Search + histats

Thursday, 15 April 2010

*****fic anyeh chappy 12*****

Title : i'm straight

author : (*0*)

Rated : T

genre : romance (????????)

pairing :

warning : annnneeeh

note : rabbu yu Ruki


~*~

Uruha,Ruki dan Reita kembali ke ruang tamu membiarkan Kai dan Miku menikmati waktu mereka berdua.Saat kembali ke ruang tamu mereka menyaksikan adegan sofa panas gratis dengan pairing ToraXsaga.Otomatis mereka membelalakan mulut (?) dan mata mereka kaget.Reita menyempatkan diri melirik Ruki yang berdiri disampingnya dan bertemu pandang dengan Uruha yang ternyata juga melirik Ruki.Tora dan Saga buru-buru membereskan(?) diri mereka duduk dengan rapi dan berlaku seakan-akan tak pernah terjadi apa-apa.

"MAU GITUAN PILIH-PILIH TEMPAT DONK KUNYUK!!",protes Uruha sambil melempari Toga (TOra-saGA) dengan bantal kursi.Tora dan Saga hanya mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah mereka,nyengeh sambil mengucapkan"Peace!"

Uruha duduk di sofa dengan gerutuan-gerutuan dari mulutnya,matanya terus menatap Tora dan Saga horor.Ruki dan Reita ikut duduk dalam satu sofa dengan mata Reita terus mengawasi Ruki dengan pandangan mencurigakan.

Selama beberapa waktu mereka ngobrol-ngobrol kesana kemari tanpa ada topik yang tentu.Sampai Tora tiba-tiba mengatakan kalau dia baru saja ditembak si Reila,dan ternyata bukan hanya itu saja,Saga juga pernah menjadi sasaran tembak perempuan itu bahkan sampai Aoi juga.Dasar perempuan pemburu cowok Jangkung.

Reita sesekali menengok teman duduk disampingnya yang tampak terpukul untuk kesekian kalinya mendengar cerita tentang perempuan itu.Tiba-tiba terdengar alunan lagu -AGONY by: The GazettE- dalam ruangan.

". . . . ."

sontak semua mata mengarah pada Reita yang memang dengan sengaja memainkan lagu itu di hape jadulnya dengan volume maximum dengan wajah datar tanpa ekspresi."kenapa?",tanya Reita pada teman-temannya yang tiba-tiba menatapnya horor.

"BERISIK!!",jawab mereka serempak.

-

-

-

Beberapa saat kemudian setelah berhasil mendapatkan nafas buatan dari Miku,Kai keluar dari kamar dengan mendobrak pintu kamar karena 3 makhluk a.k.a Ruki,Reita dan Uruha telah dengan tenang meninggalkan pintu kamar itu dalam keadaan terkunci.

Kai menghampiri teman-temannya di ruang tamu dalam keadaan mengenaskan,karena hasil perbuatan Miku terhadap dirinya.Semua orang yang ada di ruang tamu berbengong-bengong ria melihat Kai.

"a-aku dipaksa uweeee~"

Kai berlari memeluk Reita yang duduk di sofa bersama Ruki.Dan menceritakan betapa bejatnya kelakuan Miku terhadap dirinya(=.=)

semua hanya menanggapinya dengan cengok-an.

~*~

Pagi seperti biasanya,sekolah yang sama,siswa-siswi yang sama,guru-guru yang sama.Lalu adakah yang berbeda di hari ini? Yang beda adalah Uruha datang lebih pagi(=.=).Tapi bukan itu hal yang membuat pagi ini menjadi menarik,melainkan tingkah Uruha yang mondar-mandir di depan kelas kayak suami nunggu istri lagi ngelahirin.Lalu siapa istrinya yang sedang melahirkan tersebut? Kalau ditanya begitu,jawabannya adalah Aoi.Tapi dalam hal ini tak ada yang melahirkan maupun dilahirkan,ini hanya perumpamaan tak berarti(^.^).

Intinya sekarang ini Uruha tengah menunggu Aoi dengan gelisah,karena mendengar soal cinta pertama Aoi yang baru saja pindah ke sekolah ini dari Tora dan Saga kemarin.

(flashback : ON)

"Miku chan ternyata tak selugu itu,dia sangat ganas",ujar Kai menceritakan apa yang baru saja dialaminya.

"jadi kau gak jadi nembak dia?",tanya Ruki penasaran.

Kai hanya mengangguk-anggukan kepalanya pelan."aku takut kalau dia suka memaksa begitu,padahal dia cinta pertamaku huweee~"

*semua sweatdrop*

-

-

-

"oh ya,ngomong-ngomong soal cinta pertama,dikelas kita ada murid baru yang ngaku-ngaku cinta pertamanya Aoi,iya kan sai?",celoteh Tora yang kemudian mencolek pipi saga,membuatnya mendapatkan death glare dari sang kekasih.

"cinta pertama Ao?",tanya Ruki heran.

"hmm. . .Iya,dia nanya-nanya Aoi ama teman-teman sekelas.Waktu ditanya dia siapanya Aoi,dengan bangga dia menjawab cinta pertamanya Aoi",jawab saga panjang lebar sambil tumpang kaki kalem.Tangan kanan tora merangkul bahunya.Semua mengernyitkan dahi masing-masing kecuali Uruha yang sok acuh tak acuh.

"siapa namanya?",tanya Reita penasaran.

Saga dan Tora saling bertatapan bingung.Lalu Tora menunduk memijat keningnya tampaknya ia berpikir beberapa saat,lalu mengangkat wajahnya kembali,"namanya miyabi kalau gak salah"

TAK!!

Tora mengusap-usap ubun-ubunnya,"kok nge-jitak tiba-tiba sih sai?"

"miyabi,kentut lu bau!! Miyavi !!",Saga mengembungkan pipinya jengkel.Kelihatannya di kepala kekasihnya penuh ama AV Idol,kebanyakan nonton film bejat gak mutu (=.=)

Tora nyengir,"kan kan Miyavi ditulisnya Miyabi juga sai,hhe",Tora ngeles sambil elus-elus idung saga,Area tubuh yang paling dibenci Saga kalau disentuh.Tanpa ba-bi-bu-be-bo lagi,tabokan halus Saga mendarat di pipi Tora.Ugh~

"woi,kunyuk!! Lu pikir dunia ini milik lu berdua!",protes Reita yang merasa diacuhkan dengan pergulatan gak penting 2 sejoli Toga.

Tora hanya senyam-senyum,sedangkan Saga disampingnya memasang tampang masam.

"anak itu berpiercing kan?",tanya Uruha malas.

"ah,iya dia berpiercing!",jawab Tora dengan semangat.

"lu tau Uru?",tanya Ruki

"ya,tadi dia yang misahin gue sama si awowi saat pulang dari Kantin"

". . . ."

". . . ."

Tiba-tiba Uruha merasa atmosfer dalam ruangan berubah.Semua memasang tatapan mencurigakan ke arah Uruha,membuat Uruha mengernyitkan dahi heran.

"kenapa kalian?"

"gyehehe"

"hohoho"

"fufufufu"

Uruha merinding melihat ekspresi teman-temannya terhadap dirinya,"sialan! Apa-apaan Kalian?"

Tora tersenyum mesum,"Lu cemburu kan Uru?"

"A-APA?"

Semua semakin menatap Uruha mencurigakan.Mereka semua serempak mendekatkan wajah mereka ke wajah Uruha dan menyeringai,membuat Uruha harus memundurkan tubuhnya merapat ke sandaran sofa gugup.

"gyehehehehe. . . . .",nyengeh bersamaan.

Keringat dingin mengucur deras di pelipis Uruha."Wo,Woi !!"

"Tuan Muda,ada telepon dari Nyonya"

suara Maid Yusa memecah ketegangan(?) yang dirasakan Uruha akibat desakan teman-teman anehnya.Ia segera bangkit dari sofa dan menghampiri maid kawaiinya,'fiuh~gua tertolong',batin Uru.Lalu Uruha dan Yusa pergi ke ruangan dimana telepon berada.Teman-teman anehnya hanya menghela nafas kecewa,karena gak berhasil memojokan Uru.

~*~

Uruha menyuruh Yusa pergi dari ruangan karena ia ingin bertelepon-telepon ria dengan sang bunda dengan tenang.

"moshi-moshi"

"URUPAHA!!"

Uruha berjengit,suara ibunya masih besar seperti dulu,"ya mam?"

"bagaimana keadaan daddy mu? Dia masih suka merajut?"

"ya",jawab Uruha malas

"bagaimana keadaanmu?"

"baik mam",jawab Uruha masih malas sambil menggaruk-garuk lehernya.Kayaknya gak ada kangen-kangennya sama ibu sendiri,padahal bertahun-tahun gak ketemu.

"Pahamu bagaimana? masih mulus? Masih suka melakukan perawatan rutin paha kan?"

"AAAAAAARGH PAHA-PAHA MULU,TIAP NELPON UJUNG-UJUNGNYA PAHA!"

Uruha Uring-uringan sendiri dengan telepon menempel ditelinganya.Dari suara yang terdengar ditelepon,sepertinya KyO SAMA mendengus dengan perkataan anak semata wayangnya itu.

"lalu bagaimana hubunganmu dengan Aoi?"

"heh? Aoi?",uruha menaikan sebelah alisnya

"ya,Aoi"

"kenapa Aoi? Kami baik-baik saja"

"jangan bilang kau masih berteman dengannya"

"memang kami berteman mami!!"

"halaah~ kalau mami jadi kamu,udah mami kawinin tuh! Nyalimu emang segede tompel,kapan kamu jadi laki-laki Uruha?"

"a-apa?Sialan"

"apa?Kau bilang apa?"

"BODO AH!",bentak Uruha kesal lalu menutup teleponnya kasar.TREK!

Uruha memandang telepon tak berdosa dihadapannya nista."sialan,nyokap sendiri ngatain gua",gumam Uruha kesal.

Lalu Uruha membalikan tubuhnya hendak kembali ke ruang tamu menemui teman-temannya yang mungkin tengah menunggunya untuk dijaili lagi.Namun tiba-tiba Uruha mengernyitkan dahinya mendapati orang bernoseband tengah berdiri dengan percaya diri di hadapannya."ngapain lu noseband?"

"hha,gue dengar lho gue dengar",Reita riang tak menggubris pertanyaan Uruha.

"ah~ terserah,buruan balik ke ruang tamu!",ujar Uruha sambil menarik paksa lengan Reita.Namun Reita segera menepisnya.

"paha! Lu suka sama Aoi kan?",tanya Reita tanpa mengurangi rasa percaya dirinya.

Uruha menepuk jidatnya,"lu kok? Arrgh~ lu tau sendirikan yang gue suka tuh Ruki,lu denger? Ruki !!",tegas Uruha dengan mantap di depan wajah sang noseband.Reita menjitak Uruha spotan.

"Lu bego apa? Masa lu mau terus-terusan berharap ama si buntet yang yang keukeuh berstatus straight itu? Sampai kapanpun lu gak akan dapetin dia Paha!"

Uruha speechless.

Reita menepuk-nepuk bahu Uruha,"lu sadar dong,Aoi itu suka sama lu,masa lu gak sadar?"

Uruha terdiam beberapa saat,"ee~ kayaknya emang iya sih",Uruha menggaruk-garuk belakang kepalanya yang gak gatal.Sebenarnya bukannya ia gak sadar akan perasaan Aoi terhadapnya,tapi emang dasar tega aja si Uruha mah(=..=)

"bukan 'kayaknya' lagi dodol,tapi emang IYA!! Dan lu juga kan?",Reita menampar-nampar pipi Uruha pelan,yang langsung ditangkis Uruha.

"gue ke si Awo? Kagaklah~",jawab Uruha membuang muka.

"serius? Kalau dia CLBK ke cinta pertamanya itu gimana?",goda Reita sambil menyeringai tipis."ya~terserah!",jawab Uru acuh tak acuh.

"oke,lu jangan mewek ya kalau udah kehilangan si Aoi"

"mewek? Lu pikir gue apa? Sialan lu noseband!!,lu sok tau ya ternyata!"

"jah,dikasih tau nyolot!"

"terus lu mau gue gimana hah?"

Reita menunjuk-nunjuk jidat Uruha,"pake otak lu! Jangan cuma paha yang diurus.Lu tau kan apa yang harus lu lakuin sebelum terlambat dan lu menyesal"

"lu lama-lama kayak ngejauhin gue dari si bantet ya?"

"cis,terserah lu dah!",Reita beranjak dari hadapan Uruha.Namun setelah beberapa langkah ia berhenti,"paha,kalau lu disuruh milih,antara orang yang bener-bener sayang sama lu atau orang yang lu sayang tapi udah jelas nolak lu,lu pilih mana?"

"lu-lu nyindir gue pesek!",tonjolan-tonjolan urat saraf uruha mulai tampak ke dunia.

Reita menyeringai,"semua orang juga udah tau Aoi itu punya perhatian lebih ke lu,gue aja yang baru kenal dia nyadar,lhaa~ lu udah berabad-abad masa kagak nyadar,pentium berapa otak lu?"

"PESEEEK!!! GUA SEPAK JUGA IDUNG LU!!",ancam Uruha jengkel dengan Reita yang ngebacot dari tadi

Reita menghela nafas,"ya terserah lu dah paha! Toh yang mewek nanti bukan gue",ujar Reita lalu melengos pergi.

"MEWEK-MEWEK AJA LU YANG DIBAHAS!!GILA!!",teriak Uruha dengan suara cemprengnya namun tak digubris Reita.

Uruha terdiam mematung di tempat yang sama dengan saat Reita meninggalkannya.

"fiuh~si noseband sialan"

(flashback : OFF)

setelah berpikir semalaman,Uruha membulatkan tekadnya untuk mencoba.Sekarang ia sedang err~ masih menunggu Aoi di kelasnya sambil mondar-mandir,padahal biasanya Aoi sudah datang sebelum anak-anak sekelas banyak yang datang.Tapi sekarang,hampir semua anak-anak kelas XII.IPS.5 Sudah masuk kelas,kecuali Aoi (=.=).Ada apakah gerangan?

Anak-anak kelas XII.IPS 5 hanya bisa menunjukan ekspresi heran melihat Uruha yang semenjak tadi mondar mandir gak jelas di depan kelas.Lalu Uruha mencoba untuk mencari Aoi di luar.Baru sampai ia di ambang pintu,mata Uruha sudah menangkap sosok sang gurame di depan pintu luar sana tapi tidak sendirian,ada laki-laki berpiercing merangkulnya.

"paha?"

Uruha hanya memasang tampang horor,"Ohayou Aoi SAMA!"

"he? SAMA?",tanya Aoi heran.Memang tak pernah Uruha memanggil Aoi dengan embel-embel sebelumnya,apalagi pake 'SAMA'.Aoi mulai merasa ada yang gak beres dengan temannya yang satu ini.

Uruha melirik orang yang sedari tadi merangkul Aoi santai.Orang itu hanya tersenyum diperhatikan Uruha.

"oh iya,kenalin ini Miyavi,dia pernah jadi tetangga gue dulu,baru pindah lagi ke sini beberapa hari yang lalu",ujar Aoi memperkenalkan orang berpiercing disampingnya,"dan meev,dia ini Uruha teman deket gue sejak SMP",Aoi memperkenalkan Uru.

Miyavi menyodorkan tangan kanannya untuk bersalaman dan segera disambut Uruha."hho,jadi lu yang namanya Uruha si paha sekushi e",ucap Miyavi sambil menyeringai.

Uruha membalasnya dengan senyuman,namun dalam hati ia uring-uringan.Miyavi tersenyum mesum,lalu ia mendekatkan wajahnya ke telinga Uruha lalu berbisik,"lu sedekat apa sama Aoi?Kedekatan lu sama Aoi,apa bisa ngalahin dekatnya gue sama Aoi?"

Uruha membelalakan matanya dan memundurkan wajahnya,"apa-apaan lu?"

Miyavi tertawa garing,membuat Aoi yang tak tau apa-apa menaikan sebelah alisnya heran.

"gue sama Aoi bukan cuma tetanggaan biasa,kita udah deket banget kan Aoi?",ujar Miyavi bangga sambil mengedipkan sebelah matanya ke Aoi.Lalu kembali mendekatkan wajahnya ke Uruha,"lu pernah Mandi bareng Aoi? Tidur bareng? Kisuan? First kiss Aoi itu sama gue lho,Bwahahaha"

Aoi menjewer telinga Miyavi,"bicara apa lu heh? Sekarang Lu udah tau kan kelas gue di sini,sekarang lu buruan kembali ke kelas lu!!",suruh Aoi,lalu memukulkan tasnya ke bokong Meev.

Meev mengusap-usap bokongnya lalu pergi seperti apa yang disuruh Aoi,"AOI,ENTAR PULANG KE APATO GUE LAGI ! TEMENIN GUE LAGI MALAM INI OKE! Hhay~"

Aoi membalasnya dengan kepalan tangan,lalu makhluk bernama Meev itupun pergi terbirit-birit,"dasar banci",gumam Aoi.Walau selintas Uruha melihat senyum tipis tersimpul di bibir guramenya Aoi.

". . . ."

Aoi mengalihkan pandangannya dari meev dan melangkahkan kakinya hendak masuk ke dalam kelas,tapi tiba-tiba tangan Uruha menghalanginya.Aoi menatap Uruha heran,"kenapa?"

"gue suka lu Awo,Lu harus jadi pacar gue!",terang Uruha.

Uruha kaget sendiri,tak percaya ia bisa mengatakannya dengan lancar.Gak kayak waktu ia mengatakannya pada Ruki,mungkin sekarang udah berpengalaman kali ya.

Semua anak-anak sekelas yang mendengar pernyataan Uruha menahan nafas mereka,menunggu kata-kata jawaban apa yang akan keluar dari mulut Aoi.

Wajah Aoi tak menampakkan ekspresi kaget atau terkejut dan sejenisnya,pandangannya tetap datar memandang Uruha.Lalu ia menghela nafas dan mengacak-acak rambut Uruha,"harus apaan heh? lu tuh egois banget ya",Aoi tersenyum menurunkan tangan Uruha yang menghalanginya lalu melangkahkan kakinya memasuki kelas.

"Tunggu awo! Jawaban lu?"

Aoi menghentikan langkahnya,semua anak-anak yang ada di kelas kembali berdebar.Aoi kembali membalik tubuhnya dan menatap Uruha,"yaah~ tapi gue gak suka sama lu",ucap Aoi santai.

Uruha speechless.

-

-

"HAAAAAAAAAAAAAAAAAH!!!",semua anak-anak kelas XII.IPS.5 Syok terhadap penolakan Aoi.Padahal sejak dulu mereka selalu mengharapkan mereka jadian.Kan pasangan serasi tuh.

Aoi berjalan ke bangkunya dengan wajah seakan menyiratkan tak pernah terjadi apa-apa.Sedingin itukah Aoi?

Lalu bagaimana dengan Uruha? Tentu saja ia syok.Buktinya ia tak bergeming sejak tadi di tempat yang sama.Bisa dibayangkan betapa syoknya dia,udah nembak orang 2 hari berturut-turut,dan dua-duanya ditolak pula(=.=)

"AAAAAAAAAAAAAAARRGGHH!!"

~*~

-Owari-

"apaan tuh?"

Kai terkejut,"ahaha,udah selesai kok"

Kai buru-buru memutuskan sambungan inetnya dan memasukan hapenya ke dalam tas.

Reita menyeringai,"lu baca fanfic rated M ya?"

"ehe",Kai nyengir aneh

"yaoi?"

Kai mengangguk dengan mantap,yang kemudian disabet slap-an Ruki,"Gak ada kerjaan ya lu?!"

Kai nyengeh,"emang gak ada kerjaan,hho"

"yang begituan mah buat cewek,lhaa~ lu baca",cibir Ruki

Reita merangkul bahu Kai,"gak apa-apa donk,kan buat referensi gyehehe",Reita bertatapan penuh nista dengan Kai."sejak kapan lu jadi fudanshi?"

"sejak aku menyukai yaoi"

TAK!

"aduuh!"

"jawaban yang mutu dikit kenapa? kalau itu gua juga tau,halaah"

Ruki mendengus melihat tingkah polah kedua temannya,"dasar! WOI KE KANTIN YUK Cui!!Keburu masuk nih"

"PLESTEEEEEEEEEEEEERRR!!!"

Ruki,Reita dan Kai spontan melihat ke arah pintu,pemilik Suara cempreng udah berdiri disitu dengan gagahnya.Lalu ia cepat-cepat menghampiri Reita penuh nepsong,"Lu harus tanggung jawab!",tegas Uru melotot nunjuk-nunjuk Reita.

"kapan kita ngelakuinnya?",tanggap Reita malas.

"nembak si Awowi tuh ide lu!! Lu bilang dia gak akan nolak gue? Nyatanya dia nolak gue!!"

"nolak lu?",Reita cengok

"ya,nolak gue",tegas Uru hampir mengeluarkan bola
matanya

"si Aoi nolak lu?",tanya Reita masih tak percaya.

"LU JANGAN NGULANG-NGULANG KATA TOLAK MULU DONK!!",bentak Uru yang langsung geplak pala Reita.

"gyahahaha. . . .Ditolak 2x berturut-turut huhuhu",Reita ketawa puas memegangi idungnya,khawatir nosebandnya copot.Uruha memasang tampang horor dan siap-siap melayangkan tinju ke idung Reita,namun Reita menarik Ruki yang lagi cengok untuk dijadiin tameng.

". . . ."

BUAKH!!

"Aaarrgh!!",rintih Reita memegangi idung kebanggaan dibalik nosebandnya."dasar bantet lu!!",gerutu Reita pada Ruki yang berdiri di depan membelakanginya.

Ruki mendelik,"kenapa jadi nyalahin gue? SIAPA SURUH JADIIN GUE TAMENG?! KENAPA GAK SI KAI?!",Ruki meninggikan suaranya,yang langsung dibekep Reita.

"heh?",Kai bingung namanya diikut sertakan.

"pokoknya gue gak mau tau ya,ini salah lu!!",Uruha ngebacot lagi.

"heh! Gue ngomong gitu emang pada kenyataannya si Aoi itu suka sama lu,anak kecil aja tau!!",jelas Reita,lalu ia memutar bola matanya ke arah Ruki,"iya kan Ruk?"

"apaan?"

"gue ngebacot ama si Uru dari tadi,lu kagak nyimak?"

Ruki memasang tampang horor dengan hawa membunuh mengelilinginya.Reita menciut,Ruki jadi kelihatan lebih gede 50x lipat darinya.Reita segera memijat-mijat kedua bahu Ruki untuk merilekskannya sambil senyam-senyum mesum.

Ruki menatap Uruha dihadapannya,membuat Uru salting lalu Ruki berpikir beberapa saat,"kalau diliat dari pandangan dia,atau perhatiannya terhadap lu.Gue yakin Ao suka sama lu Uru"

"Ru-Rukichuuw~",Uruha puppy eyes

"TUH KAN,BOCAH AJA NGERTI",Teriak Reita di telinga Uru.

"TAPI GUE DITOLAAAAK!!",balas Uruha ditelinga Reita.

Reita mengusap-usap telinganya yang mendengung,"err~ mungkin lu telat paha.Seperti yang gue bilang kan? Mungkin dia udah terlanjur CLBK sama cinta pertamanya itu.Wkwkwk"

Uruha membatu.

Ruki nyumpel mulut Reita pake tempat pensil.

"yah terserahlah,tapi masalahnya gue dari tadi pagi sampai sekarang gak bisa ngobrol sama si Awo,mana anak-anak sekelas pada natap gue iba,lagi.Bikin gue enek,jadi males gue masuk kelas",keluh Uruha.

"itu sih derita lo",cibir Reita.

Uruha dibantu Ruki nyekek Reita melepaskan semua kekesalan mereka (Ruki cuma ikut-ikutan aja sih)

Kriing. . .Kriing. . .Kriing. . .

-

-

-

-

"ah,gara-gara si paha sih,kita gak sempat ke kantin.Keburu masuk deh!!",gerutu Reita sambil berjalan ke bangkunya.

"plester! Si Kai kemana?",tanya Ruki dari bangkunya.

Reita duduk di bangkunya,"oh iya ya,si Kai kemana ya?",Reita malah balik nanya agak-agak cengok.

~*~

Kai lebih memilih berjalan-jalan di koridor sendirian untuk mencari angin segar,daripada dia di jadiin kambing conge ama teman-temannya di kelas.

BRUK!

"aAUH!!",Kai mundur beberapa langkah,sepertinya dia baru menabrak seseorang."ah,gomen"

"iie,aku yang harus minta maaf,aku berjalan tidak melihat ke depan.Gomen",ujar seorang makhluk kawaii berkaca mata di hadapannya sambil tersenyum.Hmm~ matanya sama-sama merapat saat tersenyum seperti Kai."eh,Kai ya?",tanyanya terkejut saat melihat Kai dengan mata lebar.

"ah,i-iya.Kau mengenalku?",kai bingung balik nanya.

"hha aku Nao,kau tak ingat? Dulu waktu ujian masuk kita satu ruangan,kau gak bisa ngisi soal lalu nyalin semua jawabanku hha"

". . . ."

"ah,sudahlah! Sekarang di kelas mana Kai?"

"kelas XII.IPS.3",jawab Kai.Pikirannya masih nginget-nginget orang kawaii yang ada di hadapannya ini.Dengan baju seragam dimasukan ke dalam celana,dasi melingkar di kerah bajunya,membuat ia terlihat sangat rapi.Kai terus memperhatikannya dari ujung kaki sampai ujung idung.

"aku di kelas XII.IPA.2",ujar Nao sambil melempar senyum termanisnya membuat pipi Kai terlihat sedikit blushy.

"ah tunggu! XII.IPA 2? Berarti kamu sekelas sama Tora dan Saga?"

"kau tau mereka? iya,mereka teman sekelasku.Kami juga teman satu band"

"heh? Kamu main band?",tanya Kai heran.Nao mengangguk pelan.Kalau dilihat dari penampilannya Nao yang pake kaca mata,dia kagak cocok jadi anak band,cocoknya jadi baby sitter(=.=),"kau lebih cocok jadi kutu buku hho",ujar Kai sambil mengacak-acak rambutnya sendiri

wajah tersenyum Nao berubah mukdar (muka datar).Kai masih nyengeh,Nao menghela nafas lalu membuka kaca matanya,membuat Kai melongo,"kalau gini,apa aku masih gak cocok jadi anak band?"

"ah,NAO YANG ITU!!!",teriak Kai sumringah.Buru-buru Kai meluk Nao sekuat tenaga ampe Nao meronta-ronta kehabisan nafas,"aku belum ngucapin makasih,aku lulus berkat jawaban-jawabanmu Nao!"

semua mata orang yang masih lalu lalang di koridor menatap 2 makhluk yang tengah asik bercengkrama.

"ka-kai,lepasiiin!",pinta Nao sambil mendorong tubuh Kai paksa.

Kai melepaskan pelukannya,"aku inget sekarang! Dulu kan kau gak pake kaca mata hha",Kai menggaruk-garuk pantatnya.

Nao melihat jam tangan di tangan kirinya,"ah,gila.Udah masuk kelas dari tadi",ujar Kai masih manteng ke jam tangannya,lalu ia mengangkat wajahnya,"ya udah ya Kai,aku balik ke kelas"

Lalu Nao cepat-cepat berlari meninggalkan Kai untuk kembali ke kelasnya.Wajah Kai berubah berseri-seri

Kai mengusap rambutnya,"Nao? Hehe. . ."

~*~

KLEK!

Orang berseragam putih yang sedang asik menulis di meja dalam sebuah ruangan yang juga serba putih itu menghentikan aktivitasnya karena mendengar pintu ruangan yang hanya dikunjungi oleh orang sakit itu terbuka.

"ya?"

"hmm. . . .",Uruha mengangkat sebelah tangannya cara ia memberi salam,"hallo Kaoru sensei",sapa Uruha malas.

Kaoru sensei memutar kursi tempat kerjanya jadi menghadap Uruha,sambil tumpang kaki dengan tangan menyilang di dadanya menyeringai,"sakit kenapa?"

Uruha mengusap-usap bagian belakang lehernya,"sakit hati ah sensei",ujarnya masih dengan nada malas.

"hha. . .Dasar anak muda!"

"hha. . .Dasar orang tua",Uruha menanggapi dengan malas."ya udah sensei,aku malas masuk kelas nih,aku boleh istirahat disini kan?"

"kau pikir UKS itu tempat pelarian membolos,heh?",gumam Kaoru sensei lalu memutar kembali kursinya dan melanjutkan kembali aktivitas menulisnya.

"boleh apa kagak?"

Kaoru sensei melihat Uruha dengan ekor matanya,"ya kebetulan lagi kosong nih,berbaringlah di sana!"

Uruha segera menghampiri tempat berbaring orang sakit yang serba putih itu,setelah membuka sepatunya Uruha naik dan membaringkan tubuhnya di sana.Matanya menerawang ke langit-langit.

"tutup gordennya!!"

"hmm. . ."

-

-

-

-

-

Kriing. . .Kriiing

Kaoru sensei bangkit dari duduknya dan merapikan barang-barang yang ada di mejanya,lalu memasukan sebuah laptop,dan balpoin ke dalam tas hitamnya lalu memasukan sebuah map kedalam laci mejanya.

Kaoru sensei melirik arah ranjang yang tertutup gorden putih.Setelah menghela nafas ia menghela nafas ia berjalan menghampiri benda dibalik gorden itu.

SREG!

"nggh. . . .",Uruha menarik selimut sampai menutupi wajahnya.

Kaoru sensei menarik selimut yang menutupi tubuh Uruha,"mau sampai kapan kau tidur disini? Udah bel pulang tuh!"

"sensei ganggu ah!"

Uruha kembali menarik selimutnya membuatnya kena pukulan tas dari Kaoru sensei,"buruan Pintunya mau dikuci !!"

"bentar lagi donk sei"

"kau-"

KLEK!

"permisi"

pandangan Kaoru dan Uruha serempak mengarah ke pintu yang terbuka.

"oh Aoi"

'aoi?',batin Uruha

Kaoru menghampiri Aoi yang masih berdiri di pintu."kebetulan sekali Aoi,nasehati temanmu itu!!"

Aoi mengangguk,lalu Kaoru sensei menyerahkan kunci UKS pada Aoi,"tolong kunci pintunya kalau temanmu itu sudah mau pulang,nanti kasih kuncinya ke penjaga sekolah!"

"baik sei"

Kaoru sensei kemudian pergi ke luar meninggalkan Aoi dan Uruha.

CKLEK.

Aoi menutup pintu,Uruha bangkit dari tidurnya dan duduk.Aoi masih berdiri di depan pintu menatap Uruha,lalu ia berjalan menghampirinya dan melemparkan tas Uruha kepada sang pemilik.

"thanks wo"

"hm. . ."

"lu kok tau gue disini?"

"kita temenan bukan 1 minggu 2 minggu.Kenapa lu gak masuk kelas?",tanya Aoi yang masih berdiri.

"males gue,ya udah buruan pulang!",ajak Uruha sambil menurunkan kakinya dari ranjang.Tiba-tiba tangan Aoi nempel di kening Uruha membuat Uru terkejut dan kembali naik ke ranjang.

Aoi terkekeh,"lu gak perlu sekaget itu kan paha! Gue cuma meriksa lu sakit apa kagak?"

Uruha mendengus,"hari ini lu mau pulang bareng 'teman lama' lu itu?"

"kayaknya"

"cih!",Uruha membuang muka dan tersenyum kecut.

Aoi mendekatkan wajahnya ke telinga Uruha,"kau cemburu ya?"

Uruha berjengit,"AOI !!"

"hha"

"lu senang ya buat gua terlihat kacau?",gumam Uruha kesal,"ya udah lu pulang aja sana sama cinta pertama lu itu!",Uruha melempar selimut ke wajah Aoi.Aoi menangkap selimutnya lalu melemparkannya lagi ke Uruha.

"cinta pertama apa paha?"

"cinta pertama apa?",cibir Uruha,"tentu saja si piercing itu!"

"si banci?"

"jadi cinta pertamamu banci?"

"heh?",Aoi menerawang ke langit-langit,"kalau ditanya begitu yaa~ jawabannya mungkin juga,kau tanyakan saja pada dirimu sendiri"

"apa? Tau apa gue tentang orang berpiercing itu?"

Aoi menghela nafas lalu duduk di samping Uruha yang bersila di atas ranjang."si piercing? Meev? Orang yang udah ngehancurin hidup gue itu lu pikir cinta pertama gue?Hha lu lucu banget sih jadi orang paha!"

"hah?"

~to be continued~

>.< tadinya mau diselesaikan di chap ini tapi tapi gyehehe

T.T

No comments:

Post a Comment