Search + histats

Thursday, 15 April 2010

*****fic anyeh chappy 13*****

Title : i'm straight

author : Rukira (ruki suami kira XD)

rated : T+/ M-

genre : romance (?)

pairing : XD

Warning : sumpah!! AHANEHEH

note : ya ampun,sampai lupa hari=.=


~*~

Aoi menundukan wajahnya dengan kedua siku tangan bertumpu di siku kaki.Uruha menegakan tubuhnya masih duduk di atas ranjang serba putih dalam ruangan yang juga serba putih.

Suara anak-anak sekolah di luar sana semakin lama semakin menghilang,mungkin sebagian dari mereka sudah pada pulang(=.=),yaa~ kecuali memang anak-anak yang masih punya kepentingan di sekolah,mengikuti ekskul atau organisasi sekolah mungkin.Yang jelas sekarang sekolah jadi tampak lebih sepi.

"jadi? Dia itu siapamu?",tanya Uruha

"fiuh~ teman sial",jawab Aoi singkat.

Uruha menaikan sebelah alisnya heran."kau ini lagi coba bersandiwara?"

"sejak kecil dia itu banci,pake menularkan penyakitnya itu ama gue lagi",ujar Aoi memalingkan wajahnya membelakangi wajah Uruha yang tengah mendengarkannya dengan seksama.

"tunggu-tunggu maksud lu apaan?"

Aoi memutar kepalanya 180 derajat yang asalnya membelakangi Uruha,kini mereka jadi berhadapan,face to face gitu lah kalau istilahnya mah(=.=)

"lu tau,paha?"

"kagak"

"terus lu mau tau kagak?"

"ha?"

"sejak kecil dia udah ngajarin gue buat suka ama sesama jenis"

". . . ."

Aoi kembali mengarahkan pandangannya lurus ke depan,"gue sampai lulus SD masih dengan bangga ngaku straight kayak si Ruki",gumam Uruha yang kemudian tersenyum kecut.

Uruha menjitak belakang kepala Aoi,"lu ngomong apaan sih gurame? Gue kagak ngerti"

Aoi mendengus,"itu sih lu aja yang lemot,emang susah ngomong sama lu",gumam Aoi

Uruha nyekek-nyekek Aoi spontan.Setelah puas Uruha pun melepaskan leher Aoi terpaksa,habisnya kasian juga si Aoi udah hampir sekarat."lu ngatain gua lemot heh?"

Aoi mengusap-usap lehernya,"emang lu lemot",tegas Aoi yang langsung digeplak Uruha.

"lalu soal first kiss itu? Lu sama dia?"

Aoi memandang Uruha horor,"first kiss apa maksud lu?"

"yaa~ first kiss,masa lu gak ngerti first kiss? Lu sama si piercing itu? Beneran?"

Aoi menghela nafas untuk kesekian kalinya,"lu tu banyak nanya ya,kayak cewek tau gak lu?"

Uruha naik darah dikatain kayak cewek ama si gurame.Otomatis tangan uruha menarik kerah baju Aoi kesal,"lu ngalihin pembicaraan! Berarti bener lu ya sama si piercing itu?"

Aoi semakin melebarkan bibirnya yang emang udah lebar,"ya bisa dibilang begitu juga sih,tapi bagi gue itu bukan sebuah kisu"

Uruha menaikan sebelah alisnya heran.

"lagian,kejadiannya juga waktu gue kelas 3 SD.",Aoi kembali tersenyum mengenang masa lalunya,"si meev itu ngajarin gue banyak hal,pake piercing di usia 10 th,merokok diusia 11 th dan termasuk ngajarin gue kisuan di usia 8 th hha dasar gendeng!"

Uruha melepaskan cengkraman tangannya dikerah Aoi lalu memandang Aoi dengn tatapan penuh nista,"lu gila ya? Jadi lu sama dia? Dari kecil? Terus hubungan lu sama dia apa? KaliaHMBPH!!"

kata-kata Uruha terputus karena tangan Aoi membekapnya.Aoi menyeringai tipis,"mungkin orang lemot kayak lu emang gak kan ngerti.Tapi antara gue sama si Meev itu gak lebih dari temen sejak kecil",tegas Aoi,"cuman yaah kita temenannya agak gila sih hha"

Uruha menyingkirkan tangan Aoi yang membekapnya paksa,"jadi yang bener tuh luHMBPH!",tangan Aoi kembali membekap mulut Uruha.

"ssst!! Lu berisik tau Paha!",Aoi menaruh telunjuk tangan kanannya di bibirnya dan tangan kiri membekap mulut Uruha,"ok,sekarang cabut dari sini buruan!",Aoi bangkit dari duduknya dan mengajak Uruha untuk pulang.

Uruha tetap bersila diatas ranjang serba putih itu dan menatap tajam Aoi yang berdiri dihadapannya membuat Aoi mengernyitkan dahi."ada apa lagi?"

"jadi lu nolak gue bukan gara-gara si piercing itu?"

". . . . ."

"lu bener-bener gak suka gue?"

". . . ."

Uruha menatap Aoi tajam.Mereka bertatapan cukup lama kayak yang lagi lomba tatap-tatapan adu kuat gak ngedip.

Kali ini Uruha yang menghela nafas.Ia kalah adu tatap dengan Aoi,padahal dia sendiri yang mulai."yah,lupain aja dah.Ayo balik",Uruha mengambil tas lalu memakai sepatunya.

Aoi masih terdiam tanpa berkomentar menunggu Uruha selesai memakai sepatunya.Sesekali menerawang ke langit-langit seperti orang bingung yang gak tau apa yang harus ia perbuat sekarang ini.

"yuk!"

Uruha selesai memakai sepatunya dan mengajak Aoi keluar dari ruangan serba putih itu.

"lu mau tau alasan gue nolak lu?",tanya Aoi tiba-tiba.Membuat langkah Uruha yang hampir mencapai pintu terhenti dan menoleh.

"karena lu gak suka gue kan?"

Aoi berjalan menghampiri Uruha agar ia bisa lebih dekat dengan cowok lawan bicaranya itu,"ya,gue gak suka sama lu"

Uruha mendengus kesal,"ya udah",tanggap Uruha malas.Tangan Uruha sudah mencapai kenop pintu dan bermaksud untuk membukanya,namun kembali dihentikan Aoi.

"perasaan lu ke gue,sama perasaan gue ke lu,gak sebanding",ujar Aoi mantap.

"hah?"

Aoi merapatkan kembali pintu yang sudah sedikit terbuka oleh Uruha,lalu menatap mata sendu yang lurus menatapnya,"lu bilang lu suka gue? Tapi gue cinta ke lu"

Uruha mengernyitkan dahinya,"lu apa-apaan sih gurame?"

"lu cuman suka gue,itupun gue liat lu masih ragu dengan perasaan lu sendiri,dan itu gak sebanding dengan perasaan gue udah cinta banget sama lu"

Uruha speechless.

"yah~ cinta lu buat Ruki kan? gue gak bisa terima yang setengah-setengah",ujar Aoi yang kemudian mengacak-acak rambut Uruha.Lalu tangan Aoi meraih kenop pintu hendak membukanya.

Tiba-tiba Aoi merasa punggungnya jadi hangat,Uruha memeluknya dari belakang(*0*)

"gue cinta kok sama lu gurame,walaupun mungkin sekarang belum,tapi gue akan cinta sama lu.PASTI",Ucap Uruha semakin mempererat pelukannya.

"cih"

walau agak kesal,tapi Aoi tersenyum,ia melepaskan tangan Uruha yang memeluknya kenceng banget(ampe sulit nafas=.=).Lalu Aoi membalikan tubuhnya menghadap Uruha.

"kalau lu bilang gitu,berarti lu udah siap nurutin kemaun-kemauan gue?"

"heh?apaan?"

"hhe"

Aoi melingkarkan tangannya di leher Uru dan tanpa memperdulikan respon Uruha yang keheranan,Aoi menempelkan(?) mulut guramenya ke bibir kriting Uruha,yang sukses membuat Uruha membelalakan matanya.

-

-

-

BRAK!

"AOI PULANG YUK!!"

". . . ."

refleks tangan Aoi mendorong Uruha sampai Uruha terjengkang.

DUK!

"adUH!",rintih Uruha,"KOK JADI LU YANG DORONG GUE SIH GURAME??",Teriak Uruha jengkel.

"hha sorry gue kaget",Lalu Aoi menjulurkan tangannya untuk membantu Uru berdiri,namun Uruha menepisnya kesal,lalu ia berdiri sendiri.

"gyahahaha. . .Sorry gue ganggu ya?Hha",Miyavi tertawa garing sambil berkacak pinggang.

Aoi mendengus,"ko lu bisa tau gue disini?"

"tadi gue ke kelas lu,tapi lu gak ada.Yaudah gue tanya-tanya,dan kebetulan ada orang yang liat lu kesini.Hho"

Miyavi menengok Uruha yang menatapnya horor di belakang Aoi.Miyavi Menyeringai,lalu berbisik di telinga Aoi,"lu baru nyampe tahap kisuan? Mau gue ajarin adegan ranjang kagak?wkwkwk"

Aoi spontan menjitak kepala si Meev mesum itu.Namun Aoi tersenyum,"thanks Meev,gue bukan anak kecil"

Miyavi menatap Aoi datar,tapi kemudian ia juga tersenyum menepuk-nepuk bahu Aoi,"hha benar juga,lu udah dewasa sekarang.Tapi lu masih suka gue kan?"

Di belakang Aoi,Uruha memasang death glare supernya ke arah Miyavi.

Aoi mengangguk,"ya,gue tetep suka sama lu banci,dan itu gak akan berubah",Ujar Aoi tersenyum.Uruha mengernyitkan dahinya penuh tanda tanya.

Miyavi mengacak-acak rambut Aoi lalu berdadah-dadah ria ke arah Uruha setelah itu ia ke luar ruangan dan pulang.

"awo,lu tuh sama dia-"

Aoi mengacungkan telunjuk tangan kanannya tanda memperingati Uruha untuk diam,"lu gak usah pusing-pusing mikirin antara gue sama si Meev"

Uruha speechless.

"dia memang orangnya usil dari dulu"

". . . ."

"anaknya bengal"

". . . ."

"banyak ngajarin gue yang nggak-nggak,cih! tapi sejak dulu dia yang ngerti gue,itu yang gue suka dari-"

PLAK!

Aoi membulatkan matanya,tiba-tiba Uruha menamparnya,"Lu bilang jangan mikirin antara lu sama dia,tapi lu ngebacot mulu soal dia"

Aoi memegangi pipinya yang kena tamparan Uruha,"sorry paha gu-"

". . . ."

kali ini Uru yang nyosor duluan(^.^)dan untuk seterusnya begitu.Hho

~*~

"gimana?"

"gak diangkat"

Reita memasukan hape jadulnya ke dalam saku seragamnya.

"si Aoi ama si Uru kemana sih?Si Kai tumben-tumbenan lagi gak pulang bareng kita",gerutu Ruki

Reita menyeringai lalu merangkul bahu Ruki,"sekali-kali pulang berdua gak apa-apa dong,hhe"

BUAKH!!

-

-

-

-

Ruki dan Reita berjalan-jalan mengelilingi sekolah mencari Aoi dan Uruha.Namun mereka tak menemukannya dimanapun (gak nyari ke UKS sih).Sekarang Ruki dan Reita berjalan di pinggiran Aula,tiba-tiba mata Ruki menangkap sosok perempuan yang tak asing baginya berjalan berlawan arah dengan dia dan Reita.

'Reila'

Ruki menghentikan langkahnya,dan Reitapun ngikut.Perempuan itu berjalan semakin mendekat dengan cewek cantik yang lebih pendek darinya berjalan disampingnya,tampaknya dia temannya(=.=)

"ha-hai Ruki kun! Kebetulan sekali bisa bertemu di sini",sapa perempuan itu berseri-seri.Gadis di sampingnya hanya menundukan kepala beberapa saat,kemudian kembali mengangkat wajahnya.

"ah-hai",balas Ruki sambil tersenyum ramah

'kawaii',batin perempuan itu,(baru nyadar bu?=.=).Sebenarnya dari dulu juga dia gak bisa membohongi dirinya kalau Ruki itu memang manis+keren+lucu+PENDEK.

Yang terakhir itulah satu-satunya kekurangan Ruki untuk tidak mendapatkan balasan cinta dari perempuan (aneh) itu.

"ano. . .mau pulang sekarang?"

"emm~ iya"

Dan tampaknya setelah mendapatkan banyak penolakan dari cowok jangkung incarannya,ia mulai menyerah dan mengincar Ruki yang dia tau selalu menyukainya sampai sekarang.(=.=sialan!)

"ah-itu. . .Aku juga mau pulang sekarang,bagaimana kalau kita pulang sama-sama?",tawar perempuan itu manja.

Ruki tersenyum senang,"iya,tapi sayangnya aku mau pulang berdua saja dengan sahabatku ini",jelas Ruki sambil nunjuk idung Reita yang lagi cengok.Syok dengan jawaban Ruki yang menolak tawaran gadis diincarnya selama bertahun-tahun.

"oh begitu ya?Sayang sekali ya",ujar gadis itu tersenyum,Mimik wajahnya berubah murung,berharap Ruki mengubah jawabannya.

"permisi,duluan ya!",

Lalu Ruki melangkahkan kakinya melewati gadis itu.Iya melewatinya dan meninggalkan gadis itu membatu di belakangnya,seperti yang sering gadis itu lakukan terhadap dirinya.

-

-

-

-AGONY by: Reita-

oh shit! It was done too much
oh shit! Oh pardon me
oh shit! It was done too much
oh shit! Don't come near me

BUKH!

"duh!"
Reita mengusap-usap hidungnya dibalik noseband yang baru aja kena tabokan tasnya Ruki."kenapa sih?"

"BERISIK!"

Reita mengembungkan kedua pipinya,"gue kan lagi ng-uta"

"cih"

Reita kembali merangkul bahu Ruki,"Ruk? Lu mau nonton film yaoi kagak?"

Ruki mendelik,"amit-amit"

"Jahahahaha. . .-amit-amit-? Lu coba tonton dulu!! Uke-nya manis-manis lho,sekalian latihan jadi uke yang manis hha"

"berisik lu plester! Uke-uke,uke lu jauh!",(muke lu jauh!=.=)

Ruki mendengus lalu mempercepat langkahnya meninggalkan Reita.Namun dengan cepat Reita bisa menyusulnya kembali karena langkah Ruki lebih kecil dari Reita.

"Ruk! Lu terima aja,lu diciptain buntet buat jadi uke-gue hho"

BUAKH!!

"ouch!"

Ruki terus mempercepat langkahnya,namun dapat dengan mudah tersusul kembali oleh Reita.

"Woi bantet! Gue bercanda!"

". . . ."

"Oi. . .Boncel!!"

Ruki mengepal kedua tangan disamping tubuhnya kesal,lalu ia membalikan tubuhnya dan menghampiri Reita dengan hawa membunuh.Dengan cepat Ruki mencengkram kerah baju seragam Reita kasar,"Lu kalau ngomong-ngomong boncel lagi,gue lempar lu zimbabwe!"

"jyahahahaha. . . .Ke zimbabwe? Ngapain ke Zimbabwe!"

"kita honeymoon"

"he?",Reita cengok.

Ruki semakin mengeratkan cengkramannya ke kerah baju Reita.Reita otomatis semakin membungkuk,mata mereka saling bertatapan.

"Ru-Ruki,ngomong soal honeymoon,kita kawin dulu donk? Wkwk"

"?"

"hhe terus kita kawinnya kapan?"

"sekarang"

Dan entah setan apa kali ini yang merasuki otak Ruki sampai ia refleks menyentuh bibir si noseband dengan bibirnya tiba-tiba.

Mata Reita membulat sempurna menatap Ruki yang tengah memejamkan mata mencium bibirnya (Ugyaaaaa>.<) Ruki membuka matanya dan menjauhkan diri dari Reita.Lalu ia kembali melanjutkan perjalanan pulangnya tanpa memperdulikan Reita yang syok membatu di tempat. 20 detik kemudian. Reita tersadar dari cengoknya.Ia celingak-celinguk mencari Ruki yang udah berjalan jauuuh. "Ooi. . .BANTEEETT",Teriak Reita 'sialan si kunyuk ninggalin gue!',batin Reita.Lalu ia berlari mengejar Ruki. ~*~ "hosh. . .hosh. . ." "dari mana aja lu noseband?",tanya Ruki malas Reita geplak belakang kepala Ruki pelan,"dasar tuyul" "brengsek,genderuwo ngatain gua tuyul" "huh!" "cis" ". . . ." hening~ hening~ syuuu~ (angin berhembus) "fiuh~" "pesek?",tanya Ruki memecah keheningan "haah?" "hoh,lu masih idup?" "yaiyalah kucrut!",jawab Reita nepsong. "gue pikir udah mati keserempet delman" Reita mendelik makhluk mungil yang sedari tadi berjalan di sampingnya,"heh,Ruk ba-" "lu tau noseband?" ". . . ." Ruki terus berjalan dengan pandangan lurus ke depan,"gue terlahir sebagai laki-laki,walau gue pendek,gue seme" Reita mengernyitkan dahinya dengan jari telunjuk menggaruk-garuk bawah pipinya bingung dengan pembicaraan Ruki. "gue terlahir sebagai semenya para cewek" "lu ngomong yang jelas donk! Sok-sok dipuitis-puitisin",cibir Reita Ruki menghela nafas lalu menoleh kesamping ke arah Reita,"lu mau gak jadi uke gue?" Reita cengok. - - - "HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH" mulut Reita membulat segede pantat kebo saking shockingnya. "tampang kakoi begini? Gue tampang SEME woi",tegas Reita dengan suara lantang. "cih,udah gue duga!",gerutu Ruki sambil meneruskan perjalanannya. "yaiyalah!",cibir Reita "ya udah" "ya udah apaan?" Ruki menghentikan langkahnya dan mendelik,"ya udah,gue bakalan tetap mempertahankan status STRAIGHT gue!" "heeeee?" Ruki melanjutkan langkahnya lebih cepat.Reita menyusulnya kemudian,lalu kembali merangkul bahu Ruki,"lu baru aja merebut keperjakaan gue tanpa izin,lu harus tanggung jawab!",bisik Reita ditelinga Ruki "cih,kalau lu sampai bunting gara-gara tadi.Gue tanggung jawab",Ruki mendelik "hha bunting?Lu pikir gua kebo? Bunting",Reita mengacak-acak Rambut Ruki manja,"yang ada juga lu yang bunting mah gyahaha" "berisik lu plester! gua cipok lagi nih" "cipok? Mau donk,hha" BUAKH!! "makan tuh cipok kepalan tangan gua hha",Ruki tertawa puas Reita mengusap-usap idungnya yang kembali kena tinjuan Ruki.Reita mendengus melihat Ruki terbahak,lalu dengan cepat Ia memanggul Ruki dan dibawa lari.Membuat Ruki berteriak-teriak,sedangkan Reita terbahak senang.Tentu saja ia senang XD Ini hari yang tak kan terlupakan bagi si noseband. "REEEEEIIIILLLAAAAAAAAAA!!" "he? Lu teriak apa?" "Reita?" ". . . . . . ." - - - Kai menggigit bibir bawahnya gugup,"a-anu,sebenarnya sejak pertama kali melihatmu aku sudah suka,dan lagi kebaikanmu waktu itu. . .Ka-karena itu Na-Nao jadi PACARKU ya?",ucap Kai memejamkan matanya. "apa?",tanya Nao sambil melepaskan headset yang menyumpal dikedua lubang telinganya,"kamu ngomong apa Kai?" ~OWARI~ T.T akhirnya~ mav kalau gak memuaskan >.< gak tau lagi akhirnya harus bagaimana~ saia ingin cepat hentikan kegilaan ini^^fufufu

terimakasih yg udah mau baca dari chap 1 *berojigi*

*=.=oh ya,kemarin malem saia ampe mimpiin UruhaXruki XD *senang* fullofsensored wkwkwk

No comments:

Post a Comment