Search + histats

Wednesday, 7 April 2010

******fic anyeh chappy 6*****

Title : -

author : bukan siapa-siapanya Miku XD

rated : T

genre : romance aneh

Pairing : UruXru,ReiXru,AoiXuru,KaiX(?)

warning : tak pernah bosan saia peringatkan ke'ANEHan fic ini

note : sekarang bener-bener serius ceritanya! Jadi garing (=.=)


~*~

Ruki,Reita dan Kai akhirnya pulang dari rumah uruha,setelah sebelumnya mereka disuguhi tontonan penganiyayaan seorang ayah terhadap anaknya.Diluar dugaan,ternyata bokapnya si Uruha yang feminin diluar itu,dalemnya hulk.Sekarang mereka mengerti akan ketakutan Uruha terhadap 'Daddy'nya.Dan mereka akan lebih hati-hati lagi kalau-kalau main ke rumah si Uru untuk tidak membuat bokapnya mengeluarkan kepribadiannya yang lain.

Sekarang Ruki,Reita dan Kai lagi diperjalan pulang.Sedangkan Aoi memutuskan untuk tidak pulang dulu,karena ia kasian liat Uru yang babak belur.

Kini mereka ber-3 lagi jalan kaki di trotoar karena gak punya uang buat naek angkutan umum.Mobil-mobil di jalan tampaknya lagi banyak-banyaknya nih.

"Ruk,kenapa lu diem aja dari tadi?",Reita berjalan mendekati Ruki

Ruki menoleh ke arah Reita,"gue kasian juga ama si Uru Rei"

"jahahahaha. . .Si Paha?? Gue kira lu mikirin adegan kisuan Light ama Misa",Reita nepuk-nepuk punggung Ruki keras.

Ruki nepis tangan Reita,"Ngapain gue mikirin itu?Huh",Ruki mendengus.Reita terkekeh

"yaa~ kisuan yang bener itu kayak si Light ama si Misa itu!! Bukan ceweknya yang harus bungkuk bwahahahaha"

beberapa detik kemudian tabokan super Ruki mendarat halus di pipi Reita.

"ngomong gitu lagi,gue gorok lu.SERIUS GUE!!",ancam Ruki memelototi Reita.Yang dipelototin bukannya takut yang ada, malah nyengir-nyengir gak jelas.

-

-

"Uy-Uy tadi lu diapain aja ama 3 maidnya si Uruha?",tanya Reita pada Kai lalu merangkulnya.Reita blushy seketika mengingat moment-momentnya bersama 3 maid tadi,namun kagak ngomong apa-apa dia.

Ruki yang lagi jalan tiba-tiba nemuin kaleng susu tergeletak tak berdaya di trotoar.Ia sumringah dan menendang kaleng itu untuk membayar rasa penasaran seperti biasanya,namun entah kenapa kali ini tampaknya tendangan Ruki terlalu kuat sampe tu kaleng masuk melewati pagar ke halaman rumah orang.

KRONTANG!!

"ups!"

"Wess~ apa tuh?",Reita panik.

Kai nyamperin Ruki,"ada apa Ruk?"

Ruki nunjuk ke sebuah rumah yang tadi kemasukan tendangan kaleng dia,"tadi gue nendang kaleng,terus masuk ke situ",jawab Ruki memelas.

Kai ngintip ke dalem rumah itu lewat celah-celah pagar.Ruki pun ikut ngintip

"Woi,lu berdua apa-apaan sih?",tegur Reita.

"ada yang lagi mandi Rei",jawab Kai tapi matanya masih manteng ke celah pagar.

"Hah?Serius loe?",Reita yang dipenuhi pikiran mesum pun,tanpa was wes wos lagi ikutan ngintip ke celah pagar dengan semangat.


". . . . . . . . . ."


"lu berdua lolicon ya? Gue masih punya hati nurani",komentar Reita malas

'bayi benjol dimandiin di intip,kagak nafsu gue,mana mewek lagi',batin Reita."woi,balik yu!!",ajak Reita sambil menarik baju seragam Kai ama Ruki."GUE LAPORIN LU BERDUA KE KOMNASHAM,PELECEHAN TERHADAP BOCAH TAU!!"

Kai menoleh ke arah Reita,"tadi ruki nendang kaleng terus masuk ke situ,kena bayi itu Rei kasihan",Ujar Kai polos

"gimana nih kai,bayinya benjol",Ruki panik,goyang-goyangin tubuh Kai.

"Jah,udah kabur aja ribet amat lu berdua",Lalu Reita menggusur paksa ke dua temannya yang terlalu bertanggung jawab itu namun tiba-tiba

GUK! GUK! GUK! GUK!

Reita Ruki dan Kai sepontan menoleh ke belakang

GUK! GUK! GUK!

Tampaklah seekor anjing hitam besar menjulur-julurkan lidahnya dengan tetesan tetesan ai liur menatap kearah mereka bertiga.


". . . . ."


"anjing?"


"hah,anjing??"


"BUSYEEEEEETT ANJIIIIIIIIIIIIIIIINNGG??!!",

dengan Cepat Ruki dan Reita pun mengambil langkah seribu."JA-JANGAN LARIIII HEI",teriak Kai pada kedua temannya.Namun karena takut,Kai pun ngikut lari nyusul temannya yang lari tunggang langgang.

Merasa tertantang si Anjing pun dengan senang hati ngikut lari (ngejar maksudnya) tuh 3 makhluk yang udah upat epot.

Sesekali kai menoleh kebelakang,yang tampak adalah muka anjing yang udah bernafsu pengen nyergap bokongnya.

"WOIII JANGAN LARIII",teriak Kai sambil lari pada kedua temannya yang udah kehilangan akal sehat.Menurut sepengetahuan Kai kalau dikejar anjing maka ia harus jongkok,kalau lari hanya akan membuat si anjing terangsang untuk mengejar.

"KU BILANG JANGAN LARIIIIIII",

"JANGAN LARI JANGAN LARI TAPI ELU NYA LARI",Reita sewot

Ruki yang udah kehilangan akal jernih,yang ia pikirkan ia hanya ingin supaya si anjing gak bisa mengejarnya lagi.
Ruki memutuskan berlari hendak nyebrang jalan ditengah ramainya mobil dijalanan tanpa tengok kanan kiri dulu.tiba-tiba langkahnya tertahan karena merasa ada yang menarik tasnya dibelakang.

fiuh~ hampir saja Ruki tertabrak teronton.

Begitupun dengan Reita yang bermaksud meloncati pagar.Tiba-tiba langkahnya terhenti karena ada yang menarik celananya dari belakang.

Ternyata oh ternyata Kai lah sipelakunya.dengan sekuat tenaga ia menarik mereka untuk tidak berlari lagi.

"OI KAII LU APA-APAAN SIH?MAU LU, DILAHAP TU ANJING?",bentak Reita pada kai.

Ruki melirik kebelakang,ia melihat anjingnya udah terbirit-birit kabur,karena ada bapak-bapak yang melemparinya dengan batu."rei,anjingnya udah pergi tuh",Ujar Ruki menunjuk ke arah si anjing yang cuma kelihatan bokongnya doang.Reita bengong.

"hha syukur,berterima kasih lah ama tuh bapak-bapak",kata Ruki berusaha tenang.Padahal jantungnya masih dag-dig-dug-der,"eh,thanks ya Kai,hampir aja gue tertabrak hha",tambah Ruki nepuk-nepuk lengan Kai.Hari ini Kai adalah pahlawannya.Namun Kai masih aja megang tas Ruki dan celana Reita gak bergerak,"Kai?",tanya Ruki heran.Jangan bilang Kalau Kai tertidur!(?) fufufu. . .(=.=)

"Woi Kai?",Reita dadah dadah di depan wajah Kai

"ah,I-Iya?",akhirnya Kai sadar dari lamunannya(?).Tampaknya apa yang baru saja ia alami membuatnya sangat syok.

"LU GAK APA-APA KAI?",tanya Ruki khawatir.

"i-iya aku gak apa-apa kok hhe",jawab Kai sambil tersenyum.Kagak apa-apa bagaimana? Diliat dari ujung kaki sampe ujung rambut juga,udah ketahuan Kai gemetaran hebat,tangannya meremas celana seragamnya.Ruki dan Reita mengernyitkan dahi.

"ya udah pulang yuk!",Ajak Kai sambil tersenyum meremnya.lalu ia berjalan duluan melewati Ruki dan Reita dengan langkah yang kaku.

GDEBLUGH!!!



"WAAAAAAAAA. . .KAI???!!"

~*~

Ruki berjalan sendirian sambil menendang nendang benda yang ada di jalanan disebuah gang komplek perumahannya.Tadi ia berpisah dengan Reita dan Kai karena mereka memang berbeda arah.

Tampaknya sore ini,komplek perumahan Ruki lagi sepi.Tak ada orang lalu lalang sepanjang ia menapakan kaki di gang sempit itu.Padahal biasanya selalu ramai.

"ruki kun?"

Ruki terkejut dengan suara yang menyebut namanya.Tampaknya ia mengenal suara itu.Dengan cepat Ruki mengangkat wajahnya.

Dihadapannya berdiri gadis putih nan cantik tersenyum padanya.Rambutnya hitam lurus panjang sepunggung.Ruki harus mengangkat wajahnya untuk melihat lebih jelas wajah sang gadis.Ya,itu karena perbedaan tinggi badan mereka yang mencapai 15 cm.(lebih mungkin)

"Re-Reila??",Ruki membelalakan matanya.Ia tak menduga akan bertemu dengan cewek yang pernah menempati hatinya selama beberapa tahun lamanya.(bahkan mungkin sampai sekarang masih >:0)

gadis bernama Reila itu tersenyum lembut.Ruki jadi salah tingkah liatnya,spontan ia garuk-garuk kepalanya dan menunduk."ah,habis dari mana Reila chan?",tanya Ruki.Ia gak tau lagi harus ngomong apa.

"dari rumah temen,Ruki kun sendiri?Sore begini baru pulang dari mana?",Reila balik tanya.Sebenarnya nih cewek juga gugup setengah mati harus bertemu dan berbicara dengan cowok yang 2 tahun lalu pernah ia tolak.

"ah itu,dari rumah Uruha.Hhe temen",jawab Ruki sambil maksain nyengeh dikit.Tiba-tiba wajah gadis bernama Reila itu matanya membulat,semburat merah menjalar dikedua pipi putihnya lalu ia menunduk.Ruki menaikan sebelah alisnya melihat kelakuan si gadis jangkung dihadapannya.Untuk cewek,dia emang ketinggian untuk ukuran anak SMU.Fufufu. . .*bejek2*

"ano~ kalau begitu,aku permisi Ruki kun",ujar gadis itu tersenyum,lalu membungkukan badannya.

JDUK!!

"aWW!"

"Aduh!"

"haaa gomen Ruki kun!!Daijoubu ka?",gadis itu panik,lalu mengusap-usap kening Ruki yang baru aja kejeduk jidatnya yang lebar.(sengaja ya?=.=)

Ruki deg-degan keningnya disentuh tangan halus cewek yang selama ini dia impikan untuk jadi pacarnya.Mendadak kakinya lemas,"a-hai daijoubu",jawab Ruki setengah gemetar memegang keningnya.Rasanya Ruki merasakan kembali perasaannya yang dulu,seperti waktu pertama kali ia bertemu dengan gadis itu beberapa tahun yang lalu.

Reila membungkukan badannya meminta maaf.Setelah mengatakan permisi,ia pergi meninggalkan Ruki.

Ruki berdiri ditempat yang sama tanpa bergerak sampai gadis cinta monyetnya itu lenyap dari pandangannya.

Reila.(=.=)

~*~

"ugh! PELAN PELAN DONK WOI!",bentak Uruha pada salah satu maidnya yang lagi mengobati lukanya dia."sakit nih",cibir Uruha.Maid itu hanya ngangguk-ngangguk gak jelas.

Aoi memilih-milih komik yang udah se'lemari penuh di kamar Uruha."Uru,kalau si Ruki tahu lu punya komik sebanyak ini dia pasti seneng deh",Ujar Aoi membuka-buka komik yang ia ambil dari rak.

Hari ini Aoi bermaksud untuk menginap di rumah Uruha.Karena ia lagi males pulang ke rumah.Tapi jangan heran,aoi emang sering menginap di rumah Uruha sebelumnya,jadi ini hal yang biasa.Dan lagi tenang saja,karena mereka gak akan tidur sekamar apalagi seranjang wkwk (itu sih maunya author)

Uruha menyuruh para maidnya keluar kamar,setelah membungkuk merekapun keluar kamar dengan tertatur.

Uruha melepaskan sandalnya,naik ke ranjang lalu merebahkan dirinya di kasur menjadikan kedua tangannya sebagai bantalan."Iya juga sih Wo,tapi si Ruki suka kagak ama koleksi komik-komik gue??",Ujarnya menatap ke langit-langit kamarnya yang tinggi.Aoi meliriknya sedikit,lalu kembali melihat-melihat koleksi komik Uruha.

-CANDY CANDY-

-DORAEMON-

-SAILORMOON-

-SHINCHAN-

Aoi speechless.


"emang lebih baik gak usah dibilang ama si Ruki deh"

Uruha mendelik ke arah Aoi,"Gue Tau!! Si Ruki mana suka komik-komik koleksi gue jaman TK itu.Makanya gue kagak bilang ke dia",lagi-lagi Uruha mencibir.

Aoi terkekeh," jaman Tk? Kenapa masih lu simpen dudul?"

Uruha bangun dan menyilakan kakinya di atas kasur,"Terserah gue kunyuk!! Protes aja lu ah",Uruha mengambil ponsel BB (=.=) Nya yang tergeletak di atas meja dekat ranjangnya."si Ruki lagi ngapain ya wo?",tanya Uruha sambil menerawang ke langit-langit membayangkan yang iya-iya,wkwk senyam senyum sendiri dah Si Uru.Aoi menghela nafas,perlahan melangkahkan kakinya menghampiri Uruha dan duduk disampingnya.

"lu bener-bener nganggep diri lu itu seorang ibu heh?"

"jah,ibu? Emangnya gue tampang ibu-ibu?",Uruha mengelus-elus pipinya.

"kagak sih,tampang tante-tante elu mah,gyahahaha. . .Hmmbph",Aoi terbahak dengan perkataannya sendiri,namun segera dibekep Uruha pake bantal.

Aoi meronta-ronta memaksa tangan Uruha untuk melepaskannya dari bantal yang membekap wajahnya.Namun Uruha malah semakin menekan-nekan bantalnya diwajah Aoi.Mereka bergumul cukup lama sampai Aoi merasa lemas.Setelah beberapa saat Aoi tak bergerak lagi,Uruhapun melepaskan bantal yang membekap Aoi.Namun Aoi lemas tak bergerak dan matanya terpejam.

"oi,oi !! Salah lu ya!!",Uruha menampar-nampar pipi Aoi,namun Aoi sama sekali tak bergerak,"WOI,Jangan bercanda!! Lu pikir gue takut",kata Uruha masih menampar-nampar pipi Aoi yang juga tak kunjung bergerak.Uruha mulai takut,jangan-jangan ia keterlaluan membekap temannya yang satu ini.Padahal mereka sudah sering bercanda melakukan itu sebelumnya,namun Aoi tak pernah begini

"WOOOOOO. . .BUKA MATA LU,ATAU GUA RAPE NIH!!",uruha teriak-teriak gak jelas.Aoi masih juga tak bergeming

"AWOWI JANGAN BUAT GUA TAKUT DONK LU!!",uruha mulai panik.Ia menggoyang-goyangkan tubuh Aoi dan mendekatkan telinganya mendengarkan detak jantung Aoi.

"lu pikir gue bakal mati cuma karena gituan?"

Uruha bangkit dan mengangkat wajahnya.Ia melihat si gurame bangkit dari posisi tidurnya lalu tersenyum.

"cih,gue ta-"

PLAK!

Aoi menampar pipi kanan Uruha tiba-tiba.Seketika itu juga Uruha membelalakan matanya.Tak pernah Aoi menamparnya dipipi sebelumnya.Jitakan dan tempelengan di kepala sudah sering ia dapatkan dari Aoi,begitupun ia melakukannya pada Aoi.Tapi tamparan dipipi? Rasanya aneh.

Aoi membalikan wajahnya menatap Aoi,"Apa-apaan lu gurame?",tanyanya sinis sambil memegang pipi kanannya.

"Gak usah menatap gue gitu paha! Tadi lu hampir bunuh gue",ujar Aoi santai tak membalas tatapan Uruha yang berkobar-kobar menatapnya,"kalau lu nyokap ruki,gue mau jadi bokapnya"

Aoi menoleh dan menatap Uruha,lalu nyengir gak jelas gitu

". . . . . ."


". . . . . ."


"emang ceritanya Ruki itu anak kita kan?",tanya Aoi watado (WAjah TAta daDO)

Aoi menggeleng pelan,"gue pengen dalam arti yang sebenarnya",ujarnya santai sambil tersenyum.

-

-

-

"HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA????!!!!!",Uruha terperanjat sampai terjengkang dari ranjang.

JDUK!

~to be continued~


UTS,UTS,UTS,UTS,UTS,UTS,UTS,UTS,UTS,UTS

hancur,sehancur UTS ku

T.T saia emang gak bisa buat yang serius.>.<

JANGAN MUNTAH!!

No comments:

Post a Comment