Search + histats

Tuesday, 9 February 2016

One Wish! 03A (the GazettE Fanfic/Reituki)

Author: RuKira Matsunori
Chapter: 3A/3
Rating : T
Fandom : the GazettE
Pairing : Reita x Ruki , Aoi x Uruha (slight)
Genre : Gajeromance! Fantasy! Drama! Bandship! Switchgender?
Disclaimer : Ruki milik saia.....dan Reita (T▽T)
Warning : Gajebrot! Tapi ini fic serius!
Summary : Ruki mendapat hadiah dari orang tak dikenal di hari ulang tahunnya, yang bisa mengabulkan satu keinginan terpendamnya.
A/N : Disaat saia harus menyelesaikan ini, saia gak mood! Ditambah kemaren saia ngejatuhin hp temen dan sekarang rusak ...( ̄▽ ̄)padahal dia baru beberapa hari beli. Dan karena saia panik saia bilang, "hpmu ini harus kubeli!" DOR!! Lagi bokek gini sok-sokan aje dah ah... intinya saia curhat saia baru melewati hari yang kurang beruntung (╥_╥) Ini sangat telat! Saia minta maaf. Sebenarnya saia bergelut dengan part B-nya (✿´‿`) !!! Tapi saia usahakan selesai secepatnya!! Dan Tsu cepet sembuh ya~
~♥ wakak tong kagegeringan ku fic oi xD *ditabok*



*****

Ruki menggaruk perut di balik t-shirtnya sambil menguap di depan cermin wastafelnya. Ini hari keenamnya ia berwujud perempuan. Meski ia senang bisa banyak menghabiskan waktu bersama Reita sebagai perempuan, melihat sepuasnya tuan noseband itu latihan dan menunjukan ekspresi kagumnya dengan terbuka tanpa harus merasa jaim dan takut dicurigai aneh-aneh karena ia adalah seorang fangirl. Menggoda bassistnya itu seenaknya tanpa harus ia berada di atas panggung terlebih dahulu. Meski kadang ada kecelakaan-kecelakaan kecil seperti sifat manly(?)nya yang tak sengaja keluar tanpa ia sadari, seperti ikut Reita masuk ke toilet cowok saat ia dan Reita kebelet barengan. Ruki menikmati usaha Uruha yang selalu memaksa Reita mengantarkannya pulang . Ruki menikmati perlakuan Reita yang begitu lembut dan penuh rasa hormat memperlakukannya yang tidak pernah ia dapatkan saat dirinya sebagai seorang laki-laki dan itu membuatnya semakin jatuh cinta pada bassistnya itu. Tapi jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Ruki mulai merasa khawatir....

INI HARI KE-5 DAN IA BELUM JUGA KEMBALI KE SOSOK GAGAH-NYA!!!!

Berpuluh-puluh panggilan dan ratusan chat dari sang leader dan manajernya tak berani ia buka. Ruki tahu Kai dan Koga-san pasti sangat kesal padanya, berlibur seorang diri selama berhari-hari tanpa mengabari di masa-masanya the GazettE sibuk begini. Dan Ruki mulai merasa kesal pada dirinya sendiri karena ia meminta untuk berubah menjadi perempuan di waktu yang tidak tepat! Tapi hei! Dia tidak tahu kalau kerang ajaib itu benar-benar akan mengabulkan permintaan konyolnya.

Kadang Ruki merasa kehidupannya yang ia jalani sebagai perempuan sekarang adalah mimpi dimana saat pagi datang ia akan terbangun dan mentertawakan dirinya sendiri. Tapi semua kejadian dan hati-hari yang ia lewati terlalu begitu nyata untuk sebuah mimpi. Dan jika mengingat perlakuan Reita padanya dan waktu yang telah ia habiskan bersama bassistnya itu selama beberapa hari ke belakang, itu membuat Ruki keberatan kalau semua ini adalah mimpi. Tapi jika ini bukan mimpi, kapan ia akan kembali menjadi laki-laki lagi??! Ruki sangat cemas. Ia tak mau kalau sampai harus melakukan operasi transgender untuk kembali menjadi laki-laki!! Itu tidak original!!

Ruki mengolesi roti tawar yang akan ia panggang untuk sarapan paginya dengan mentega setelah ia selesai mencuci muka dan menggosok gigi. Memasukannya ke dalam toaster lalu menunggu sampai mesin pemanggang roti itu meletus(?)kan rotinya. Ruki mengambil ponselnya dan ponsel barunya untuk mencari sedikit hiburan sambil menunggu rotinya matang setelah memberi Koron makan.

Ya, beberapa hari yang lalu Ruki sengaja membeli ponsel baru karena Reita kadang tampak asik chat dengan seseorang di ponselnya yang Ruki tahu pasti siapa. Ia tidak mau kalah dari perempuan okini Reita itu dan segera setelah membeli ponsel baru ia menjadikan Reita satu-satunya teman di akun LINE barunya yang juga sengaja ia buat. Dengan beralasan mendapatkan id-nya dari Ruki, ia mulai nyepam LINE Reita dengan chat-chatnya yang gak bermutu berharap Reita lebih menaruh perhatian padanya daripada okininya itu.

Ruki melihat notifikasi LINE di iPhonenya yang ternyata ia mendapat pesan yang berbunyi "hei!" dari Reita. Melihat itu dengan semangat ia segera membalas chat tuan bernoseband itu.

-Ohayou gozaimasu Reita-kun~♥!!! ≧▽≦ melihat pesan darimu pagi-pagi begini benar-benar membuatku semangat untuk menjalani hidup yang berat ini.-

Ruki senyam-senyum sambil menunggu balasan dari bassistnya itu sampai tidak lama kemudian kotak balasan muncul di layar ponselnya.

-Apa kepalamu ketiban kelapa saat sedang berjemur di pantai?-

Heh?
Tunggu!
Reita tidak akan bicara seperti itu pada Kuri!

Dan kotak dialog chat itu muncul lagi di layar iPhonenya tanda ada chat baru lagi masuk.

-Tapi akhirnya kau membalas jugaaaa!! Sebenarnya kau sedang apa di Hawaii sampai panggilan-panggilan kami tak kau angkat dan chat gak dibalas? Kai dan Koga-san sangat kesal padamu tau!-

Dan Ruki menepuk wajahnya sendiri atas keteledorannya. Ia terlalu menikmati dirinya sebagai Kuri ternyata sampai salah fokus dan melupakan keberadaan dirinya sebagai laki-laki. Reita ngechat LINEnya, bukan LINE Kuri. Bodoh sekali! Ruki mengutuk dirinya sendiri.

Ia sengaja tak mengangkat panggilan Kai, manajernya dan Reita karena suaranya saat ini adalah suara perempuan!! Tapi kalau soal chat yang gak dibalas, ia juga sengaja. Alasan untuk Kai dan manajernya, tentu saja karena ia tak mau cekcok dengan kedua orang itu sampai panjang kali lebar. Tapi di hari pertama Ruki menjadi perempuan, ia mendapat pesan dari Reita yang mengatakan:

-Kenapa kau gak bilang-bilang sih mau liburan? Gak ajak-ajak lagi! -3- Dasar bedebah! Dan kau tak pernah bilang punya sepupu yang begitu manis!-

Sebenarnya Ruki ingin membalas chat dari bassistnya itu dan bercanda seperti yang biasa mereka lakukan, tapi Ruki menahan diri. Entah darimana munculnya pikiran itu tapi ia ingin sekali waktu menghilang dari Reita. Dan Ruki ingin tahu bagaimana reaksi makhluk bernoseband itu kalau ia tiba-tiba hilang dan tak memberinya kabar. Ruki tahu bassistnya itu straight, tapi meski sedikit ia berharap keajaiban itu ada. Dan Reita memang mencoba menghubunginya saat chatnya tak dibalas, hanya sekali sih. Dan itu membuat Ruki sedikit kecewa hingga rasanya keinginannya untuk membuat makhluk bernoseband itu menderita karena penolakan sadis dan bengisnya semakin menggebu-gebu. Sedangkan alasan Ruki tak membalas chat Aoi, karena....... akan janggal kalau ia hanya membalas chat gitaris rhythmnya itu, Kai pasti akan lebih marah kalau tau Ruki membalas chat bandmatenya yang lain sementara ia tidak dapat. Dan sekarang sang chibi vocalist melakukan kesalahan dengan membalas chat Reita! Dengan pesan yang aneh begitu lagi!

Ruki memutuskan kembali mengabaikannya lagi saja. Kalau ia balas lagi bisa panjang masalahnya. Biarkan saja! Tapi Reita tidak mungkin mencurigai Kuri adalah dirinya hanya dengan sebaris pesan itu kan? Reita terlalu lemot untuk menyadarinya, Ruki sangat tau itu. Seorang laki-laki sejati berubah menjadi perempuan dalam semalam hanya sangat tidak masuk akal! Ini bukan dunia dongeng dan fiksi! Sebego-begonya Reita, ia bukan anak bloon yang akan begitu saja percaya dengan kemustahilan seperti itu dan berpikir hal mustahil seperti itu benar-benar terjadi di dunia nyata ini. Meski pada kenyataan itu memang benar-benar terjadi. Tapi Ruki pikir kalau ia jadi Reita atau siapapun orang dewasa yang tumbuh dengan sehat tanpa penyakit kelebihan imajinasi di otaknya, pemikiran seperti kerang ajaib membuat seorang laki-laki berubah menjadi perempuan itu bahkan tidak akan melintas di kepalanya.

Kemudian Ruki beralih pada ponsel barunya setelah mengolesi selai coklat di permukaan rotinya yang sudah matang. Sambil melahap rotinya makhluk minis itu membuka ponsel android (sengaja! Biar samaan sama Reita!)nya yang berperan sebagai ponsel Kuri yang ternyata di sana juga ada chat dari Reita.

Kuri personality mode:on!
Wajah Ruki kembali sumringah.

-Kuri-san aku akan menjemputmu pukul 10-

Huh?
Waktu di chat menunjukan Reita mengirim pesan itu pukul 07:15.
Ruki melihat jam di ponselnya.
PUKUL 09:58!!!!!!

APWAAAAAAA?!!!!
Ruki punya waktu 2 menit untuk berdandan ala Kiru dimana Uruha yang selalu mendandaninya dan selalu baru selesai setelah 2 jam!!
Lelucon macam apa ini?!

-Tunggu! Tapi Reita-kun aku belum bersiap-siap!!! Kenapa mendadak!? Memangnya kita mau kemana?(;∀;)-

Ruki melihat ada balasan kembali masuk.

-Lho? Uruha bilang Kuri-san memintanya untuk memintaku menemanimu mengajak Koron jalan-jalan ke taman kota?-

Oh, itu ide yang sangat sempurna. Ruki selalu memimpikan kencan sederhana bersama Reita dimana Koron juga ikut terlibat di dalamnya. Tapi...

URUHA?!!!
Kenapa si paha itu tidak memberi tahu soal rencananya itu!!

Dan tiba-tiba...

-Aah Ruki sorry ponselku kecemplung kloset, jadi ini aku baru pulang beli iPhone terbaru. Oh ya, Reita sudah memberitahumu kah? Soal kencan kalian with Koron hari ini~♥?-

Paha brengsek! Ponsel pake kecemplung kloset segala!
Saat Ruki hendak mengetik chat balasan dan meluapkan seluruh kejengkelannya pada  bebek itu, kotak chat Uruha tertindih(?) dengan kotak chat baru.

-Oh, dan aku baru tiba di depan pintu apartment Ruki sekarang.-

Reita.

PAHAAAAAAAAAAAA!!!!!

Ruki meneriakan nama lain leader gitarisnya itu dalam hati sambil grasak-grusuk melesat ke kamarnya.

JDUK!!!
PRANG!!
GLOMBRANG!!

Reita mengernyitkan dahinya saat mendengar suara-suara aneh dari dalam pintu apartment di hadapannya. Kuri tidak membalas lagi chatnya tapi sepertinya perempuan sepupu Ruki itu sudah tahu ia ada di depan apartment Ruki karena ada tanda 'Read' di chat hingga rasanya ia tak perlu menekan bel. Reita menunggu selama beberapa menit sampai akhirnya pintu di depannya terbuka dan ia sedikit jantungan saat tiba-tiba sebuah kepala nongol dari dalam pintu dengan showercap di kepalanya dan wajah bermasker, seperti dokter bedah yang hendak melakukan operasi.

“O-ohayou Reita-kun~”

“Ohayou Kuri-san...” Reita tersenyum bingung.

“Ano... maaf! Aku sedikit kena flu jadi...”

“Oh kau sakit? Apa tidak apa-apa kalau kita keluar?”

“Aa tidak, hanya saja aku belum siap-siap.”

“Jadi kau benar-benar tak tahu tentang ini?”

Ruki menggelengkan kepalanya.

“Ck! Si paha itu! Dia mengerjaiku!” dengus Reita. “Kalau begitu tidak usah, sebaiknya aku pulang saja dan kau istirahat saja Kuri-san! Maaf sudah mengganggu pagimu.”

“He? Tidak! Aku—” sebenarnya kencan dengan mengajak Koron di taman kota itu ide yang sangat sangat sangat baguuuus! Kalau saja Uruha terlebih dulu memberitahunya soal ini, Ruki akan sangat berterimakasih. Tapi dalam keadaannya yang sekarang, sangat tidak memungkinkan untuk Ruki pergi tanpa bantuan Uruha memoles wajahnya.“Kalau begitu maaf Reita-kun. Aku sangat ingin pergi tapi badanku tidak mendukung keinginanku sepertinya..”

“Haha tidak apa, kita masih bisa melakukannya lain kali,” Reita tersenyum lembut.

Lain kali.....?
Jika mendengar itu rasanya Ruki ingin lebih lama menjadi perempuan. Karena tidak mungkin ia akan mengalami "lain kali" itu dengan ia sebagai seorang laki-laki kan?

“Kalau begitu aku permisi pulang Kuri-san...”

“Oh, iya. Hati-hati Reita-kun! Dan maaf!”

Reita hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum sebelum akhirnya beranjak dari depan pintu apartment Ruki. Ruki tak ingin dulu beranjak masuk ke dalam apartmentnya sebelum bassistnya menghilang dari pandangannya. Makhluk minis itu sempat melihat Reita mengangkat panggilan di ponselnya sebelum ia masuk ke dalam elevator. Dan saat Reita membalik tubuhnya di dalam elevator, Ruki melihat bassistnya itu tersenyum bicara dengan seseorang di ponselnya sambil menekan tombol lantai mana yang ia tuju. Entah bagaimana Ruki merasa seseorang yang sedang bicara dengan makhluk bernoseband itu pastilah okini-nya itu.

Padahal ia ada di sini, ia seorang perempuan sekarang, tapi kenapa Reita masih saja sibuk dengan fangirlnya yang satu itu?

Ruki sedikit menghela nafas sebelum akhirnya beranjak masuk ke dalam apartmentnya saat pintu elevator menutupi sosok Reita. Koron bergonggong dari dekat tempat makannya saat Ruki kembali duduk di kursi meja makan. Ruki hanya tersenyum melihatnya, meski ia menepuk-nepukan tangan ke lahunannya ia tahu Koron tak akan berlari ke arahnya dan melompat ke lahunannya seperti yang selalu biasa anjingnya itu lakukan. Ruki selalu berangkat keluar dan pulang ke rumah dengan make-up tebal dan wig pirang panjang itu membuat Koron takut. Meski chihuahua itu tau betul bau majikannya, ia hanya perlu sedikit waktu untuk membiasakan diri dengan ke abnormalan majikannya. Karena itu Koron menjaga jarak untuk sementara.

“Kau benar-benar tak menyukaiku sekarang?”

“Auk...”

Ruki tersenyum pahit melihat Koron membalik tubuhnya menghadap dinding dan  membelakanginya dengan ekor mungil itu bergerak sana-sini. Dan kemudian ia teringat!

Ruki meraih ponselnya dan mengetik balasan untuk Uruha.

-Seharusnya kau memberitahuku dulu sebelum meminta Reita! Dan lagi kau tau kan yang selalu mendadaniku menjadi Kuri adalah kau! Seharusnya kau datang sebelum Reita!!-

Uruha membalas kemudian.

-Oh! Aku lupa hhe... -

-KAU SENGAJA PAHA!! -

-Lalu bagaimana kencan kalian?(˘⌣˘)ʃ-

-Tidak ada kencan!! Aku mengusirnya lagi tepat saat dia tiba di depan rumahku-

-Aaah... Poor Ueeee!!(ಥ_ಥ)-

Ruki mendengus kali ini mengabaikan pesan Uruha. Ruki tahu gitarisnya itu sengaja! Kemarin Uruha uring-uringan bertanya sampai kapan vocalistnya itu akan berwujud perempuan begitu dan mengancam akan memberitahu Reita kalau Ruki tak juga kembali menjadi laki-laki dalam seminggu! Mereka punya tour besar menunggu dalam waktu dekat, Ruki tahu kekhawatiran Uruha karena ia juga merasakannya, tapi toh itu bukan keinginan Ruki. Kalau saja ia bisa meminta sekali lagi, ia ingin segera dikembalikan ke sosok aslinya. Ruki menghela nafas.

Makhluk minis itu membuka twitternya. Sudah beberapa hari ini ia tidak update status sejak transformasinya. Fansnya pasti menunggu-nunggu kicauan darinya. Ruki membuka notifnya melihat 1000+ pemberitahuan untuknya. Tampaknya fans benar-benar tak sabaran untuk membaca updateannya. Itu pikiran sang vocalist chibi sebelum ia melihat kalau ternyata semua pemberitahuan itu berasal dari pemilik akun yang sama dan isi tweet yang sama...

-RUKI CHIBI SAMA!! KAU SUDAH MENERIMA KERANG AJAIBNYA?!٩(ˊᗜˋ*)3、`) SUDAHKAH? SUDAHKAAAAAAAAAAAHHH??!! APA KAU MEMINTA UNTUK MENJADI SUAMIKU?! KATAKANLAH TAK PERLU MALU xoxo ... (^-^)-

@Ruxxxxxxxma

Wajah Kuri san yang cantik berubah horror.

Akhirnya orang sinting yang mengiriminya benda aneh itu menunjukan dirinya! Ruki membuka profil orang tersebut. Di sana tertera lokasinya di ....... Indonesia?
Indonesia he? Pantas saja ia dan member the GazettE yang lain males banget buat konser di negara itu, walaupun fans di sana selalu teriak-teriak dan nyepam fanmail, twitter dan Instagramnya dengan "KONSER DI INDONESIA DONG!! THE GAZETTE KONSER DI INDONESIA LAH!! KAMI INGIN THE GAZETTE KONSER DI INDONESIA WOI!!!" dan semacam itulah. Tapi rasanya perasaan mereka tak menginginkan, hati mereka menolak untuk menginjakan kaki di negara satu itu. Ternyata karena ini..... Karena ada fan psikopat itu di sana. Syukurlah! Kalau sampai the GazettE konser di Indonesia, orang itu mungkin akan naik ke panggung di tengah konser dan memperkosanya di atas panggung. Itu mengerikan untuk dibayangkan. Baiklah sudah Ruki putuskan the next country calon pem-banned-an. Tapi sebelum itu ada sesuatu yang harus Ruki gali dari si pengirim kerang ajaib itu. Ruki mengklik DM button di kronologi orang itu.

-Hei, katakan bagaimana caranya agar aku kembali seperti semula?!-

Ruki menunggu orang itu membalas setelah mengirim pesannya. Namun tiba-tiba satu tweet baru muncul di kronologi orang itu.

-ASTAGFIRULLAAAAAAAAAAHHHH RUKI DEGAJET NGE-DEEMMMM!!!!(ж>▽<)-

Ruki buru-buru mengetik pesan lagi untuknya.

-Jawab saja pesanku!!!-

Kuri-san jengkel.

-Oh! umm.. iya. Tapi ... kembali seperti semula? Memangnya kau meminta apa pada kerang ajaib itu Kimin-sama(≡^∇^≡)?-

Kimin-sama?
Ok, abaikan! Ruki tak ingin terlalu banyak ngobrol dengan fan, terutama fannya yang aneh begini. Dan lagi dia lupa, orang itu tak tahu tentang perubahan wujudnya menjadi perempuan kan? Tapi kalau diceritakan padanya... tidak apa-apa kah?

-Tunggu! Apa kau meminta berubah jadi perempuan?(눈▽눈)-

GUBRAK!!

Ruki jatuh dari kursi meja makannya.

-Ba...bagaimana kau tahu?! TAPI TUNGGU! Jangan katakan ini pada siapapun!-

Tepat saat Ruki menekan tombol kirim dan kotak dialog DM menghilang, satu tweet baru muncul lagi di kronologi orang itu.

-WOOOOOOEEEEEEE JANGAN BILANG PADA SIAPAPUN YA KALO SI KIMIN TRANSGENDER SEKARANG!!!o (^‿^✿)-

Transgender?! Siapa yang transgender?!
Tapi berubah dari laki-laki menjadi perempuan atau sebaliknya itu memang berarti transgender kan? Hanya saja tanpa melalui operasi.
Oh baiklah, dia transgender.
Tapi tetap saja Ruki jengkel!

-Hei bisakah kau berhenti membuat status setiap mendapat pesan dariku!?-

-Tidak bisa (^v^)-

Ruki mendengus. Saat ia mengetik pesan balasan, pesan baru dari orang itu mendahuluinya.

-Oh ya, kenapa aku tahu? Mungkin karena kita sehati Ruki sama (^v^)Dan lagi... aku tahu dirimu bahkan lebih daripada kau tahu dirimu sendiri wakak... :v -

Ruki menatap datar layar iPhonenya.

-Aku hanya ingin tau caranya agar aku bisa segera kembali menjadi laki-laki!!-

Ruki tidak berniat terpancing untuk ngobrol lebih dalam dengan orang aneh itu.

-Siapa suruh minta jadi cewek?(^v^)itu kan cuma bisa ngabulin satu permintaan. Sebaiknya sekarang kau segera menikah dengan Reita! Dan lahirkan anak-anaknya~♥-

Ruki SHOCK!!

-Ja...jadi...jadi aku tak akan bisa kembali jadi laki-laki?(º_º)-

-Apa kau meminta selamanya jadi perempuan? (・∀・) Kalau seperti itu maka kau benar-benar tak akan kembali menjadi laki-laki lagi. Sebaiknya kau ingat baik-baik keinginan hatimu saat meminta pada Kerang Ajaib. Karena ia mengabulkan permintaanmu dengan sangat tepat! Dalam arti... sangat sesuai keinginan hatimu saat kau memintanya(^v^)-

Ah!
Jika Ruki mengingat-ingat kembali.... dia meminta untuk menjadi perempuan dalam satu...ah tidak, tiga hari? Tidak-tidak! Dia mengatakan "sampai puas menjadi perempuan"?! Apa itu artinya sekarang ia belum puas makanya belum kembali juga? Tapi apa yang membuatnya tak puas?!!! Dan apa yang akan membuatnya puas??!!

Baiklah. Ruki tak bisa bohong. Kalau bicara tentang Reita, ia memang tak pernah puas dan tak akan pernah puas! Ruki suka perlakuan Reita padanya saat ini, saat ia sebagai perempuan. Karena itu bodoh sekali meminta "menjadi perempuan sampai aku puas melakukan apapun pada Reita sebagai perempuan"! Itu sangat bodoohh!!

-Apa kau punya tujuan tertentu saat meminta menjadi perempuan?(^v^)Mungkin kau belum mencapainya Ruki-sama.-

Heh?
Tujuan?

Apa itu tentang misinya untuk membuat Reita jatuh cinta padanya kemudian menolak makhluk bernoseband itu dengan sadisnya?
Tunggu! Jadi kalau itu belum tercapai ia tak akan pernah kembali menjadi laki-laki?!

-ok, thanks-

-Sama-sama (^v^)sebagai tanda terimakasih, maukah kau berselfie dengan Koron di bathtub lalu post di Instagrammu Ruki-sama?-

-tidak.-

-Umm... kalau begitu fotomu di love hotel dengan Reita?-

-TIDAK AKAN!-

-HUUUUUUHHH.....(T⌓T)-

Ruki keluar dari twitternya dan segera mengirimi Uruha pesan.

-Aku tahu caranya agar aku bisa kembali menjadi laki-laki-


*****


Uruha melirik Ruki kemudian seperti seakan mereka melakukan obrolan dalam melalui mata, Uruha sedikit mengangguk lalu menghampiri bassistnya, “jadi... bagaimana Kuri-san menurutmu?” Uruha mendekati Reita yang asik mengelus-elus sayang body bassnya.

Reita melirik gitaris sekaligus sahabat sejak kecilnya itu yang baru saja berbisik-bisik di sampingnya, kemudian beralih melirik perempuan pirang yang tengah duduk manis di atas bangku yang tampak tak pernah bosan memperhatikannya. Ini ke-4 kalinya Kuri menonton the GazettE latihan. Awalnya Kai tampak sedikit keberatan tapi mengingat Kuri-san adalah sepupu Ruki, dan Uruha yang selalu maksa, akhirnya sang leader memperbolehkan. “Dia menarik...” Reita menganggukan kepalanya kembali memfokuskan pikirannya pada bass di tangannya.

“Hanya menarik?” Uruha mengernyitkan dahinya.

“Ok, dia cantik, menarik, lucu dan unik.” Reita tampak sedikit berpikir. “Dan dia belum mengembalikan helmku.”

Uruha sweatdrop.
Tuan paha tau tentang Kuri-san yang selalu membawa pulang helm Reita setiap setelah dia diantarkan. Dan Uruha tahu betul alasan konyol Kuri-san melakukan itu, selain karena wignya yang dikhawatirkan ikut lepas seiring dengan lepasnya helm itu sendiri dari kepalanya, juga ada alasan lain!
Ruki harap dengan Reita tak punya 2 helm, bassistnya itu tidak akan membonceng siapapun lagi selain dirinya!

“Tapi tadi aku baru membeli helm baru sih, jadi kupikir aku akan merelakan helm itu untuknya.” Reita mengangkat kedua bahunya.

“Mmm...ok. Jadi apa dia perempuan tipemu?” Uruha sedikit khawatir mendengar jawaban atas pertanyaannya.

“Maksudmu tipeku perempuan yang akan mengikutiku ke toilet pria saat aku mendapat panggilan alam?”

Oh. Uruha sudah menduganya!
Ruki kadang tanpa sadar melakukan hal-hal bagian dari sifat alami kelaki-lakiannya. Tapi Kuri-san sungguh tidak sengaja melakukannya! Dia bilang dia juga kebelet waktu itu dan insting laki-lakinya membawanya melangkah ke toilet pria yang ternyata di sana sudah ada Reita. Dia sama sekali tak bermaksud mengintip Reita atau apapun. Err.... ok, mungkin sedikit.

“Dan dia juga seakan selalu mengerahkan seluruh kekuatan tubuhnya untuk meremukan tubuhku saat ku bonceng.” Keluh Reita. “Dan kau ingat? Dia meremas bokongku saat dia mabuk.”

Ow! Itu kejadian semalam. Dan orang yang bersangkutan dipastikan tidak mengingat tindakan kriminal yang sudah dia lakukan sejak tidak ada tanda-tanda rasa berdosa atau malu sama sekali tergambar di wajahnya saat kembali bertemu Reita hari ini.

“Err...Jadi dia bukan tipemu?”

Reita sedikit menggaruk tengkuknya, “tidak juga sih. Dia itu sedikit... konyol. Tapi aku suka perempuan yang apa adanya seperti Kuri-san.” Ucap Reita sedikit melirik perempuan pirang itu yang kini tersenyum ke arahnya. Reita balas tersenyum.

“Berarti kau ada niat untuk membawanya ke love hotel?”

“Apa?! Tidak! Tidak! Tidak!” Reita menggerak-gerakan tangannya menolak.

“Why not maaan?! Kuri-san pasti tidak akan keberatan, dia fan beratmu!”

Reita menarik kerah kemeja Uruha, sedikit berbisik, “kau lupa? Dia sepupu Ruki! Kalau si setan chibi itu tau aku meniduri sepupunya.......ah tidak, tidak! Habislah aku.”

Uruha menaikan satu alisnya, “ini tidak ada hubungannya dengan Ruki, lagipula kau kan bukan akan memperkosa Kuri-san kan? Kalau Kuri-san sendiri tak keberatan, apa hak Ruki untuk marah?”

“Tidak Uruha.”

“Sok jual mahal.” Uruha mencibir.

“Aku tidak tidur dengan perempuan dengan sembarangan!”

“Nyanyanya~” Uruha melengos kembali ke posisinya sambil mencibiri bassistnya. Reita hanya memberinya tatapan datar sedikit bingung dengan kelakuan teman sejak kecilnya itu. Sepertinya Uruha selalu mendorongnya agar dekat dengan Kuri. Tapi Reita merasa itu tak perlu. Saat ia merasa tertarik dengan perempuan, ia bisa menanganinya sendiri.

Ruki melihat Reita mengecek ponselnya dan senyuman terkembang di bibir tipis bassistnya itu sampai akhirnya Kai mengintruksi agar mereka memulai latihan. Ruki masih sering mendapati Reita asik chatting dengan okini-nya itu dan Ruki yakin kali ini juga pasti ia mendapat pesan dari perempuan itu. Ruki sedikit merengut, melihat itu membuat moodnya menjadi jelek hingga ia tidak terlalu fokus memperhatikan Reita latihan, tiba-tiba saja teman-teman bandnya sudah mengucapkan "otsukaresama deshitaaa!" secara serempak dan menyadarkan Ruki yang tersesat dalam lamunannya.

“Oh ya, sorry Uruha kali ini aku tidak bisa mengantarkan Kuri-san.” Ucap Reita tiba-tiba.

“Eh, kenapa?”

“Aku ada sedikit urusan! Ok?” Reita segera mengambil kunci motornya di atas meja, “Aku duluan guys!” Pamit Reita sambil terburu-buru menuju pintu dan dia sempat merapatkan kedua telapak tangannya sebagai gestur memohon maaf pada Kuri sambil melewati perempuan pirang itu sebelum keluar.

Dan dengan itu Ruki tahu.....
Bahwa pikirannya adalah benar.

“Kalau begitu kau pulang denganku malam ini,” Uruha membuka lipatan lengan kemejanya sambil menghampiri Ruki. “Kuri-san?” Uruha sedikit menengok wajah Ruki yang sedikit menunduk.

“Mungkin kalian butuh untuk mencari vocalist baru,” gumam Ruki berbisik pelan tapi Uruha dapat mendengarnya.

“HEI! Kemana kepercayaan dirimu beberapa hari lalu?!” Tanya Uruha dengan suara lantang membuat perhatian Kai dan Aoi teralih ke arahnya.

“Tapi kau lihat kan? Dia lebih memilih menemui Okininya daripada mengantarku.”

“Darimana kau tahu dia menemui okininya?”

“Insting?” Kali ini Ruki mengangkat wajahnya dengan sedikit krenyitan dahi.

“Kalau begitu kenapa kau membiarkannya pergi?!”

“Aku—”

Belum sempat Ruki menyelesaikan kata-katanya, Uruha menarik lengannya dan menyeretnya keluar studio membuat Kai dan Aoi saling bertatapan bingung.

“Tunggu Uruha!! Oi !!”

“Aku hanya ingin ini segera selesai dan vocalistku kembali!” Nada Uruha serius, membuat Ruki menahan protesannya.

Ruki tahu, dia terlalu gegabah. Dan kegegabahannya itu mengancam the GazettE. Ruki tahu ia telah membuat banyak pihak kesusahan karena keteledorannya ini, dan Ruki merasa bersalah sekarang. Karena itu ia membiarkan Uruha menyeretnya kemanapun tuan paha itu mau. Dan saat mereka tiba di pintu masuk gedung dan keluar, Ruki tidak terlalu terkejut menemukan Reita di atas motornya tengah ngobrol dengan seorang perempuan yang berdiri di samping motornya.

“Sudah kukatakan bukan?” Ruki membuang muka.

“Dan kau akan membiarkannya begitu saja?”

“Apa?”

“Kau terlihat ingin menjambak dan mencakar perempuan itu saat pertama kali melihatnya. Dan aku tahu kau menahannya karena akan terasa aneh jika kau yang seorang laki-laki melakukan itu pada perempuan, terlebih... kau seorang Ruki. Tapi tidakkah kau pikir itu sudah tidak berlaku sekarang?”

“........”

“Sekarang pergi ke sana dan lakukan apapun yang membuatmu puas!!!” Uruha mendorong punggung Ruki tiba-tiba membuat makhluk minis itu kehilangan keseimbangan dan stilettonya terkilir maka ambruklah dia.

Ruki bermaksud untuk memarahi Uruha karena perlakuannya sampai tiba-tiba kedua matanya menangkap perempuan okini Reita itu menjuntaikan tangannya di bahu Reita sambil mendekatkan kepalanya ke telinga tuan noseband itu tampak asik berbisik-bisik. Tanpa sadar Ruki membangunkan tubuhnya, melepaskan stiletto yang menghambatnya dan berlari ke arah kedua orang itu.

“AW!!” Ringis perempuan itu saat tiba-tiba ia merasa ada sesuatu yang menarik paksa tubuhnya menjauhi Reita sampai ia kehilangan keseimbangan tubuhnya dan ambruk terduduk di tanah.

Reita sedikit terkejut dan segera menoleh hanya untuk mendapati perempuan pirang yang ia kenal bernama... “Kuri-san?!” sudah berdiri di samping motornya dan menarik kepalanya sampai bibir mereka bertemu. Ruki ingin menunjukan pada wanita itu bahwa Reita adalah miliknya, hanya miliknya.

“Reichan!!!!” teriak perempuan itu tak suka dengan apa yang dilihatnya.

Reita mengedip-ngedipkan matanya masih loading dengan keadaan apa yang sedang ia alami saat ini. Sampai kesadarannya terkumpul 100% dan refleks tangannya menjauhkan tubuh Kuri darinya.

“Rei—”

Reita segera turun dari motornya lalu menghampiri perempuan itu yang selama beberapa saat ia abaikan terduduk di tanah. “Kau tidak apa-apa?” tanyanya sambil membantu perempuan itu berdiri.

“Aku tidak apa-apa,” jawab perempuan itu manja.

“Apa kau.......menyukaiku?” Ruki bergumam.

Reita melirik Kuri sekilas sebelum kembali beralih pada okininya, “aku akan mengantarmu pulang.”

“Umm..” perempuan itu mengangguk semangat. Dan meski sekilas Ruki sempat melihat okini Reita itu mendeliknya dan sedikit tersenyum mengolok sebelum ia nempel-nempel di tubuh Reita.

Reita kembali menaiki motornya dan segera diikuti okininya di belakangnya. Bahkan sampai motor Harley itu bergerak dari sana Ruki tak mendapatkan kedua mata Reita menatapnya atau satu katapun keluar dari mulutnya. Reita seakan mengabaikan keberadaannya dan menganggapnya tak ada.

“Oi?” Uruha menggerak-gerakan tangannya di depan wajah Ruki, merasa khawatir perempuan(?) mungil itu mendadak jadi patung setelah Reita dan okininya pergi.

“Dia selalu bersedia mengentarku pulang, dia tidak pernah tidak membalas chatku, dia selalu baik dan lembut padaku, bukankah itu artinya dia menyukaiku?” Ruki bergumam, matanya menerawang jauh, Uruha sedikit khawatir. “Bahkan dia tidak marah aku menyentuh bokongnya.”

“Apa?! Jadi kau ingat itu?!!”

Tentu saja, Ruki tak benar-benar mabuk semalam. Dia melakukannya dengan kesadaran penuh. Dia sudah dewasa sekarang, segelas bir tak akan membuatnya tumbang. Tapi itu bukan sesuatu yang penting.

Untuk kesekian kalinya Ruki merasa melakukan hal yang sangat bodoh dalam hidupnya. Ia Terlalu menganggap remeh bahwa akan sangat mudah membuat bassist geblegnya itu jatuh cinta. Dan berpikir bahwa dengan menjadi perempuan, Reita akan jatuh cinta dan lebih memilihnya. Nyatanya, baik sebagai laki-laki ataupun perempuan..... Reita memang tidak diciptakan untuk menyukainya.

Reita tidak jatuh cinta dan memohon-mohon cintanya.
Ruki tidak puas.
Itu artinya ia tidak akan pernah kembali menjadi laki-laki lagi?

“Hai-hei ingat! Hanya tubuhmu yang perempuan! Jiwamu tetaplah laki-laki. Karena itu jangan menangis!” Uruha mulai panik melihat raut wajah Ruki yang mengenaskan.

“Kalian harus benar-benar mencari vocalist baru.”

“APA?!”


**Part A TBC**

Terimakasih yang sudah komen hhu... maaf saia belum balas tapi saia pasti baca dan saia senang! ! (^∇^)

2 comments:

  1. Entah mengapa ketika saya tahu kalau fans gilanya itu dari Indonesia





    ... hancur sudah kesan elit di fanfic ini huhuhu

    ReplyDelete
  2. Endingnya lebih ngenes dari yang ku kira. (T.T) oh jadi ini alasan knapa gajet ogah konser di Indonesia ? Sini mana orangnya (w @[]@)w *lempar kepangkuan ruki*
    Ah ditunggu kelanjutannya Rukira chan (^0^)/ juga natural sense dan tiger eyes nya fufufu

    ReplyDelete