Search + histats

Thursday, 15 April 2010

*****fic anyeh chappy 11*****

Title : i'm straight

author : --> (>.<)>

rated : T

genre : romance (?)

pairing : @.@v

warning : hho. . .Banyak peringatannya,hingga tak bisa disebutin satu-satu

note : liburan egen =.= fiuh~
bwahahahahaha huhuhu senangnya XD


~*~


1 jam 8 menit 17 detik kemudian.


Uru masih dalam posisinya memegangi kedua bahu Ruki tanpa bergeming sejak tadi,tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya sejak kata-katanya yang terakhir,'lu harus tau keseriusan gue'

fiuh~

"gue balik ke kelas ya,kaki gue pegel nih",Lalu Ruki melepaskan kedua tangan Uruha dari bahunya dan bermaksud untuk pergi,namun Uruha tiba-tiba menarik rambut Ruki dari belakang,otomatis langkah Ruki terhenti.

"APALAGI PAHA?! GUE UDAH KETINGGALAN 1 JAM PELAJARANNYA KAMIJO SENSEI GARA-GARA DARI TADI CUMA LIAT TAMPANG CENGOK LU!!! GAK MUTU!!!"

Uruha menggigit bibir bawahnya,ia juga kesal pada dirinya sendiri,"dengerin gue dulu,serius gue mau ngomong!"

"jah,lu mah dari tadi kagak niat ngomong!"

"GUE SERIUS BANTET!!"

BUAKH!

Uruha mengelus-elus dagunya yang baru saja kena tinjuan Ruki,"sial,tangannya ringan banget sih",gerutunya pelan.

"apa heh?"

Uruha nyengir gak jelas sambil mengelus-elus dagunya.Ruki yang jelas mendengar gerutuan Uruha tadi memasang tampang masam.

". . . ."

"jadi lu mau ngomong apa heh?"

"aa. . . .ehe"

"apa?"

"ehehe~"

"hah?"

"ehehehehe. . ."

". . . ."

Ruki menarik kerah kemeja seragam putih Uruha jengkel,"ngomong kagak lu?? Kalau gak,gue caplok paha lu!!"

Uruha berjengit,namun wajahnya menyiratkan kesenangan,sambil membayangkan pahanya dicaplok Ruki."gyehehe. . .Rela gue kalau sama lu wkwk"

"JAH!!!"

Ruki menginjak kaki kanan Uruha.Lalu melepaskan tangannya dari kerah baju Uru dan membuang muka.Uruha meringis mengangkat kaki kanannya yang kesakitan.selain tangannya,ternyata kakinya si bekel itu juga ringan,pikirnya.Ruki melempar death glare khasnya ke arah Uru,seakan dia tahu apa yang Uru pikirkan tentang dirinya.

Uruha memantapkan hatinya.sekarang ia benar-benar harus berhasil mengatakannya pada Ruki.Uru memasang tampang serius dan menatap mata Ruki dalam.Ruki bergidik lalu menjitak Uru spontan,"lu mau nakut-nakutin gue? Tampang lu nyeremin tau!!"

GLUK!

Uruha menarik nafas,"Ruk. . . ."

"rak-rak,ruk-ruk",cibir Ruki

"gue. . . .Errr~ Aaaaargh Lu gak ngerti posisi gue sekarang",Uruha histeris menekan kedua pipi.

"gue ngertiii"

"hah?"

"lu mau ngomong kalau lu suka gue?"


hening~



"gyahahahahaha Ge-eR"

Uruha maksain ketawa sambil megang perutnya,telunjuk tangan kanannya menyapu air mata di ujung matanya yang hampir keluar sambil ketawa-ketiwi.Tapi itu bukan air mata karena hasil tertawa,tapi emang dia nangis soalnya si Ruki gampang banget ngomong apa yang susah dia omongin.Bagaimana Ruki tahu? Yaiyalah=.=,emang gampang ketebak dari awal juga.

Ruki jengkel melihat Uruha tertawa terbahak-bahak karena perkataannya.Ia mengangkat tong sampah gede yang bertengger di dekatnya membuat Uruha berhenti tertawa seketika.

"terus yang mau lu omongin apaaaaa??",tanya Ruki jengkel

Uruha menggaruk-garuk belakang kepalanya gatal(kutuan ya?=.=),dan menundukan kepalanya,"gue. . . .gue serius"

"SERIUS APAAAAA??",Ruki mangap membuka mulutnya gede saking jengkelnya.

GLUK!

"gu. . .GUESERIUSPENGENLUJADIIII"

"jadi?",tanya Ruki malas

"anak gue"

Ruki mengangkat sebelah alisnya,"anak lu?"

"a-anak lu?"

"anak lu?"

Uruha menggaruk-garuk pahanya bingung,"emang gue bilang apa barusan?"

tersungging senyuman di ujung bibir Ruki,lalu ia memeluk tubuh tinggal tulang itu tiba-tiba (-dirajam-).Spontan Uruha membelalakan matanya.

"gue sayang lu Paha"

Uruha membatu.

Dalam hati Uruha berjoget ria kesenangan dengan apa yang Ruki lakukan padanya,dan apa yang baru saja dia dengar dari mulut bocah kesayangannya itu.

"ru-ruki,lu?"

"gue juga sayang si noseband,gue sayang Kai,gue sayang Ao",tambah Ruki sambil masih memeluk Uruha. (saia Ruk?=.=)

"hah?Maksud lu?"

Ruki melepaskan pelukannya dari tubuh Uruha,soalnya gak ada anget-angetnya(=.=),cengiran tersimpul di bibirnya,"gue sayang elu semua sahabat baik gue,dan gue gak akan pernah melakukan lagi kesalahan seperti yang gue buat ke lu kemarin",ujarnya sambil tersenyum

"ha? Tapi gue-"

"walau cuma sedikit,si noseband itu udah nyadarin gue akan keegoisan gue"


Ruki menundukan wajahnya dan tersenyum.

". . . ."


Uruha menghela nafas pelan.

BUKH!

"LU KOK?"

Uruha nyengeh,"gue kembaliin yang kemarin"

". . . ."

lalu Uruha mengacak-acak rambut Ruki yang kemudian ditangkis langsung ama Ruki.Tampaknya dalam diri Uruha,ia menyadari akan sesuatu tentang anak dihadapannya itu(=.=).

"yah~ terserah lu dah. . . .",ujar Uruha malas,lalu ia mendekatkan wajahnya ke wajah Ruki,"pokoknya gue serius nganggep lu anak gue!!!Catet dijidat lu!!",tambah Uru sambil mendorong kening Ruki.

Bukannya tabokan atau semacam kekerasan lainnya yang Ruki lakukan pada Uru kali ini.Ia malah terkekeh dan meninju pelan perut Uruha,"ok,lu ibu gue"

"IIBUUUUUUU?!",uru syok memegangi kedua pipinya.

"kenapa?"

Uruha geplak kepala Ruki dengan penuh rasa kasih sayang(=.=),"gue bokap lu,bokap yang cool dan ganteng sejagat gyahahaha. . .Bangga gue!!",Uru berkacak pinggang

Ruki mendengus kesal,"lu gak cocok jadi bokap gue!! Gue lebih ngerasa figur seorang ayah dari Aoi",Ruki mengucapkannya dengan lantang.

"a-apaaaa?"


Ruki menilik jam tangan ditangan kirinya,"sial,pelajaran Kamijo sensei hampir beres.Lu mau balik ke kelas kagak Uru?"

"he?"

"AHHH kelamaan. . .gue balik ya!!"

Setelah menepuk lengan Uruha,Ruki cepat-cepat berlari dan meninggalkan Uru yang membatu di tempat.Uruha hanya memandang punggung mungil itu semakin mengecil dipandangannya seiring dengan menjauhnya Ruki.

"gue besar hati juga ya?Hha"

~*~

Semua anak-anak di kelas XII.IPS 5 berkumpul dan berkerumun menyaksikan adegan drama gratis yang ada di kelas mereka.

"JANGAN ADA YANG HENTIKAN GUE!!!",teriak Uruha pada teman-teman sekelasnya yang asik berkerumun menyaksikannya mau bunuh diri loncat ke jendela.

"lu mau mati? Ini lantai 3 paha!",ujar Aoi malas

"LU BEGO APA,JUSTRU ITU!!!GUE MAU MATI AJA DAH,GUE GAK BETAH LAGI DI DUNIA INI",Uruha bersiap meloncat,namun ia menyempatkan diri untuk menengok teman-teman sekelasnya.

". . . ."

Yang ia lihat,teman-temannya udah pada kembali ke bangku masing-masing dan duduk dengan rapi termasuk Aoi.Uruha semakin terluka.

"GAK ADA YANG PERDULI AMA GUEEEEEE!!!",Rengek Uruha

Uruha bersiap-siap meloncat dan memejamkan matanya.Ia sedikit mengintip ke bawah sana,TIIINGGIIIIII
nyalinya jadi makin ciut.

"ekhm"

"APA?TEKAD GUE UDAH BULAT!!",Teriak Uruha tanpa memalingkan wajahnya melihat orang yang menyeringai di belakang sana.

tiba-tiba telinga Uru dijewer seseorang lalu ditarik."Waduh!"

GUBRAK!!

"Aw. . .pantat gue~"Uruha mengusap-usap pantatnya yang baru aja bermesraan ama lantai,lalu ia mengangkat wajahnya"APAAN. . ."

"frustasi kah Uru SAMA?",Kamijo sensei menyeringai.

GLUK!

"hho. . .silahkan datang ke ruang perpus setelah pelajaranku selesai"

". . . ."

-

-

-

-

seperti biasa Kamijo sensei memberi hukuman murid-muridnya yang bandel dengan memberi mereka pelajaran privat khusus (di ruang sepi?)

Uruha memegang kancing atas kemejanya erat,takut-takut kejadian tempo hari terulang lagi.

Mana di perpus itu lagi sepi pengunjung.Uruha semakin was-was dengan Sensei abnormal yang duduk di hadapannya.Sebenarnya mau dia apa sih? Sejak pertama kali Uruha dihukum sensei itu,hukumannya gak ada yang bersifat mendidik.Tu orang sensei apa sensei-senseian? ckck

"jadi,kenapa tadi mau loncat saat hendak menghadapi pelajaranku Uru SAMA?"

"ee- itu"

"frustasi tak bisa matematika? Atau-"

"BUKAN!! INI GAK ADA HUBUNGANNYA SAMA SENSEI KAMICHUU!!",tegas Uru dengan suara lantang.Ia berharap dapat keluar secepatnya dari ruangan sepi itu.

Kamijo sensei berdiri dari duduknya dan menghampiri murid kesayangannya (?) itu.Uruha semakin mengeratkan genggamannya ke kancing baju seragamnya.Kamijo sensei mengangkat dagu Uruha dengan telunjuknya dan menyunggingkan senyum sinis.

"lalu hal apa yang membuatmu sampai mau terjun bebas begitu?"

Uruha setengah gemetar,sebenarnya dia pengen nonjok tuh sensei aneh kalau bisa.Tapi gawat juga akibatnya kalau ia berani melakukan itu,sial-sial bisa dikeluarin dari sekolah.Gak bisa ketemu Ruki lagi deh.

"anu. . .err~ broken heart gitu lah sensei"

"khu. . .khu. . .Ditolak kah?"

"KAGAK!!! Err~ maksud saya",Uruha mengusap keringat dingin dikeningnya gugup.Kamijo sensei menempelkan telunjuk kanannya di bibir Uruha.Spontan Uruha terperanjat sampai kursi yang ia duduki ikut mundur.

"khu. . .khu. . .Takut padaku uruha SAMA?"

"a-a-a-nu",Uruha salah tingkah

Kamijo sensei mendekatkan wajahnya ke wajah Uruha dan berbisik,"aku mengerti kegundahanmu saat ini",bisik kamijo sensei yang sukses membuat Uruha merinding.Kemudian Kamijo sensei mengelus-elus pipi Uruha sambil menyeringai aneh.

Uruha menggesek-gesekan gigi atas dan gigi bawahnya,grrt~ tangannya meremas celana seragam yang ia kenakan.

Kamijo sensei menyadari ketakutan yang dirasakan muridnya lalu ia tertawa senang setelah memojokannya,"khu. . .khu. . .Jangan takut begitu Uruha SAMA",ujarnya tertawa.Semakin membuat Uruha merinding,"lalu siapakah orang itu?Aoi?"

"a-apa?BUKANLAH!!"

Kamijo sensei tersenyum,"hmm. . .Benar juga.Kelihatannya Aoi tak kan menolakmu"

". . . ."

"ngomong-ngomong ibumu masih suka keliling dunia?"

"kok sensei tau?",tanya Uru terkejut.

"khuuuu. . .khu. . .Lalu bagaimana kabar Hizaki chan?"

Uruha mengernyitkan dahinya,"Hizaki chan?"

"Gyahahaha. . .Percaya atau tidak tapi kau adalah murid kesayanganku,saat melihatmu mengingatkanku pada Hizaki ayahmu"

Uruha semakin dibuat bingung dengan perkataan sensei abnormal itu,"maksud sensei?"

wajah Kamijo berubah horor,"kalau bukan gara-gara ibu mu itu,mungkin sekarang aku dan ayahmu sudah punya anak seumuranmu,ugh!!",Kamijo menutup wajahnya dengan sebelah telapak tangannya.

'anak? Gimana lahirnya?' batin Uru.

kamijo sensei menatap Uruha tajam.Uru jadi salah tingkah,dengan cepat Kamijo sensei memegang bahu Uruha dan menggoyang-goyangkan tubuhnya,"KARENA ITUUU SAMPAIKAN SALAM HANGAT DARIKU UNTUK AYAHMU,KATAKAN AKU SELALU MENUNGGU TIBA WAKTUNYA DIA MENDUDA!!"

"KURANG AJAR!!!"

BUAKH!!

-

-

-

"HUATCHIMM!!"

srek. . .srek
Hizaki SAMA menggosok-gosok idungnya pake punggung tangan,sebelum melanjutkan rajut merajutnya.

"Aduuh. . .filek kayaknya nih,fufufu"

~*~

"bang,ramen 2"

"cash apa kredit nih?",tanggap si abang juri kecut,sambil beresin mangkuk-mangkuk kotor di meja,dengan handuk kecil nyangkut dilehernya.

"lhaaaa. . .Emang kapan gue kredit?",uruha nyolot

Bang Juri mendelik,lalu mengibas handuk kecilnya nyampe kena ke wajah Uruha,"Busyet dah",Uruha mengusap wajahnya.Lalu bang Juri melenggang pergi membawa mangkuk-mangkuk kotor.

Sekarang Uruha dan Aoi lagi di kantin ceritanya.Merayakan keberhasilan Uruha yang berhasil melakukan keinginan terpendamnya selama ini yaitu menonjok Kamijo sensei,sang abnormal sensei.

"jadi dia gak nikah gara-gara masih cinta ama bokap lu?",tanya Aoi pada Uruha yang duduk di sampingnya.Mereka lagi nunggu pesanan mereka disajikan.

"gak juga,emang dia gak laku aja",cibir Uruha,"Oi,BANG!!!GAK PAKE LAMA!!",teriak Uruha pada sang pedagang yang lagi asik dengerin musik MJ,'BEAT IT' sambil nari-nari khas MJ berjalan di bulan.Merasa terganggu,bang Juri pun menggerutu-gerutu gak jelas.

"hha,yang penting gue senang udah bisa nonjok tu makhluk whahaha,lu tau ekspresi dia setelah gue tonjok? Bikin gue pengen nonjok lagi wkwkwk",Uruha kegirangan sampe mukul-mukul meja tempatnya makan ramen.

"terus. . .Lu kapan dikeluarin?",tanya Aoi polos

Uruha yang lagi ketawa-ketiwi menikmati keberhasilan pun secara otomatis berhenti.Dan menatap Aoi horor,"lu ngilangin mood gue aja lu"

5 menit kemudian

Bang juri membawa 2 mangkok ramen di kedua tangannya,lalu menaruhnya di atas meja di depan Aoi dan Uruha.

"jangan menyisakan makanan! Gue gak mau ya ada sisa ramen di mangkok,gue ngerasa gak dihargain sebagai pedagang",Ujar bang Juri tanpa ekspresi lalu dia pergi.Uruha dan Aoi melemparinya dengan naruto yang ada di ramen.

"tumben amat,gak usah dikasih tau juga kita embat semua",ujar Aoi

"set dah,kalau perlu gue lahap ama mangkuk-mangkuknya",Uruha nepsong.

Lalu mereka mulai memasukan isi yang ada di mangkuk di depannya itu ke dalam mulut mereka sedikit demi sedikit.

"jadi lu ditolak Ruki?",tanya Aoi tanpa menoleh ke objek yang ditanya.

TREK!

Aoi menoleh ke sampingnya mendengar bunyi -trek- tadi.Uruha sudah mematahkan ke dua sumpit ditangannya.Aoi sweatdrop segede semangka (bijinya).

Lalu ia menepuk-nepuk bahu Uruha yang tampak terpukul karena pertanyaannya.Aoi merasa bersalah juga telah menanyakan itu saat seperti ini.

"sorry Paha"

Uruha berdiri tiba-tiba,"SIALAN!!! ADA LALAT DI RAMEN GUA!!?"

"ha?",Aoi menengok isi mangkuk ramen Uru yang udah hampir abis setengahnya.Ternyata disana ada lalat yang udah wafat mengambang tak berdaya.

"BRENGSEK TU SI JURIIIIIIIIG!! MAU RACUN GUE?!",Uruha kalap membanting sumpit yang udah patah ditangannya.

Bang Juri tertawa dalam hati melihat ekspresi Uruha sambil mencuci mangkuk-mangkuk yang kotor lalu menaruhnya di rak."wkwkwk"

Saat bang Juri menengok lagi ke arah Uruha dan Aoi.

". . . . ."



"LU EMANG KAGAK PERNAH KREDIT TAPI LU KAGAK PERNAH BAYAAARR!!SETAN KANTIN DASAR!!",Juri tereak-tereak ke orang yang udah jelas-jelas lenyap dari dari tempat itu.Pembeli yang lain sweatdrop dibuatnya.

Lalu ia menghampiri meja bekas makan Uruha dan Aoi untuk membereskan mangkuk-mangkuknya sambil menggerutu-gerutu,mulutnya komat-kamit.

"udah gue suruh abisin juga",gerutunya saat melihat isi mangkuk ramen yang masih setengahnya.Lalu ia melihat-lihat isi mangkuk Uruha,tiba-tiba juri menyeringai.

"BWAHAHAHAHAHA. . . .Lalatnya tinggal satuu hhu!!"

Leda yang kebetulan lagi makan disitu mendelik,"berisik amat sih tu orang".

-

-

-

Ruki,Reita dan Kai berjalan di koridor menuju kantin.Reita terus-terusan menggoda Ruki yang udah mengembungkan pipinya jengkel sepanjang jalan kenangan.Kai hanya tersenyum memperhatikan tingkah kedua temannya.

"Ruk?"

". . . ."

"Ruuk?"

Ruki menoleh ke sampingnya kesal,"Apa s-"

Tuk.


Ruki speechless.

Reita memposisikan jari telunjuknya di samping pipi Ruki,saat Ruki menoleh otomatis jari telunjuk Reita menusuk pipi Ruki (=.=basi).

"Gyahahahahahaha. . . . .",Reita tertawa puas memegangi perutnya,yang kemudian dijitak Ruki.Tampaknya hari ini Reita lebih ceria dari biasanya(=..=)fuh~

"Lu gak ada kerjaan banget sih plester!!",gerutu Ruki

"gyehehe. . . ."

Ruki pindah posisi ke samping kanan Kai,risih juga lama-lama deket si noseband."Kai,jadi lu mau nembak maidnya si Uru,si Miku itu?",tanya Ruki.

Wajah Kai mendadak blushy kayak tomat busuk.Lalu ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya malu.Ruki mengernyitkan dahinya lalu terkekeh sambil menepuk tengkuk Kai.

"heh?Serius lu?",tanya Reita sambil merangkul Kai.Kai hanya senyam-senyum menundukan wajahnya.Reita menyeringai,"gue bantu mau?"

Kai mengangkat wajahnya menatap Reita,ia cepat-cepat mengangguk dengan antusias,"mau lah Rei,bantu aku ya!!",pinta Kai puppy eyes

"oke. . .oke",Reita menepuk-nepuk punggung Kai sambil tersenyum.Wajah Kai semakin berseri-seri mendengar jawaban Reita.

Reita mendekatkan bibirnya ke telinga Kai dan berbisik,"asal lu nungging dulu ditengah lapang!!"

". . . ."


Kai memeluk Ruki disampingnya dan terisak,dia syok punya teman kayak si noseband.Ruki yang tiba-tiba dipeluk Kai hanya bengong keheranan.

"lu apain ni anak?",tanya Ruki pada Reita yang memasang tampang innocent.

"gue gak ngapa-ngapain",jawab Reita polos."eh,oi meluknya kagak usah kelamaan!",ujar Reita sambil menarik-narik tubuh Kai dari Ruki.

"RUUUKIIIICHUUUUW!!!!"

mendengar suara yang memanggil namanya,spontan Ruki menoleh ke arah suara cempreng yang sudah familiar ditelinganya.Uruha melambai-lambaikan tangannya berlari slow motion kearahnya,kali ini tanpa Aoi mengekorinya(tumben=.=).Ruki tak punya kesempatan melarikan diri,karena Kai memeluknya dengan erat.Namplok dah tuh si Uru meluk Ruki.

"AAAAAAAARGH. . . .GILAAAA GUE GAK BISA NAFAS!!",protes Ruki yang sekaligus dipeluk oleh dua orang.

Reita men-slap kepala Uruha dari belakang,"udah ditolak,masih aja nempel",Reita mencibir.

Beberapa detik kemudian,mereka pun babak belur,hasil gulat gratis.

~*~

Karena rencananya hari ini Kai mau membak Miku,jadi mereka semua (kecuali Aoi) kembali berkumpul di rumah Uruha.Namun kali ini anggota mereka bertambah 2 orang,Tora dan Saga.

Uruha,Ruki dan Reita sengaja mengurung Kai dan Miku di sebuah kamar kosong agar mereka bisa leluasa melakukannya(?) berdua.Walau awalnya Miku ketakutan namun Uruha,Reita dan Ruki sekuat tenaga menggotongnya dan dilemparkan ke kamar yang ada Kai nya.

Sedangkan Tora dan Saga memilih menghabiskan waktu mereka di kursi ruang tamu berdua(=.=)

daripada membahas Toga (Tora+Saga) yang lagi asik bermesraan(=.=basi),lebih baik kita tengok ke dalam kamar Kai dan Miku.

". . . ."

". . . ."

Kai masih duduk di kursi dalam kamar tanpa berkata apa-apa.Begitupun Miku yang berdiri di hadapannya.

Kai menggaruk-garuk lesung pipitnya gugup,"a-anu. . .",Lalu Kai tiba-tiba berdiri membuat Miku terperanjat kaget."aha,gomen",ujar Kai,lalu ia kembali duduk di kursi.

". . . ."

Miku hanya terdiam memperhatikan Kai yang salah tingkah di hadapannya.

"a-a-Miku chan aa. . .Heu!!Heuk!!"

"Ah,KAI SAN!! KAU TIDAK APA-APA?!"

Miku panik melihat Kai tiba-tiba kejang-kejang.Segera ia menghampiri Kai.Namun tampaknya penyakit Kai semakin menjadi-jadi.Miku semakin panik,lalu ia menuju pintu keluar,namun sial pintunya dikunci dari luar.Miku menggedor-gedor pintu panik namun tak ada jawaban dari luar.

Miku kembali menghampiri Kai yang sedang menikmati penyakit asmanya.Ia tidak tau lagi harus melakukan apa,satu-satu jalan adalah dengan nafas buatan?

Reita,Uruha dan Ruki yang menguping dibalik pintu hanya terkikik dan saling tos tanda rencana mereka berhasil.

"kelihatannya si Kai berhasil",bisik Ruki

"hha,ide siapa dulu donk",bisik Reita bangga.

"gue yang punya ide ngurung mereka di kamar!",protes Uru masih dengan suara pelan."hha. . .Kalau saja si Awo ikut.Wkwk ini menyenangkan",tambah Uruha

'heh? Aoi?'

Ruki menaikan sebelah alisnya,"oh ya,si Ao kemana?"

Uruha menerawang ke langit-langit,"sewaktu pulang dari kantin tadi,dia bertemu teman lamanya".

"heh?"

"siapa?"

Uruha mengangkat kedua bahunya,"entahlah"

~*~

"hha,lu gak berubah ya,gurame?"

"lu sendiri,piercing mu itu masih nyangkut disitu?"

"hha,tentu ini privasi"

"cih,tau apa lu tentang privasi?",gumam Aoi,sambil meneguk anggur."lalu dimana sekarang lu tinggal meev?"

(oh meev ternyata=.=)

"hha gue mandiri sekarang,kemaren gue udah nemu apato yang cocok.Lu mau coba ke apato baru gue?"

Aoi meletakan gelas kosongnya diatas meja dan menatap teman sepermainannya sejak yochien itu,lalu tersenyum."banci lu"

Meev refleks nyekik-nyekik Aoi,membuat bartender di depan mereka cengok.

"banci-banci juga lu suka ama gue kan,kucrut?!",Miyavi melepaskan cekikannya lalu geplak belakang kepala Aoi.

Aoi hanya menyunggingkan senyum tipis di bibirnya.

~to be continued~

serius mulu T.T jelek banget.

>.< akan saia hentikan semua ini secepatnya!!

Bikin fic sambil denger mp3 gak konsen.

Tapi saia menikmatinya XD whaha

yg didenger waktu buat fic :
deluhi : flow snow,G.A.L.D,Hello(4X),ivory and irony,living dead,Revolver blast(3x),Shade

the gazette : Agony(2x),BID,Burial applicant,D.A.C,invisible wall,Leech(2x),Taion(2x)

girugamesh : Alive,border(2x),fukai no yami(2x),Jelato,Kaisen sengen

Janne da arc : Mobius

=.= lagi suka Hello ama Revolver blast DELUHI.

No comments:

Post a Comment