. "sori ya-----eh 0.0?!", Reita masih gigit coklat sambil buletin matanya yang sipit melihat wajah Ruki udah deket banget sama wajahnya, "Ruk?"

"tutup mulut!"

"?"

"eh maksud gue tutup mata!", Ruki ngoreksi kata katanya.

"lu mau cium gue?", tanya Reita innocent

"........"

"........"

DUAK!

Ruki ngedumel. Reita terlalu terus terang. "balik ah!"

"eh? Bukannya mau cium gue?"

"KAGAK! Dan Kagak akan", Ruki berdiri dari jongkoknya namun Reita menarik tangannya hingga Ruki hilang keseimbangan dan...

BRUK

Ruki ambruk nubruk Reita. Dan mata Ruki sedikit melebar saat merasakan sesuatu yang bersentuhan langsung dengan bibirnya. Perlahan mengangkat tubuhnya dengan tumpuan tangan lalu melongin(?) Reita yang ada di bawahnya.

"jiakh! Kagak berhasiiilll", Reita greget garuk garuk kepalanya. Menyesali usahanya gagal untuk membuat Ruki jatuh menimpanya lalu mereka berciuman. Eeeh!! Kurang bawah, Ruki malah berciuman ama nosebandnya.

"Lu apa-apaan sih Nosebaaaaaaand", Ruki nyekik nyekik Reita karena udah membuat idung Ruki merah berbenturan dengan jidatnya.


tobecontinued...


AAARRRRGGGHHH..... >.<
ini udah lama buatnya #sebenernya# tapi males ngepost karena gak jelas..
T______T Tapi saia gak bisa berpikir lagi sekarang,,,saia gak punya selera humor,,,
hhu DELUHI DDDDDX

#WeLoveYouDELUHI
#WeWillMissYouDELUHI

Saturday, 5 February 2011

I'm Straight : My Seme is My Uke 02

Author : Rukira Matsunori

rated : T aja (15+)

genre : gajeromance/ school/ B.L

fandom : the GazettE

pairing : Reituki / KiRei wuekekek

chapter : 02

warning : ABAL!!!

note : tau ah~ XD




Step 2 : trouble?



(-.(-.- )-.-)

->>Pelajaran Matematika<<-
sret... sret... Kamijo selesai menulis soal matematika di papan tulis, "baiklah, siapa yang mau mengerjakan. Ayo ke depan!!!" *nada berwibawa*
"RUKI!!!!", Reita tereak pake toa, sambil nunjuk-nunjuk Ruki. Yang ditunjuk justru memelototinya.
"oke Ruki, ayo ke depan!", perintah Kamijo agak maksa
"ano~ tapi, Sei.."
"Ke depan!!!!" *melotot*
Akhirnya Ruki pun terpaksa ke depan, walaupun dia udah pasti gak bisa ngerjain. 'awas lu nosebaaaaaand!!', Ruki ngedumel sambil jalan ke depan kelas.
"WOOOOO~ Ruki gue itu hyahahahahah", Reita bangga, ketawa nepuk nepuk punggung Kai, "kyakak LOP YU PUUUL"
BLETAK! Dan Reita sukses tepar di tempat, dilempari papan tulis ama Kamichuu sensei.

xxxx
->>Pelajaran B.Inggris<<-

"Suzuki, coba beri contoh kalimat aktif dan fasif bentuk present!"
"Osh!", Reita berdiri dari bangkunya dengan percaya diri, mengedipi Ruki sedikit, membuat makhluk mini itu mendadak mual, "kalimat aktif : Ruki loves Reita, pasifnya : Reita is loved by Ruki Hehe", Reita ngacungin dua jarinya ke arah Ruki, kembali duduk di bangkunya masih dengan percaya diri. Gak perduli semua anak anak sekelas menyorakinya.
"baiklah, sekarang siapa yang mau ngasih contoh bentuk past?"
"SAYA!!!", Ruki mengangkat tangan setinggi-tingginya.
"iya, silahkan Matsumoto!"
"Suit.. Suit!!", Reita semangat suit-suit, "mau bales dia haha", Reita nepuk nepuk meja berisik. Kai hanya bisa bersabar sebagai teman sebangkunya.
"I kicked Reita...., Reita was kicked by MEE!!!"

@.@ <-Reita melongo

"WAKAKAKAKAKAKAKAKAK!!!", mendadak kelas ribut
xxxx
->>Pelajaran Sejarah<<-
Gackt sensei meletakan buku-bukunya di atas meja guru, "baiklah, kita bahas apa hari ini?"
"bahas Ruki" Semua mata anak anak sekelas serentak mengarah ke arah Reita yang cuma cengar cengir ngehe.
'si pesek, apa apaan sih?', Ruki ngebatin.
Gackt gak menanggapinya, "minggu kemarin kita belajar tentang apa? Ada yang masih ingat?", Gackt mulai berdiri dari bangkunya, berjalan ke arah bangku murid-murid.
"tentang Ruki hho~ ^0^a"
Gackt mengabaikan, "ada yang masih ingat?"
"Ruki...", Reita dadah dadah ke arah Ruki. Namun yang bersangkutan malah melemparinya dengan gulungan kertas, merasa risih.

--berhentilah bersikap kekanak kanakan^^~~SAYANG....--

serrrr~ darah darah dari kaki Reita mendadak serasa naik ke wajahnya setelah membaca pesan singkat dari Ruki. "HUWAAAAA~ sayang katanya", Reita mukul-mukul punggung Kai, menyembunyikan wajahnya. Beberapa detik kemudian makhluk bernoseband itu jambak jambak rambut Kai, karena Kai tidak membuatnya nyaman wkwk
Ruki memegangi kepalanya stress melihat tingkah Reita. Usahanya membuat makhluk itu diam, tak berhasil. Tingkah Reita malah semakin menjadi-jadi.
"eh, gimana balesnya nih?", Reita nyikut-nyikut Kai
"ee--", Kai nyikut Reita balik.
"Lu apaan sih? Ini gimana ini?"
"sensei", bisik Kai
"Apa sih? Masa bales 'sensei', yang be--", reita ngedadak merasa atmosfernya kagak enak. Ia gak nyeleseian kata-katanya, lalu mengangkat wajah.Gackt sensei udah berdiri di samping bangkunya tersenyum. "eee--hee^^", Reita nyengeh
"uke-chan...^^", Gackt tersenyum maksa, "KELUAR!!!!!"

GLOMBRANG!

(-.(-.- )-.-)

Reita melewatkan dua jam pelajarannya dengan selonjoran di atap sekolah menikmati sinar matahari sambil ngebayangin Ruki bersandar dipundaknya. SALAH!!! Dia yang bersandar di pundak Ruki wkwkwk....
tiba-tiba mimik wajah Reita berubah cemberut, Reita tak mengeluh saat Gackt mengusirnya dari kelas, ataupun pada teman teman sekelasnya yang menertawakannya. Tapi Reita agak kesal, saat ia diusir, Ruki malah tersenyum melambaikan tangannya kelihatan sangat senang dengan ketidak beradaannya. Reita semakin merengut, apa boncel itu sangat merasa terganggu dengan keberadaannya?
Bel istirahat tiba-tiba berdering amat nyaring, membuyarkan pikiran-pikiran Reita tentang semenya XD. Reita bangkit berdiri untuk kembali ke kelasnya, sebelum itu ia menyempatkan diri dulu buat nempel di dinding *maksud?* Beberapa detik tubuh Reita nemplok di tembok, rupanya ia dapat ilham. Reita mengeluarkan hapenya menghubungi seseorang.
"Moshi-moshi^^"
'SIAPA NIH?' *nggrowl*
Reita ngejauhin hape dari telinganya, "eh busyet, biasa aja dong cel..."
'SAPE LU? NOMORNYA PRIVATE NIH'
Reita melototin layar hapenya, ternyata dia lupa belum rubah setting panggilannya. Kemaren kemaren kan dia pake hapenya buat jailin Ruki, lagi gak ada kerjaan dia. "Hehe.. Masa gak kenal suara sexy begini.."
'UKE-CHAN!'
"iya, gak usah tereak napa? Ruk jemput gue lah ^O^", Reita manja manjain suara *tabok*
'jemput? Emang lu dimana?'
"di atap", Ruki gak tau Reita udah senyam senyum najong. Inilah ilham yang di dapat Reita, -menguji seberapa peduli pasanganmu terhadapmu?-
'emang lu gak bisa balik sendiri? Gue lagi ngerjain tugas nih'
"gak bisa, gue pengen lu jemput Ruk", nada melas
'ogah ah, emang gue pembokat lu, jempat jemput jempat jemput', suara ruki ngedumel
tut.. tut.. tut..

"........"

KRIIIIIKKKKKKKkkkk~ Reita gesekin ujung-ujung kuku jarinya ke dinding, "BONCEL SIALAN!! kalau lu bukan Matsumoto Takanori, udah gua lempar ke zimbabwe", Reita gregetan, gemeretakin giginya. "udah gue bilang juga dia kagak cocok jadi seme, cocokan gue kamana mana", Reita ninju-ninju udara(?), bener-bener orang yang banyak waktu luang( -.-)
"balik ah", makhluk bernoseband itu hendak melangkah menuju pintu ke bawah, namun telinganya seperti mendengar suara langkah dan suara dua manusia yang tampaknya asik mengobrol menuju ke atap tempatnya berdiri.
"lihat, bagus kan?" "benar, aku tidak pernah ke sini sebelumnya"
"haha kau terlalu sibuk dengan pekerjaanmu. Padahal kau kan kepala sekolah, tapi tidak tau tempat sebagus ini"
"haha..."
dua manusia gak kenal umur *dan gak tau malu* itu tiba-tiba menghentikan obrolan mereka. Dan saling bertatapan mesra, membuat orang yang melihatnya jadi kebelet. Kagak asik banget dah pokoknya liat manusia yang udah bau tanah romantis-romantisan. Itulah yang dipikirin Reita, yang lagi ngumpet dibalik tong sampah guede yang ada di atap.
"bener gak suka ada murid kesini?"
"tenang aja, saya jamin 100% pak kepala sekolah"
"haha gak usah seformal itu Gackt sensei, sekarang kita berada dalam tingkat derajat yang sama", ucap Hyde sambil maenin dasi Gackt malu-malu.
"boleh saya mengecupmu?", tanya Gackt dengan penuh rasa kehormatan.
"dengan senang hati :)"
Dan dimulailah pencemaran mata itu, terjadi tepat di depan mata Reita yang cuma melongo aja sambil ngintip gitu. Awalnya cuma kecupan biasa tapi lama lama bringas juga sensei itu wkwk
Reita bingung tontonan gratis ini anugerah atau kutukan? Reita tau guru dan kepala sekolah itu memang sejak dulu digosipin punya hubungan khusus, tapi melakukan hal tidak senonoh seperti itu di depan murid? Sama sekali tidak pernah terpikirkan oleh Reita. *dia sendiri yang ngintip sebenarnya*

(-.(-.- )-.-)

"bentar ya Kai", Ruki menepuk bahu Kai yang lagi asik ngerjain tugas.
"eh, mau kemana Ruk?"
"Ke atap sebentar"
"tugasnya?"
"nanti dilanjutin, buat minggu depan ini, jaa~", Ruki berlari ke luar kelas. Kai hanya mengangkat alis beberapa saat lalu kembali lanjut menyelesaikan tugasnya. Tapi tiba-tiba aktifitas Kai berhenti, kalau Ruki gak ada mana bisa dia nyelesein tugas sendiri? Dia kan nyontek punya Ruki. . . .

Ruki berjalan melewati koridor sekolah menuju atap. Mata Ruki tak hentinya memicing, setiap melihat dua pasang laki-laki tengah bersenda gurau dengan akrab, bahkan mungkin mesra? Disepanjang koridor yang dilaluinya. Ruki tau sekolah PSC ini memang sudah tercemar dengan banyaknya cowok cowok gak lurus alias bengkok(?), memilih pacaran dengan sejenis daripada harus repot repot loncat loncat ke gedung puteri, menantang bahaya. Mungkin Ruki lah satu-satunya cowok normal di sekolah ini, ya.. Dulu! Karena sekarang dia pun adalah salah satu dari mereka, padahal sebelumnya Ruki sering mengatakan dengan bangga 'aku straight!', tapi sekarang. . . . tidak lagi. Dan itu karena si noseband Reita :<
Ruki menghentikan langkahnya, merasakan hapenya bergetar. Buru buru ia merogohnya
-PRIVATE NUMBER-
'Pasti si Reitong', batin Ruki. "IYA GUE JEMPUT NIH", Ruki Nge-growl
'hee?'<- kaget

eh? Ruki mengerutkan dahinya. Suara yang ia dengar dari seberang sana bukan suara falsnya(?) Reita. Suaranya sedikit.... Imut? "ano~ siapa ini?"

(-.(-.- )-.-)

"sebentar lagi anak-anak masuk kelas, kau ada jadwal mengajar?"
"iya, tapi sebentar lagi saja", ucap Gackt disela sela serangannya mengecup-ngecup kecil leher atasannya.
"Mau kupotong gajimu?"
Gackt menyeringai,"saya tidak keberatan jika anda yang melakukannya Hyde-sama" Hyde mulai merasa sedikit kesal dengan pembangkangan(?) bawahannya itu,
"waktunya mengajar anak-anak Gackt sensei, ini perintah!!", Hyde menekankan suaranya pada kata kata terakhir
"oh, baiklah", Gackt akhirnya menyerah, merasa Hyde sudah mulai kembali menjadi kepala sekolahnya, bukan Haido-channya lagi XD
Setelah melakukan perdebatan kecil yang gak penting, Guru dan kepala sekolah itu akhirnya memutuskan untuk turun dari atap. Beberapa detik mereka menghilang, nongol lah makhluk bernoseband dari balik tong sampah. Matanya berkedip kedip slow motion. Tubuhnya udah lemes aja ampir ambruk,
"gile! Real emang beda wkwkwk" Reita nepuk nepuk bokongnya, melakukan beberapa peregangan kecil sebelum kembali ke kelas. Tidak lupa nemplok dulu di dinding *stress -.-*
"woaaaah!" *nguap* , "oke, waktunya balik ke kel--------Ruki?0.0"
"iya gue T_T"
"kok di sini?0.0"
"kan lu yang nyuruh!"
"gue pikir gak datang", Reita mulai melangkah mendekati Ruki yang berdiri depan pintu menuju ke bawah
"lu sih gak balik balik", Ruki mendengus
"hoh? Lu kangen ya?0w0"
BLETAK!!!!
"buruan balik! Nanti keburu ada Guru!", Ruki nyeret nyeret Reita yang mengaduh kesakitan, megangin kepalanya yang di-slap Ruki.
"iyaiya~ bentar dong cel"
"apa lagi??! Pesek lu ah!", Ruki ngedumel
"GAK USAH NGEMENG PUSAK PESEK DONG BONCEL!!!", Reita tersungging *tersinggung* dower dowerin pipi Ruki
"IYA TERUS APA?!"
"......."
"APAAAAAA??", Ruki udah greget
"ano~ Kita kan udah berdua kayak gini, masa mau disia-siain gitu aja?"
T_T <- ruki
"Sebagai tanda kita udah jadian, bolehkan gue kisu lu?^o^a", pikiran Reita udah teracuni tontonan gak senonoh guru dan kepala sekolahnya tadi.
"KAGAK!!"
")@0@(", Reita shocking!
Ruki menarik kerah baju Reita yang lagi mangap, hingga makhluk bernoseband itu agak membungkuk, "yang ada juga gue kisu lu", tambah Ruki, "inget gue SEME!!!", ujarnya mantap. Reita cengok beberapa detik. Kenapa boncelnya itu selalu menyangkut-nyangkutkan hal begini(?) dengan kedudukan mereka, tampaknya Ruki bangga sekali dengan gelar 'Seme'-nya.
"Terus lu kapan mau kisu gue? DX"
"ya... Kapan aja kalau gue mau =3=", Ruki melepaskan kerah seragam Reita
"kalau lu mau itu kapan? DX", Reita guncang-guncang tubuh mungil Ruki
"Kenapa sih? Gak sabaran amat. Pokoknya lu sikat gigi aja yang rajin! Ntar gue kisu", Ruki melengos
"......." *Reita loading*
"HAH SIALAN!!", Reita sedikit berlari mengejar Ruki yang udah mulai menuruni tangga, lalu jambak jambak rambut Ruki dari belakang. Mereka pun akhirnya kembali ke kelas sama-sama walau sebelumnya mereka sempat terlibat baku hantam(??!) selama diperjalanan menuruni tangga dari atap.

Singkat kata singkat cerita *alur cepet XD* --------->>> 117 jam kemudian..... *gak usah dipikirin berapa hari*



"OHAYOU MINNACHAN!!!^0^PAPA IS COMING ♥ ", Reita datang-datang langsung merentangkan tangannya dengan percaya diri di depan kelas, membuat teman teman sekelas spontan menyorakinya dengan beberapa lemparan buku dan sepatu.

Kai udah ngangkat bangkunya buat ngelempar Reita namun buru-buru ditahan anak anak sekelas. Tentu saja.. Karena itu berbahaya.

Tiap pagi Reita udah terbiasa dengan keributan seperti ini, ada kepuasan tersendiri bagi si noseband itu saat dirinya menjadi bahan perhatian orang orang disekelilingnya, sekalipun itu jadi bahan tertawaan.

Reita melirik seorang pemuda mini yang tampak asik dengan handphonenya. Dialah satu satunya makhluk di kelas itu yang membuat Reita merasa dirinya tak cukup menarik, pagi ini.

"ohayou Ruchan", Reita pencet-pencet idung Ruki

"Eh?! Apaan sih? Ah!", protes Ruki sambil menepis tangan Reita

"serius amat=3= smsan sama siapa? Lu selingkuh dibelakang gue ya?"

"HEEEEEEEEE?!", Ruki berdiri dari bangkunya tergesa-gesa, "bi-bicara apa lu noseband? Mana mungkin!"

"........"

"ngaco ah!", Ruki mendengus kembali duduk di bangkunya.

"hohoho~ bercanda, mana mungkin lu selingkuh", Reita nyolek dagu Ruki, "anak kecil belajar selingkuh? Apa kata dunia? Wekwekwekwek", Reita tertawa bebek, Ruki langsung nyekek-nyekek lehernya.


(-.- )

( -.-)

(-.- )

Reita menarik sebuah bangku memposisikannya terbalik disebelah Ruki setelah sebelumnya menendang sang mpunya a.k.a Kaichuw yang lagi asik ngerjain tugas tata boga.

"ada PR gak?", tanya Reita basa busuk *BASI!!!* sambil senyam senyum. Meletakan kedua lengan disandaran kursi sebagai penyangga dagunya.

"jah baru nanya sekarang", Ruki mendengus tanpa mengalihkan pandangan dari hapenya.

"gue kan sibuk gak sempet mikirin gituan-3-", Reita monyong-monyong(?)in bibir.

Ruki melirik ke arah Reita sedikit, "gituan? Sibuk apaan lu?", tanya Ruki ketus lalu kembali fokus ke handphonenya.

"hmm~", Reita tersenyum tipis menatap Ruki lurus dengan kedua tangan menyangga dagunya, "mikirin lu, Matsumoto Takanori"

"........"

"........"

"........"

"hehehehehehehehehehehehehehehe...", tak mendapat respon dari Ruki atas godaannya Reita senyam senyum sendiri. Tentu saja Ruki tak bereaksi dengan rayuan kuno yang sudah sangat sering Reita lontarkan bahkan sebelum mereka berstatus Uke-semeseme. Sampai tiba tiba senyum Reita berubah jadi cengok-an.0_0

"merah..."

Ruki mendelik mendengar gumaman Reita.

"lu sakit?", si noseband nempelin punggung telapak tangannya ke pipi Ruki, "atau BLUSHY BWAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH", Reita tertawa puas memegangi perutnya membuat perhatian anak-anak sekelas tertuju padanya dan juga Ruki, bikin wajah Ruki yang udah matang jadi gosong.

"AP--APAAN SIH LU NOSEBAND???", Ruki menendang bangku Reita ampe makhluk bernoseband itu terjengkang(?). Kai buru-buru bantu kursi buat bangun, sementara Reita dibiarkan terjongkeng begitu saja. "bukan begitu!! Bukan karena lu kok", Ruki kembali duduk di bangkunya agak gugup.

"hah?", Reita bangkit, "terus?"

"ya bukan karena lu pokoknya!!", Ruki kembali ngeluarin hapenya. Reita mengernyitkan dahi, entah cuma perasaannya saja tapi tampaknya akhir-akhir ini Ruki lengket banget sama hapenya, padahal biasanya dia gak perduli, membuat Reita sedikit iri sama benda elektronik alat komunikasi tanpa kabel itu XD

Grep!

Reita merebut hape Ruki dari tangannya, "coba kita lihat ada apa di sini?"

"REITONG!!!!", bentak Ruki tampak kesal karena merasa terganggu, "balikan gak?"

"........"

"Nose--"

"........."

"o--Woi..", Ruki mendadak gugup melihat Reita membaca handphonenya.

"Reila-chan?", Reita menggumam

"Hah?", Buru-buru Ruki merebut kembali handphonenya, "lu sembarangan nih pake rebut hape gue"

"........"

Ruki menelan ludahnya paksa melihat ekspresi wajah Reita yang serius seperti meminta penjelasan, "ano~ ini... Kemarin dulu tiba tiba aja dia nelpon, gue gak tau dia dapet nomornya dari mana...", Ruki melirik Reita

"hmm~", Reita manggut-manggut, "Bwahahahahahahah... Kenapa lu gugup gitu Ruk?", dia mukul-mukul pundak Ruki sambil ketawa ketiwi, "tenang aja kali, gue tau lu gak kan selingkuh! Wkwkwkwk"

"........"

"gue ke bangku gue ya", Reita mengacak-acak rambut Ruki. Ruki langsung menepisnya, mengingatkan kalau dia lah sang Seme yang pantas melakukan hal seperti itu.

Rukira Matsunori 04 Februari jam 15:47

Reita hanya terkikik sambil melenggang ke bangkunya. Menggantungkan tasnya di hanger, lalu duduk di bangku. Matanya kembali melirik Ruki, jauh di dalam hati Reita, sebenarnya ia khawatir juga uke yang berstatus sebagai semenya itu selingkuh XD. Dia tau betul sebesar apa perasaan boncelnya terhadap cewek bernama Reila itu. "huaaah..", Reita nguap wkwk

(-.(-.- )-.-)


KRIIIIIIIINGG...


Ruki membereskan barang-barangnya ke dalam tas. Lalu melirik ke arah Reita yang juga tengah membereskan barang-barangnya sambil cekikikan mengganggu Kai. Ruki berjalan ke arah bangkunya, "pulang?"

Reita menoleh kemudian tersenyum, "okay~". Dia berdiri, mengulurkan tangannya. "gandengan nyokk~ ^0^"

"gak mau ah", Ruki melengos.

^0^

^0^

^0^

^0^

JDUK!!

*Kai nendang bokong Reita yang mematung dengan kata kata Ruki*


(-.(-.- )-.-)


Ruki berjalan disepanjang koridor, sesekali tersenyum dengan sapaan teman-temannya. Sedangkan Reita merangkul Kai berjalan di belakangnya. Hari ini mereka gak pulang bareng Uruha dan Aoi. Kenapa?T_T entahlah.. *plak*

Reita asik mempermainkan Kai membuat makhluk berdimple itu merengut sementara Reita tertawa tawa dibuatnya. Sampai langkah mereka terhenti karena tiba-tiba Ruki ngerem ngedadak langkahnya.

"hah? Kenapa Ruk?", tanya Kai melihat makhluk mini di depannya mematung.

"Konnichiwa^^"

"........"


(-.(-.- )-.-)TEBECE(-.-( -.-).-)


Aaaaaaaaaargghh!!!

Sunday, 9 January 2011

I'm Straight *bonus* : My Seme is My Uke 1

title : My Seme is My Uke.... [cabang(?) fic I'm Straight *side Story*]
Author : Rukira Matsunori
rated : T / 13+
genre : gajeromance
fandom : the GazettE *dkk*
pairing : ReitUki ♥
chapter : 01
warning : Fic ABAL-ABAL!!! Ancur
note : ide fic ini udah ada sejak lama... Waktu nyelesein im straight, udah niat mau ngelanjutin cerita Reituki yang gantung hhe :D Tapi ini cuma untuk kesenangan semata, jangan anggap serius.
length : 20 page word


Step 1 : Qualify


xxxx



Di jalanan sempit yang sepi, tepatnya di sebuah gang perumahan rada rada elit lah( -.-) tampaklah dua orang anak sekolahan*diliat dari seragamnya* tengah berjalan sepulang sekolah menuju rumah mereka masing-masing.
Si jangkung berjalan di samping si pendek. Si pendek berjalan di samping si jangkung, kita ambil kesimpulan mereka jalan berdampingan*ribet!*.
Si jangkung bernoseband, kita sebut saja Reita. Sejauh kakinya melangkah, ia tak henti-hentinya bersiul sambil sesekali ngelirik si pendek di sampingnya, kita sebut Ruki. Seakan-akan ada sesuatu yang mengganjal pikirannya namun susah untuk diungkapkan. Reita kemudian menghentikan siulannya, memasukan tangannya ke saku celana sambil berdehem-dehem meminta perhatian dari yang akan jadi lawan bicara.
"Ruk-", Reita menarik bahu Ruki menghentikan perjalanannya menuju rumah masing masing.
"hah?"
"ano~", Reita malu malu, gak berani natap lawan bicaranya, "lu kan udah nyuri kisu dari gue.... Masa hubungan kita mau gini aja sih?", terang Reita masih gak berani liat langsung ke mata Ruki.
"hah?"
"yaaaaa~ kaya si paha sama Aoi, atau si jontor sama Saga? Misalnya.."
Tampaknya makhluk bernoseband itu udah gak sabar pengen mastiin hubungan dibalik hubungan(?)nya dengan Ruki. Dia capek digantung terus kayak gitu capeeeekk*plak!* apalagi akhir-akhir ini banyak hal yang bisa jadi ancaman bagi kelangsungan hubungan mereka, kayak si Uru yang ngajakin Ruki jadi selingkuhan lah, bilang suka lagi lah. Hati Reita jadi semakin tak tenang...XD
"hmm... Lu udah lupa ya?"
"apaan?", Reita mengernyitkan dahinya.
Ruki berjalan mendekat ke arah Reita, menarik kerah seragamnya, "kita bisa jadi kayak si Uruha atau Aoi, asalkan--", Ruki menggantung kata-katanya.
"........"
"Lu inget kagak??!", Ruki nyomot idung dibalik noseband Reita
------------>>>>ingatan Reita flashback ke cerita ending i'm straight, mengingat bagaimana cerita itu berakhir dengan tidak elitnya<<<<-------------
".......", Mendadak mimik muka Reita berubah horor
"udah inget? Ya itu dia... Gue ini seme!! Bagi cewek*yaiyalah*, maupun cowok!!"
"HAAAHH?? Lu tuh ya... Masih keras kepala aja!! Apa susahnya sih nerima kalau lu itu diciptain buat jadi uke gueeee!!!"
"gak bisa gitu dong!! Gue ini laki-laki, gue gak mau kepribadian gue jadi berubah kecewek-cewekan kaya si Uru*jotos* sekalipun cuma di depan lu!!"
Reita menggretakan giginya greget, "Liat dong tampang gue??!", Reita meraih wajah Ruki, "terus Lu pikir gue cocok jadi Uke??", Reita menggebu gebu.
Ruki berlagak memperhatikan Reita, menatapnya dari ujung kaki sampai ujung idung, "cocok kok"
"itu kan kata lu boncel!!!", Reita menjitak Ruki, gregetan.
"ya udah, gue kan gak maksa! Lu terima ayo! Lu gak terima juga gak masalah.. Lagian gue straight ya... Gue bisa cari cewek yang udah jelas bakal jadi uke gue, daripada jadi uke lu!", Ruki ngeloyor pergi.


Syuuuuuuuu~~~~ (angin berhembus)



xxxx
Reita berguling guling di atas kasur tengah malam karena gak bisa tidur. Pikirannya terus menerus memikirkan perkataan Ruki, tentang dirinya yang menjadi seorang uke? Reita tau betul bagaimana menderitanya jadi seorang uke *wkwk* tapi bukan itu masalah terbesarnya bagi Reita.... Tapi dia harus jadi ukenya si buntet bin mini binti boncel itu? Mau ditaro dimana muka seorang Reita yang keren gagah perkasa? Dia pasti jadi bahan tertawaan semua orang, apalagi si Uruha yang jelas jelas pasti menyimpan dendam kesum[b]at padanya. Membayangkan si paha itu ngakak, adalah mimpi buruk bagi Reita.
"argh!", Reita menenggelamkan wajahnya di atas bantal empuk yang setiap malam setia menjadi penyangga kepalanya dikala tidur. Reita semakin berpikir keraaaaaasss.... Ia ingin bersama Ruki tapi bukan jadi ukenya. Reita gak mau jadi uke tapi pengen sama Ruki. Reita sedang menimbang-nimbang, lebih dominan manakah :
a. Tidak ingin menjadi uke, dan ditertawakan orang
b. Ingin bersama Ruki dan hatinya bahagia
dan.....
C?? Bersama Ruki, jadi uke tapi gak ditertawakan orang dan hidup bahagia <<-option tambahan dari author




Gubrak!!
Reita menggelindingkan diri dan jatuh dari atas tempat tidur. Ia bangkit dengan muka yang super duper kusut, sambil mengangkat satu jarinya, "AHA!!! Bener juga...", Reita buru buru naik ke atas kasur dan duduk bersila layaknya dukun mau semedi.
"kalau gak dibilang, mana orang tau gue ini jadi uke atau seme... Yang pasti, orang-orang juga kagak buta kalau gua ini tampang seme. Kalau gue ama Ruki pacaran, pastilah gue yang dicap sebagai seme @.@b", *note : penilaian orang itu penting*
------->>>siiiiiiiinnggg~
"wahahahah bener juga XD kenapa kagak kepikiran yak", Reita guling guling gaje sambil meluk guling. Keinginannya untuk bersama Ruki ternyata sangat besar... hho
"RUKIIIIIIIIMIIIINNN I'M COMING....!!!! ♥ "
DHUAR!!!
*Kai ngelempar petasan ke kamar Reita*


xxxx



"eh? Serius?"
Reita mengangguk dengan mantap, "gue serius lah"
Setelah memantapkan hati dengan keputusan super duper gegabahnya, Reita berhasil menyeret Ruki buat mojok di belakang gedung sekolah. Dan sekarang adalah dialog inti dari dialog-dialog gak penting yang terjadi diantara mereka sebelumnya di belakang gedung ini.
"aahh...", Ruki mengangguk dengan agak ragu, ternyata dia yang memenangkan adu kepala batu ini.
Wajah Reita berubah berseri-seri melihat anggukan Ruki, "ja-jadi sekarang kita pacaran nih?", tanyanya nepsong
"e'em 0.0", Ruki ngangguk sadar gak sadar
"Yatta!!!", Reita kegirangan, akhirnya impiannya buat memperlakukan Ruki semena-mena terkabul juga *tabok*, "jadi, gue boleh peluk lu kan?"


"eee-iya 0.0", Ruki ngangguk lagi tanpa sadar.
"Wohoooo!!!", Reita buru buru meluk Ruki erat, eraaaaattt banget gak mau nyianyiain kesempatan . Niat banget dia ngeremukin tubuh kecil nan rapuh itu. "terus terus, gue boleh cium lu kan?", Reita senyam senyum ngehe... Monyong monyongin bibirnya *najoz!*
"STOP!!!", Ruki nahan wajah Reita yang udah siap siap nyosor.
"0.0 he?"
"gue mau nerima lu karena lu mau jadi uke gue!! Meluk sama nyium itu dilakuin sama seme!!! Gue mau lu sadar posisi..."
0.0
"masuk kelas ah", Ruki lari lari meninggalkan Reita dalam keadaan shock berat. Bahkan dalam hal seperti itu pun Ruki memperhitungkannya. Harapan Reita bisa memperlakukan Ruki semena mena pun pupus sudah.
0.0
0.0
0.0
0.0
(membatu)

xxxx


Seperti ketiban durian runtuh, itulah yang ada dipikiran ke-5 orang yang gak tau terima kashi itu. Mereka hampir gak percaya sekarang mereka udah duduk menghadap meja dengan masing masing semangkuk ramen.
"hey ayolah~ ayo makan, makan, makan!", suruh Reita pada teman-teminnya yang cuma cengok natap mangkuk ramen di hadapan mereka. Ya~ Reita neraktir Aoi, Uruha, Saga, Tora dan Kai makan ramen di kantin. Walau gak elit, tetap saja ini kejadian langka. Selama ini Reita cuma nadahin tangan minta traktiran, kirain seumur hidup mereka gak kan ngerasain ditraktir oleh si noseband itu. Hingga hal ini menimbulkan kecurigaan di benak mereka masing-masing, ada apakah gerangan?
"Serius nih?", Uruha nunjuk ramen di hadapannya
Reita buru buru jitak ubun-ubun Uruha, "gak sopan lu ya"
"eh, emang dalam rangka apaan nih lu traktir kita?", tanya mr.Jontor yang udah mulai berani melahap ramennya.
Inilah pertanyaan yang Reita tunggu-tunggu, "hehe...", Reita senyum najong, "nice question...Tor", Reita ngelirik anak laki-laki disampingnya, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Taka-chan( -.-), tangan Reita bergerak perlahan merayap ke bahu Ruki dan merangkulnya.
"kita--"
puk.
Ruki menyingkirkan tangan Reita dari bahunya, membuat laki laki bernoseband itu heran dan kecewa. "kita udah jadian", Ujar Ruki setengah nyengir lalu merangkul bahu Reita.
"......."
"......."
"......."
"......."
"......."
"ahahah.. Gue jadi malu kalau diumumin begini", Reita nutupin wajahnya pake sebelah tangan, sok malu-malu.
"sikap lu uke banget ya", sindir Ruki
"akk--", Reita yang lagi malu malu pun, mangap gak bisa nutup mulutnya, kaget mendengar sindiran Ruki.
"APA??"
"SERIUS UDAH JADIAN?!"
Uruha berdiri dari kursinya, "pake pelet apa lu buat gaet anak gue?", tanyanya melotot ampe matanya membrudal(?) mau keluar. "Ruki, lepasin tangannya!", Suruh Uruha sambil mukul-mukul tangan Ruki yang menjuntai(?) indah di bahu Reita.
"apaan sih lu paha? Sirik aje lu", Reita sungut-sungut
"grrrr~"
"wahahah kalian emang cocok! Gue udah yakin.. Kalian bakal jadian", Tora komentar
"oke, selamat ya", ucap Aoi
"selamat buat kalian", Saga ikut memberikan selamat.
"selamat Reita, selamat Ruki..", Kai tersenyum manis menadakan ketulusan atas ucapannya, "eh, tapi kapan kalian jadian?"
"emmm~ kemarin"
"kemarin?0.0"
"haha... Bagus-bagus", Tora angguk angguk, tanpa diketahui tangannya gerayang di bawah sana ngelus ngelus paha Saga.
PLAK!!
"aduuh~ sakit ciii <-[gachii]", Tora merengek megangin pipinya. Saga hanya mendelik sekushiii..
Sementara Kai malah terlihat suram sambil memasukan mie ramen ke dalam mulutnya, Ruki yang melihatnya merasa heran dan bersimpati, "ano~ Kai, lu gak apa-apa?"
"eh? Ehehe~ iya.. Aku gak apa-ap----huweeee"
"heeeeeeee?"
Sepertinya Kai mulai menyadari ketertinggalannya. Cuma dia yang belum punya pasangan diantara teman-temannya. Hubungannya dengan Nao pun semakin renggang aja wkwkwk nasib seorang Kai, naas beuttt X3


xxxx


Hari berikutnya...
"seperti yang bapak bilang sebelumnya bahwa.. bla.. bla..", Sensei tuir tuir menggoda selingkuhan kepala sekolah *cekik!* itu enjoy melakukan pekerjaannya menerangkan pelajaran sejarah.
Sementara di belakang, Reita krasak krusuk nyobekin kertas dari bukunya. Boro-boro merhatiin Gackt cuap-cuap di depan kelas, yang sekuat tenaga *wew* berusaha menjelaskan, agar murid-muridnya mengerti. Tapi yang jadi murid malah asik dengan dunianya sendiri, dasar murid durhaka.. Si Reitong!!!
Pluk.
Ruki kehilangan konsentrasinya memperhatikan Gackt sensei, saat melihat buntelan kertas jatuh tepat di atas meja belajarnya. Karena rasa penasaran menggerogoti *XD* Ruki pun mengambil kertas itu dan membukanya.
---gue boleh panggil lu dengan nama kecil gak? Reita ♥---
WEKZ!!!!
Jidat Ruki kejedot permukaan meja, 'apa sih yang dipikirin nih anak?', Ruki meraih balpoin dan menuliskan sesuatu di atas kertas itu sebagai balasan, lalu melemparkannya ke arah Reita, tepat membentur nosebandnya.
---SABODO!!! KUMAHA MANEH WE!!!! :þ---
"heh?", Noseband Reita mendadak miring, "bahasa apaan neh? Kagak ngarti gua", Reita garuk garuk pantat. Lalu ia kembali menyobek kertas buat nulis lagi sesuatu.
Pluk.
---tu apaan sih? Gak ngerti. Eh boleh gak? Lu boleh kok manggil nama kecil gue >///
Ruki napsu nulis balesan, pengen cepat-cepat menghentikan kelakuan kekanak-kanakan ini. Saat ia hendak melemparkannya kembali ke arah Reita, tiba-tiba ada yang nahan tangannya dan merebut buntelan kertas kecil ditangannya.
"Matsumoto-kun, kau tidak memperhatikan pelajaranku?"
"aaaa---"
Gackt menilik nilik kertas kecil di tangannya, "terserah lu!!! Uke-chaaaaaann~", Gackt membacakan tulisan yang ada dalam buntelan kertas itu dengan suara ngebass. Membuat Reita melongo.
"WAKAKAKAKAKAKAKAKAK.....Uke-chan katanya....."
-
-
-
-

Reita menundukan kepalanya lemah sambil menghadap cermin dengan tetesan tetesan air berjatuhan dari wajahnya. *kesimpulan : Reita lagi di wc abis cuci muka*
"Rei--", Ruki masuk clingukan, "lu di sini? Kok lama banget buang air kecilnya"
Reita menoleh dengan tampang depresi membuat Ruki jantungan, kirain dia kesurupan. "lu... Kenapa lu bilang gue uke-chan? Sekarang semua anak anak sekelas pada ngatain gue UKEEEEEEEE!!", Reita stress megangin kepalanya.
"emang lu uke"
"TAPI GAK USAH PAKE NYEBUT-NYEBUT GUE UKE!!!"
Ruki cemberut, gak enak hati dibentak si noseband, "TERUS LU MAUNYA GIMANA HAH??"
"ssstt!! Jangan bilang pada siapapun><, apalagi si Uruha dan kupret-kupretnya. Lu harus janji ama gue!!"
"......."
"oke?"
"T_T"
"......."
"T_T"
Seperti yang author bilang sebelumnya, penilaian orang itu penting. Dan itu juga yang dipikirkan Ruki. Ia pun ngeloyor dengan wajah tanpa ekspresi, entah setuju atau tidak dengan permohonan Reita.
"ee--Ruki? Ruk-", Reita cepat cepat keluar toilet, menyusul Ruki,
"Ruki... Ooii", *Jengut rambut Ruki dari belakang*
"Errgh"
"kok ngeloyor gitu aja sih?"
"gue gak betah di toilet lama-lama"
"......." (=3=)
"......."
"......."
Reita bersiul-siul seperti kebiasaannya. Matanya melihat tangan Ruki nganggur di bawah sana, gak mau membuang buang kesempatan, tangan Reita bergerak, niat menggenggam tangan Ruki, namun baru aja kesentuh jari manisnya tangan Ruki udah menepis tangan Reita yang kelayapan.
Pakk.
"ugh", Reita meringis meniup niup tangannya yang ditepis kasar Ruki. Saat Reita asik niup-niup, Tiba-tiba Ruki menariknya, menggenggam tangan Reita menariknya masuk kelas. Iyaaa~ dan mereka kembali ke kelas sambil berpegangan tangan. Walau akhirnya di dalam kelas Reita terus menerus dikatain 'Uke-chan' namun kekesalan Reita bisa terobati dengan keberadaan Ruki disampingnya XD

xxxx


Perjalanan pulang...
Setelah sengaja menyingkirkan Kai dengan memberinya uang 50 yen(?) menyuruhnya beli permen. Reita berhasil pulang berdua bareng Ruki seperti apa yang di harapkannya.
"ano~ Ta-Taka-chan", mendadak wajah Reita merah matang, "gyaaa~", Reita menutupi wajahnya dengan tas. padahal udah ketutup noseband
Ruki hanya menoleh sambil mengernyitkan dahi melihat tingkah aneh kekasihnya, "lu apaan sih? Biasa aja dong!"
Reita memukul mukul pipinya, "lu gak tau ya.. coba panggil gue dengan nama kecil gue, lu pasti malu", Ujar Reita percaya diri
"UKE-CHAN!!", Ruki ngomongnya mantap
(o)0(o) <- *Reita shocking*
"Bukan!! Hentikan manggil gue dengan nama itu!!><"
"biarin"
"Ue-chan!! Atau Aki-chan, atau apalah... Jangan itu!", Reita Uring-uringan
"terserah gue dong( =3=) kalau lu mau lu bisa panggil gue Seme-kun =D", Ruki tersenyum blink-blink
"Aaaaaaa----", Reita stress langsung meluk tiang listrik dipinggir jalan, mana mau dia manggil Ruki dengan sebutan macam itu. Sama aja dengan semakin memperjelas posisinya dalam hubungannya dengan Ruki di hadapan semua orang.
"lu kenapa sih? Lepasin tiang listriknyaaaa!!!!", Ruki narik-narik tubuh Reita yang meluk kuat ke tiang listrik. Sampai tangan Reita gak bisa bertahan lagi, tanpa aba-aba lepas dan. . .
BRUK!
"........"
Reita terduduk dengan tampang cengok. Tak merasakan sakit di daerah bokongnya, tangan Reita meraba-raba ke bawah
"WUANJRIIITTT"
Reita buru-buru turun dari tubuh mungil Ruki mendengar raungan kekasihnya itu, "Ruki?"
"tubuh gue... remuk aduuh"
"hah?", Reita panik, "mana, mananya yang sakit?", tangan Reita raba-raba
Ruki segera menepuknya, "seluruh tubuh gue. Lu berat banget si nosebaaaand"
"kok gue? Lu kan---"
"argh...", tulang tubuh Ruki bergemeretak, ia mencoba membangunkan tubuhnya, sampai berhasil duduk. Wajah Reita udah melongo di depan wajah Ruki dengan tampang bejat.
"he?"
"Kisuan yuk Ruuuk", Reita udah nepsong siap nyerang
BUAKk!!
Entah dapat kekuatan dari mana sampai Ruki bisa nabok Reita hingga laki-laki bernoseband itu terjongkeng mengenaskan.
"gue kan udah bilang!! Gue yang nyeraaaanngg><"
*tbc*
aneh beut!