Search + histats

Saturday, 3 April 2010

******fic anyeh chappy 4******

Title : i`m straight

author : calon pacar Reita

rated : T

genre : romance gak jelas

pairing : pokok'e nak-nak gajet aja lah XD

Warning : masih aneh bin abal-abal + gak mutu

note : totchu + dako kalian inspirasiku!! Teruslah bergaje Ria atau Q Akan menghentikan semua ini XD (oh cimun jg)


~*~



Kai,Ruki dan Reita (kecuali Aoi) bengong sambil berdiri di depan pintu pagar yang menjulang tinggi,dengan bangunan yang kokoh dan arsitektur yang wuiiih~ apa ya? Pokoknya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata (ngeles).Mereka sudah bisa membayangkan rumah seperti apa yang ada didalam pagar itu.Tak pernah mereka mengira teman mereka yang aneh itu(?) adalah orang yang mempunyai rumah semegah ini.

'Ternyata Uruha anak orang kaya', batin mereka kompak.

Uruha menyeringai penuh arti."hei guys,rumah gue yang itu!",Uruha nunjuk ke seberang jalan.

Kai,Ruki dan Reita pun mengikuti kemana telunjuk Uruha mengarah.Dan

JRENG JRENG JRENG JRENG JRENG!! drumband tak diundang lewat lagi?(pernah terjadi di side story XD) ,hingga Ruki dkk tak dapat melihat objek yang ditunjuk Uruha.Merasa terganggu,Uruha dkk melempari gerombolan tak diundang itu dengan kerikil.

Setelah gerombolan itu pada ngacir.Maka terlihat dengan jelas Di seberang jalan sana, berdirilah sebuah gubuk nan naas dan mengenaskan.Genteng udah bertumpuk berjatuhan kebumi dan jamur tumbuh disana-sini.Oh my god!!

Kai,Ruki dan Reita Speechless.

-

-

Ruki melirik Uruha yang berdiri disampingnya.Sebenarnya Ruki pengen ngamuk karena merasa ditipu,ia sempat menyangka si Uru anak konglomerat pemilik rumah tadi.Namun rasa ibanya mengalahkan rasa ingin membunuhnya,sehingga hanya tatapan iba yang kini Ruki tunjukan pada Uruha.

Merasa diperhatikan,Uruha melirik makhluk mungil yang sedari tadi bertampang -> :-( menatap dirinya iba.Uruha tersenyum manis,membuat Ruki semakin tersayat hatinya.Ruki menepuk-nepuk punggung Uruha,"Lu punya hati yang besar Uru"

"hho of course,hati elo kecil ya Ruk?,emang sesuai ukuran badan sih ya hha",Uruha tertawa garing

Ruki melempar death glarenya beberapa saat,namun setelah itu tatapannya kembali berubah naas menatap Uruha.

kai ikut berdiri disamping Uruha dan menepuk-nepuk punggungnya,"sabar ya Ur huk. . .huk. . .Huweeeee",Kai berusaha menghibur Uruha.Namun dia malah mewek kejer-kejer di tanah.Ruki dan Aoi membangunkan Kai dan berusaha menghentikan tangisannya yang semakin menjadi jadi.Uruha sweatdrop

"sabar Uruha,gue juga bukan orang kaya kok",Ujar Reita mendekati Uruha berusaha menghiburnya,"gue cuma punya sawah 10 hektar,empang 6 hektar dan beberapa puluh kebo aja",Reita nyengir sambil garuk-garuk pantat.Uruha tersenyum manis namun terlihat urat-urat sarafnya menonjol membentuk siku-siku di jidatnya.

"bentar lagi si manis ngelahirin,tar gue kasih anak kebo deh 1 ya.jadi yang sabar,ok bro!",Ujar Reita tersenyum sambil menepuk-nepuk paha Uruha.

Uruha menepis tangan Reita,"ngehibur sih ngehibur!! Tangan lo biasa aja donk!!"Uruha sewot ngelus-ngelus pahanya."yang boleh nyentuh paha gue cuma Ruki,,sssst!!",bisik Uruha ditelinga Reita,"fufufu. . .",Uruha menyeringai

Reita memasang death glare mengarah ke Uruha.Uruha membalas dengan tatapan super hotnya!!

BzZzZztt~


"HuwAaAaAaAaAaAaAaAa. . . .",tangisan Kai semakin keras.Ruki dan Aoi dibuat repot karenanya.

"Kai,gak usah gini kali.Gue ngerti lu kasihan ama si Uru tapi lu berlebihan deh!",Ruki esmosi

"huk. . .huk. . .huk. . .",Kai mengelap air mata dan ingus(?)nya (hihi. . .Nggak d0nk!! Gak keren ah Kai ingusan).Aoi menepuk bahu Kai dan akhirnya Kai berhenti menangis."gomen Ruki,Aoi tapi rasanya kakiku kaku. . . .eh telapak kakiku sakit"

Lhaa Kai mewek bukan karena meratapi nasib Uruha toh?

Secara bersamaan Ruki dan Aoi mengalihkan pandangan mereka ke bawah sana melihat keadaan kaki Kai.Aoi kemudian berjongkok,"angkat kaki lu yang sakit kai!!",perintah Aoi.Lalu Kai mengangkat kaki kanannya.

Ruki dan Aoi mengintip dasar sepatu kai dan ternyata eh ternyata

"Busyet!! Itu kan paku nancep!!",Ruki kaget.Kai hanya bengong."kenapa gak bilang sih kai kalau lu nginjek paku?",Ruki mulai uringan-uringan

"paku??Aku gak tau ada paku ma-maaf huks. . .Huks HuwaAaAaAaA!!",Kai mewek lagi

Ruki menjitak Kai(walau harus jengke(?))"Jah,ya udah jangan mewek lagi donk!!"

Aoi berdiri memegang paku yang diujung ada darahnya."nih,udah gue cabut.Sorry Sakit ya kai?",ujar Aoi innocent

Kai ngangguk.Ruki cengok

(mau nyabut bilang-bilang dulu donk Pak!!)

ternyata perbuatan Aoi yang tanpa konfirmasi itu yang membuat kai mewek lagi saudara-saudara!!Fufu. . .

Setelah pakunya dicabut,Kaki Kai mengeluarkan baanyak darah.Ruki yang melihatnya jadi histeris dan uring-uringan

"oOOiii Uruha!!",sahut Ruki

Namun orang yang dipanggil kagak nyahut,malah asik-asikan tanding tatap-tatapan ama Reita yang sekarang ini udah nyampe ronde 2 setelah sebelumnya Reita yang kalah (soalnya do'i berkedip),rencananya pertandingan ini akan dibuat dalam 3 ronde kalau dironde ke 2 Reita yang menang khu. . .khu. . .(=.=)

"U-RUU-HHAAAAAAA. . . . .KOUYOU!! TAKASHIMA KOUYOU!!",teriak Ruki yang kini udah ada disamping Uruha dan berteriak pake toa tepat ditelinga Uru.Budeg-budeg dah~

Uruha terperanjat kaget dan ngusap-ngusap telinganya yang udah merah,"Ru-Ruki? Jahatnya dirimuuu!!",Rengek Uruha dan berlari ke Aoi seperti biasanya.Ruki menyerahkan kembali toa-nya yang tadi ia pinjem ke pemungut infak mesjid yang kebetulan lewat bawa-bawa toa."sankyuu",Ujar Ruki Ramah

"sangkyu-sangkyu,pinjem bilang-bilang donk neng!",gerutu si pemungut infak sambil melengos pergi.Yang ternyata adalah Aggy santri version.

"MASIH MENDING TUH TOA BUTUT GUA BALIKIN!!",Ruki nepsong ngelemparin tuh santri pake kulit pisang.Santri Aggy pun ngibrit sambil megang sarung polengnya yang udah hampir melorot.

"Uruha,kaki kai berdarah!! Bawa ke rumah lu cepeeet!!",Ruki mulai panik,kaki kai darahnya makin deres aja.Uru mengangguk lalu membopong Kai bersama Aoi.Ruki khawatir sampei bolak-balik,setelah ia tau Kai baik-baik aja dibopong Uruha dan Aoi,Ruki berlari kesebrang jalan untuk mendahului Kai dan yang lainnya.Maksudnya dia mau nyambut kai,bukain sepatunya dan nyari-nyari obat di rumah Uruha yang bobrok itu.Disaat seperti ini Ruki memang selalu paling panik dan gak bisa diem,Ia tidak perlu dikhawatirkan soal kesolidaritasannya.Ruki adalah yang paling gesit

Ruki berhasil menyebrang dan tiba di depan rumah bobrok itu,Lalu ia bersiap-siap menyambut Uruha dan Aoi yang membopong Kai.

Saat Ruki menoleh ke belakang

-

-

-

"DASARRR SIAAALLL!!",teriak Ruki.

Ternyata Uruha dan Aoi yang membopong kai + Reita ngangkat sebelah kaki kai udah masuk ke gerbang yang menjulang tinggi diseberang sana.Ternyata Rumah gede itu emang Rumah Uruha.

Ruki lalu ngibrit lagi nyebrang jalan dengan kemarahan bergejolak dalam dada karena merasa tertipu habis-habisan ama si kucrit Uruha.

Namun dasar SIAL langkah Ruki terlalu minim,pintu gerbang rumah uruha menutup dengan otomatis setelah 1 menit terbuka. Ruki jadi terlantar di luar gerbang sambil gedor-gedor tu gerbang super high.

GDOR!. . .GDOR!. . .

"UUU-RUUUU-HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA GUE PANGGANG PAHA LUUUUU LEBARAN DEPAAAANNN!!"


~*~


Sekarang mereka tengah berkumpul di ruang tamu rumah Uruha yang super luuuuuuaas.Namun tak ada apa-apa di ruang tamu itu kecuali kursi dan meja terletak ditengah-tengah ruangan.Aneh? (T.T saia juga merasa aneh)

Kai dikerumuni 3 pembantu rumah Uruha yang memakai seragam maid gitu.Mereka mengobati kaki Kai yang terluka karena nginjek paku tadi.Kai hanya ber'blushy-blushy ria memandangi para maid yang kawaii mengerumuninya.

"Ruchan~ jangan cemberut terus donk!! Nyuu~",Uruha memonyongkan bibirnya yang tidak lama kemudian disambut tinjuan Ruki.

Reita terbahak puas sambil memegangi perutnya.Uruha bangkit dari duduknya dan men-slap kepala Reita keras,"aWw!!",Reita ngusap-ngusap kepalanya lalu ia berdiri.

Reita dan Uruha berdiri berhadapan,"di ronde ke-2 tadi,gue menang.Jadi kita seri,mau dilanjutkan?",Reita tersenyum sinis sambil mengelus-elus hidungnya yang tertutup noseband kayak ngelus-ngelus jenggot.

"tadi gue di teriakin Ruki,kalau nggak,pasti gue yang menang!",Uruha menyeringai tipis

"gue tanya,lanjut apa KAGAK?",Reita melotot sambil tersenyum sinis.

Uruha mengibas rambutnya,ampe kena mata Reita,"SIAPA TAKUT!!"

Reita ngucek-ngucek matanya yang kecolok rambut Uruha,walau matanya masih gatal namun Reita membalas tatapan Uruha.

Pertandingan tatapan matapun dimulai.

BzZZZZttt!!


"apa-apaan sih mereka itu Ao?",bisik Ruki pada Aoi yang duduk di sampingnya.Aoi menggeleng santai sambil menyeruput moccachino panas suguhan Uruha.

"coba hentikan mereka Ruk!!Kayak anak kecil aja.Kalau sama kamu pasti mereka mau denger",saran Aoi

Ruki berpikir sejenak,"aAah~ males gue,"ujarnya sambil berdiri,namun toh akhirnya ia mendekati 2 makhluk yang lagi konsentrasi-konsentrasinya bertanding tatapan maut itu fufufu

Ruki berdiri disamping Uruha dan Reita,lalu menghela nafas panjang,"Oi,apa-apaan si lu berdua?Kagak ada kerjaan banget!"

Reita dan Uruha masih konsentrasi dengan apa yang mereka lakukan tanpa menggubris perkataan Ruki.

Merasa diacuhkan,Ruki naik puun (0.0?) eh naik pitam dia,"WOI PAHA! PESEK! DENGER GU-"

"DIEM LU BONCELLL!!",teriak Reita dan Uruha serempak menoleh ke arah Ruki,dan mendorong jidat Ruki bersamaan sampai Ruki terjengkang.Ubun-ubunnya kejedot ujung meja."SOMPRETT!!",Rintih(?) Ruki

Aoi melirik Ruki,dengan segera ia meletakan cangkir moccanya dan menghampiri Ruki.

Uruha dan Reita bertatapan penuh Arti.Kali ini bukan tatapan pertandingan melainkan tatapan kesadaran plus berpikir,kesalahan apa yang baru saja mereka buat?


LOADING~



"RUKIIIIIIII???"

=.= akhirnya mereka sadar.

Dengan cepat makhluk bernoseband dan berpaha(?) itu memburu Ruki yang terduduk dilantai.

"Ruki Lu gak apa-apa?",wajah Reita menyiratkan penuh kekhawatiran.

"Ruki chuw daijoubu ka?",Uruha sama khawatirnya sambil menggigit-gigit kuku tangannya hasil menipedi seharian.

Ruki memandang kedua makhluk yang sedang mengkhawatirkannya,"daijoubu da yo",Jawab Ruki memasang senyum termanisnya.Namun Reita dan Uruha malah bergidik melihatnya.

"a-ano Ruki,tadi gue tanpa sadar err~ ehehe kagak tahu dah kalau si plester idung itu! Dia emang sengaja kayaknya wkwkwk",Uruha ber-wkwk-renyah

mata Reita berkilat,"Sialan! Lu tuh yang sengajaaaa!"

"URUSEEEEEEEEEEEE!!"

BUAKH!!

Uruha Dan Reita berakhir dengan bersimbah darah.

"ada apa?",tanya Kai Innocent

~*~

"khu. . .Khu. . .Khu. . .Dasar Anak muda.Ya sudah, Yusa! Yusei! Miku! Obatin anakku dan teman bernosebandnya ya!",perintah Hizaki sama pada ke-3 maidnya.Beberapa saat kemudian para maid itupun datang membawa kotak P3K dan mulai mengobati tuan mudanya dan teman bernosebandnya.

Ruki sebagai tersangka hanya asik melahap kue tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.

Kai asik menatap salah satu dari 3 maid yang sejak tadi menarik perhatiannya.

Miku chan.

0h nOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!(author numpang menjerit)

Hizaki sang tuan rumah menatap satu persatu teman-teman anak semata wayangnya.Dan tatapannya berhenti di Ruki.'kawaii' batinnya.

"kamu yang namanya Ruki benar?",tanya Hizaki ramah pada Ruki.

Ruki berhenti mengunyah kue dan menelannya dengan paksa,"i-iya",jawab Ruki tersenyum.Bocoran aja nih ya,Ruki yang menyebut-nyebut dirinya straight,liat kecantikan sang hizaki yang berdandan ala putri itu cukup membuat dia deg-degan.

"khu. . .Khu. . .Ternyata benar",ujar Hizaki tersenyum sambil menutupi mulutnya dengan punggung telapak tangan.

"a-ano dan saya Kai.Um Uke Yutaka hhe",Kai memperkenalkan diri padahal gak disuruh.

"ohoho Kai san ya?",ujar Hizaki tersenyum,padahal dalam hatinya,'gua kagak nanya'

"iya,dan ini Aoi",Kai memperkenalkan Aoi yang duduk diantara dirinya dan Ruki.

Hizaki mengangguk pelan,"Aoi kun sudah sering main kesini,jadi saya sudah tau"

Kai ber-oh-ria mengangguk-angguk,"oh,dan yang itu,yang bernoseband disana itu Reita",kai menunjuk Reita yang lagi diobatin maid Miku.Hizaki tersenyum dipaksakan.

Mata Kai pun menangkap Miku dan tak bisa mengalihkan pandangan darinya.'aaaah~ Miku chan'

Miku bergidik merasakan perasaan tak enak.

"ano Ruki san,Urupaha sering menceritakan tentang dirimu.Makanya sekali liat saya langsung tahu",

"U-Urupaha tante?",tanya Ruki meyakinkan.Dalam hati ruki terbahak ampe jumpalitan.

Hizaki tersenyum bak ratu bijaksana,'tante???'batinnya."itu nama kesayangan untuknya fufufu"

"wkwkwk,ampe orang tuanya aja nepsong ama tu paha",Ruki bisik-bisik ke Aoi.

Aoi menatap Ruki dengan ujung matanya,"keluarga si Uru emang aneh",bisik Aoi.Ruki terkekeh.

"DAAAADYYY UDAH URU BILANG JANGAN PANGGILAN ITU!!",uruha bangkit dari duduknya.Namun segera ditarik kembali oleh kedua maidnya Yusa and Yusei untuk kembali duduk karena pengobatannya belum selesai.

"eh,kok si Uruha manggil nyokapnya dedi sih Ao?",Ruki bisik-bisik

"dia itu bokapnya Ruk",jawab Aoi juga bisik-bisik.

"HAAAAAAAAH SERIUS LO?", lo. . .lo. . .lo. . .lo(bergema?),Ruki menutup mulut dengan kedua tangannya.Celingak-celinguk takut kedengaran si objek pembicaraan.Hizaki tersenyum pada Ruki,dijidatnya terpampang jelas tanda tanya segede gigi hiroto (pon : Ò.Ó lhaa gue dibawa-bawa?) Ruki balas tersenyum.

"masa rambut blonde panjang keriting,bibir merah,mata lentik,dan berpakaian gaun putri begitu bokapnya?Pink lagi!",bisik Ruki lagi ke Aoi.

"gua kagak tau.Tapi kayaknya semacam err~ waria gitu deh",bisik Aoi.

"HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH!!!",Ruki terperanjat kaget. hah. . .hah. . .hah. . .(bergema lagi?).Ruki mencubit tangan Kai,"jangan gemain suara gue donk Kai",

"a-ano biar dramatis kan Ruk hhe",Kai nyengir.Ruki memelototinya.Kai pun sesenggukan dipojokan.

"ternyata bokap si Uru begitu,pantesan anaknya steng-steng wkwkwk",bisik Ruki untuk kesekian kalinya ke Aoi.Aoi sampai malas menanggapinya,"kawaii-kawaii begitu namanya Dedi wkwk",tambah Ruki,"Dedi kouyou?"

"daddy bukan DEDI !! Englis please!! Itu eigo gaulnya buat otosan dudul !!",Ujar Uruha mengacak-acak rambut Ruki dan entah sejak kapan dia sudah duduk di samping Ruki."dan apa maksudnya 'steng-steng' heh?"

Ruki mendelik.

"khu. . .Khu. . .Khu. . .Ternyata benar apa yang kamu katakan Uru.Ruki amatlah mungil fufufu"

"benarkan dad??Dia adalah maskot sekolah kami.Sekaligus Anakku wahahaha. . .",Uruha cloteh tanpa memperhatikan disampingnya ada yang siap menggoroknya dengan senang hati.

"ya sudah,anggaplah Rumah sendiri ok! Daddy ke kamar sebentar",setelah melempar senyum pada Ruki dkk Hizaki sama melenggak lenggok pergi ke kamarnya.

"gue jadi penasaran ama ibu lu Ha,kok dia mau ama bokap lu itu sih?",tanya Ruki

"eeeeeee~h jangan salah! Bokap gue cuma hobi make baju perempuan! Dalemnya orisinil bro.Malah dia lebih sterk dari gue",Ucap Uruha bangga."malah nyokap gue kaga ori",tambahnya.

"ibu lu siapa?"

"Kyo"

"kyo?",Ruki mengernyitkan dahinya

"mantan voc diru,lo tau kan diru? Band jebot waktu jaman bokap-nyokap lu kasmaran",jelas Uruha.

"HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH??"
Hah. . .

Hah. . .

Hah. . .

*Ruki shocking*

Aoi geleng-geleng kepala sambil memijat-mijat keningnya.

"kali ini bukan aku ya Ruk,suaranya menggema sendiri",ujar Kai dipojokan.

-

-

-

-

"ah,gue udah sembuh ni",Reita bangkit dari tempat duduknya setelah puas mendapat perawatan dari para maid.Menggeliat-geliat sedikit lalu menatap teman-temannya

"kenapa?"


~to be continued~

XD berhasil membuat dialog Kai lumayan ada

tumbalnya Reita T.T

chappy 5 serius akh~
jangan muntah!!!

No comments:

Post a Comment